
10 September 2018
Ku buka mataku, mengedipkan mataku untuk menyesuaikan diri dengan cahaya matahari yang masuk.
"Ughh..."
Kringgg Kringggg
Ku ambil jam weker yang ada di meja lalu mematikannya dengan cara membantingnya ke lantai, ku pikir jam itu pasti sudah rusak.
"Sialan, karena jam weker itu aku tidak bisa melanjutkan tidurku"
Ku bangun dari ranjangku lalu berjalan menuju meja rias. Ku lihat penampilanku sangatlah berantakan, dengan rambut putihku acak-acakkan dan piyama yang kusut.
Tok Tok Tok
Terdengar suara ketukan pintu yang disusul suara seorang perempuan.
"Nona, apakah Nona sudah bangun?"
"Unn? Aku sudah bangun bibi"
"Sudah pukul 7, bukankah seharusnya Nona Lylia segera bersiap-siap?"
"Hah? Bersiap-siap? Untuk apa?"
"Hari ini tanggal 10 September Nona"
"Akh-! Aku lupa, sialan-!"
Ku ambil handukku lalu segera berlari ke kamar mandi pribadiku. Selesai mandi, aku segera memakai baju seragamku.
Hari ini adalah hari pertamaku sekolah di Jepang. Aku pindah karena orang tuaku ada urusan di Jepang, lagipula aku tidak terlalu nyaman bersekolah di Jerman.
Aku memang tidak memiliki darah keturunan Jepang, ayahku berasal dari Jerman dan Ibuku dari Prancis, namun aku bisa berbahasa Jepang karena dibantu sahabat baikku yang memiliki darah keturunan Jepang.
Umurku sekarang 15 tahun, aku berada di tahun kedua SMA, di Jerman disebut Oberstufe sedangkan di Jepang disebut kōkō (高校)
Sebenarnya tahun ajaran di Jepang sudah berjalan selama 5 bulan, tetapi aku baru masuk sekarang karena tahun ajaran di Jerman dimulai bulan Agustus, juga karena mengurus kepindahanku. Aku pasti melewatkan beberapa mata pelajaran.
Setelah bersiap-siap, aku pun menuruni anak tangga. Ya, kamarku ada di lantai 2 rumah ini.
Saat sudah setengah menuruni tangga itu, ku lihat seorang remaja seusiaku dengan rambut hitam panjang sepinggang yang digerai. Sambil mengetuk-ngetukkan kaki kanannya ke lantai, mata merah terangnya menatap horor ke arahku.
"Lama sekali-!"
"Maaf maaf... aku telat bangun"
"Tch, dasar"
Namanya adalah Meyla Grethania, biasa ku panggil Mey, sahabatku yang mengajarkanku Bahasa Jepang. Orang tua kami berdua bersahabat sehingga tak heran aku juga akrab dengannya.
Kami berkenalan sejak umur kami 4 tahun, ayah kami berasal dari negara yang sama, mereka juga satu sekolah saat masih remaja.
Saat menuruni anak tangga terakhir, aku mencium aroma makanan yang membuat perutku merasa keroncongan. Aku pun berbelok ke kiri dan menuju ruang makan.
Sesampainya di meja makan, aku duduk di kursi dan terlihat sepiring Roti Bakar dengan selai cokelat di atasnya, keju mozarela yang meleleh membuatnya semakin menarik.
Meyla yany dari tadi mengikutiku duduk bersebrangan denganku. Mengetuk-ngetukkan jari tangan kanannya ke meja.
"Mama dan Papa mana?"Tanyaku memecah keheningan sambil meminum susu hangat yang sudah disediakan
"Ntahlah..."Jawabnya seadanya, berhenti mengetukkan jarinya lalu mengerlingkan matanya "Mungkin mereka sudah pergi pagi-pagi sekali"
Ku simpan gelas susuku yang sudah kosong ke meja dengan kasar "Kebiasaan sekali-!" Ku lap mulutku dengan serbet yang ada di meja
"Mau bagaimana lagi kan?"Dengan muka datarnya yang menyebalkan, ia meninggalkanku di meja makan sendirian dan berjalan ke halaman rumah
"Hei, tunggu-!"Aku pun bergegas menyelesaikan makanku, mengambil tasku yang sudah disiapkan pembantuku lalu berlari mengikuti Mey
Saat ku keluar rumah, angin berhembus menerbangkan dedaunan yang hampir mengering karena sebentar lagi musim gugur tiba.
Ku lihat Mey yang sedang menaiki mobil sport berwarna merah miliknya, aku pun segera menaiki mobil itu juga.
"Selamat pagi Nona Mey dan Nona Lylia"Sapa Pak Rey, supir pribadi Mey sambil tersenyum kepada kami.
"Selamat pagi"Terlihat bibir Mey yang memperlihatkan senyuman tipis khasnya
Tanpa basa basi lagi, Pak Rey segera menyalakan mesin mobilnya lalu berangkat menuju sekolah kami.
Setelah sampai sekolah, Pak Rey akan pulang ke rumah dan menjemput kami saat pulang sekolah nanti.
"Lalala~"
Aku bersenandung ria sambil mengemut permen rasa cokelat milikku. Terlihat Mey yang melirik ke arahku lalu kembali menatap ke depan
"Mau?"Ku sodorkan sebungkus permen cokelat kepadanya. Ia hanya menatap permenku, dan meneguk salivanya lalu memalingkan wajahnya
"Tidak"Ahh, ku pikir dia akan bilang iya.
"Oh ayolaahhh"
"Tidak Lylia, memakan permen pagi-pagi itu akan merusak kesehatan"
"Tcih, membosankan sekali"Ku buka bungkus permen tadi lalu ku masukan permen cokelat itu ke mulut Mey dengan paksa. Ia hanya menatap tidak percaya ke arahku, iris matanya melebar, mulutnya sedikit menganga
"Bagaimana? Enak kan?"Tanyaku sambil tersenyum lebar padanya
"U.. Umm.. lumayan"Jawabnya dengan wajah yang sedikit memerah, mungkin karena malu, ahahaha. Benar-benar tipikal gadis yang membosankan.
Saat masuk ke dalam gedung, aku disuruh melepaskan sepatuku lalu menggantinya di loker depan pintu gedung, mungkin agar debu yang ada di sepatu kita tidak ikut masuk ke dalam.
"Mey, aku harus ke ruang guru terlebih dahulu"
"Kuantar"
"Terima kasih"
Mey pun mengantarku sampai ke ruang guru, ku lihat seorang perempuan cantik dengan rambut merah yang dikuncir satu menghampiri kami
"Lylia Van Andersen ya?"Tanyanya sambil tersenyum ke arahku
"Iya"Jawabku membalas senyumnya
"Ayo masuk Andersen-San, Meyla-San bisa pergi ke kelas duluan"
Kenapa hanya aku yang dipanggil dengan nama marga? Hmph...
"Baiklah"Jawab Mey sambil membungkuk lalu pergi ke kelas
"Kamu akan masuk bersama Sensei ke kelas, namaku Satou Leona, panggil saja Leona Sensei, aku wali kelas 2-D, mohon bantuannya ya Lylia-San"
"A... Ah.. Mohon bantuannya juga Leona Sensei" Kataku sambil membungkuk padanya
Jam menunjukkan pukul 07.30, sudah waktuny masuk kelas. Aku pun mengikuti Leona Sensei ke kelas baruku. Sesampainya di sana, Leona Sensei memasuki ruang kelas lalu memberi pengumuman bahwa ada murid pindahan dari Jerman.
"Perkenalkan namamu Lylia-San"
"Namaku Lylia Van Andersen, mohon bantuannya"
"Silahkan duduk Lylia-San"
Aku pun duduk di bangku baris ke tiga dekat jendela, karena hanya itu yang kosong, dan beruntungnya, di sebelah kananku adalah Mey-! Oh sungguh keberuntungan hari ini ada dipihakku.
"Semoga kalian bisa berteman baik dengan Lylia ya"
"HA'I SENSEI-! "Jawab semuanya serempak
"Hari ini pelajaran sejarah, guru sejarah kalian sedang tidak ada jadi jangan ribut di kelas ya"Leona Sensei pun pergi meninggalkan kelas
Saat itu juga semua anak perempuan, bahkan beberapa lelaki mendatangi mejaku yaa kecuali Meyla yang sudah kenal denganku. Mungkin teman-teman di sini akan lebih menyenangkan dibanding saat di Jerman-!
_________________________
-San : Kata tambahan di belakang nama untuk orang yang belum kita kenal banyak
Sensei : Guru dalam bahasa Jepang
Ha'i Sensei : Baik guru/Baik bu/pak dalam bahasa Jepang