Our Promise Together

Our Promise Together
Chapter 2



10 September 2018


Ting Tong Ting Tong


Ting Tong Ting Tong


Bel istirahat berbunyi, semua orang berhamburan keluar kelas untuk membeli makan di kantin, ada juga yang ke taman untuk memakan Bento mereka.


Ketika aku ingin menghampiri Mey, ku lihat seorang gadis dengan rambut pirang panjang yang dikuncir satu, dan manik berwarna biru laut datang menghampiri Mey.


"Mey, terima kasih atas pinjaman bukunya"Ucap si gadis pirang "ohhh aku tidak tau harus bagaimana jika tidak ada kau"Lanjutnya sambil menggenggam erat tangan Mey


"Tak apa, aku bisa membantumu lagi jika kau perlu bantuan"Ucap Mey tersenyum. Tch, bahkan saat bersamaku dia jarang sekali tersenyum, aku tak suka melihatnya-!


"M-E-Y!!"Kataku sambil memeluk Mey dari belakang


"Lylia..."


"Ayo ke kantin-!"


"Hmm, oke, ayo"


Hohoho, bagaimana gadis pirang? Apa kau iri melihat kedekatanku dengan Mey? Tentu saja iri ya kan? Tentu sajaaaa


"Andersen-san ya?"Tanyanya


"Umm iya"


"Wahh, boleh ku panggil Lylia saja?'


"B... Boleh..."


"Perkenalkan, namaku Takahashi Alicia, panggil saja Alicia, aku asli orang Jepang, tidak seperti Mey yang setengah-setengah fufufu~"


"Hei Alicia-!"Bentak Mey


"O.. Oh... Salam kenal Alicia"


"Tadi kau mengajak ke kantin kan? Ayo-! Kebetulan aku tidak membawa bekal makan"


"Ah.. Iya...."Aku pun melirik Mey dan bertanya, "Mey juga mau ikut?"


"Iya, aku juga tidak bawa bekal"


"Asikkk, semakin ramai semakin seru-!"Seru si gadis pirang-- eh bukan, Alicia


Akhirnya kami bertiga ke kantin bersama. Ku pikir Alicia adalah gadis menyebalkan seperti ******-****** di luar sana, tetapi sepertinya dia tidak seburuk yang ku kira


"Lylia mau makan apa?"Tanya Alicia


"Aku... Apa ada yang menjual roti cokelat di sini?"


"Tentu saja ada-! Kau mau roti cokelat? Minumnya? Aku dan Mey yang akan mengantre, kau diam saja mencari tempat duduk"


"Baiklah, terima kasih Alicia, minumnya aku ingin susu stroberi saja"Ucapku sambil tersenyum padanya


"Waahhh... Kau cantik sekali, apalagi dengan warna matamu yang layaknya permata Amethyst"


"Terima kasih, matamu juga bagus"


"Aahahaha biasa saja kok"


"Sudahlah, nanti kita tidak kebagian makanan" Kata Mey sambil memutar bola matanya malas


"Benar juga, ayo Mey"


Terlihat Alicia yang berlari sembari menggandeng tangan Mey yang lama-lama menghilang di kerumunan orang


Banyak mata yang memerhatikanku saat ku duduk di salah satu kursi yang kosong, mungkin karena warna mataku yang jarang ditemukan


"Hei, jangan melamun"Ucap Mey yang membangunkanku dari lamunan. Terlihat Mey yang sedang membawa roti cokelat, dan dua roti melon, sepertinya milik Mey dan Alicia


"Oh maaf Mey, sudah datang ya? Ayo duduk"


"Ini roti cokelatmu"Kata Mey sambil duduk di samping kananku


"Dan ini susunya"Tambah Alicia yang sudah duduk di samping kiriku ntah kapan, aku tak menyadari kehadirannya.


"Terima kasih Mey, Alicia"


kami bertiga pun memakan makanan kami masing-masing. Yah, sambil bercengkrama tentunya.


"Lylia bukan orang Jepang kan? Kenapa bahasa Jepangmu fasih sekali?"Tanya Alicia memiringkan kepalanya bingung, kenapa dia baru sadar sekarang coba?


"Mey yang mengajarkanku sejak kecil"Jawabku sambil menyedot kotak susuku


"Oh iya ya, kalian kan berteman sejak kecil"


"Loh? Kok tau?"


"Mey sering menceritakanmu loh"


"E... Eh?"


"Dia bilang kau manis"


"A... Apa?! Aku tidak pernah berkata seperti itu!!" Sangkal Mey dengan wajah yang sedikit memerah karena malu


"Jangan menyangkalnya Mey"


"Aku tak tau kalau kau bercerita tentangku ke orang-orang"


"Dasar, Tsundere~"Goda Alicia kembali


"Tch, menyebalkan-!"


Pftt, sungguh, Alicia sangat tau cara menggoda Mey, bahkan dia bisa berteriak dengan wajah yang memerah begitu, aku puas ahahahaha-!


30 September 2018


Hari ini, aku, Mey, dan Alicia akan pergi ke taman dekat bandara untuk berpiknik. Katanya saat musim gugur, daun-daun dari pohon di sana akan menggugurkan daunnya, ku pikir itu akan sangat cocok jika kita piknik di sana.


"Uwaahhh... Pohon Oak dan pohon maple nya benar-benar menggugurkan daun-daunnya-!"Seruku sambil melihat-lihat ke atas, lebih tepatnya ke pohon-pohon itu sih.


"Bukannya di rumahmu ada pohon Oak dan Maple?"Tanya Mey


"Ada sih, ku pikir hanya di rumahku saja yang daunnya gugur"


"Dasar, bodoh"


"Meyyy, kau tidak boleh berkata kasar seperti itu pada Lylia"


"Huftt... Maaf"Katanya sambil menghela napas


Setelah selesai menggelar tikar juga merapihkan makanannya, kami segera duduk lalu memakan makanan yang kami bawa dari rumah. Lebih tepatnya yang Alicia buat, dia sangat pandai memasak, dia juga yang setiap membuatkan bento untuk Aku dan Mey


"Enak-!"Pujiku sambil memakan Onigiri


"Alicia memang pandai membuat makanan"


"Ajari aku memasak ya-!"Seruku bersemangat


"Hei, kau memasak telur pun tak bisa"Sindir Mey dengan flat face nya


"Ukh-"Sungguh menusuk ke hatiku


"Sudah, sudah, nanti ku ajari kamu kok Lylia"


"Uwaaa terima kasih~"


"Silahkan dimakan lagi"


Kami pun melanjutkan makan kami, semua masakan yang Alicia bawa sangatlah enak hingga tak tersisa satupun.


"Huahhh, segarnyaaa"Kataku sambil meneguk es jeruk


"Padahal hari ini angin bertiup kencang, tetapo meminum es jeruk"Ucap Mey menggelengkan kepalanya


"Mey suka teh hijau kan? Mau aku buatkan?"Tanya Alicia


"Boleh"Jawab Mey


"Heee? Aku juga mau teh hijau khas Jepang-!" Rengekku


"Baik, ku buatkan"


"Padahal sudah meminum segelas es jeruk, ckckck"


"Berisik Mey-!"


"Ini, sudah selesai"Tanpa tersadar Alicia sudah selesai membuatkan kami teh hijau


"Woahh... Terima kasih"Tanpa basa basi langsung ku minum teh hijau itu "Enakkkk-!"


"Pelan-pelan minumnya Lylia"Ucap Mey sambil menyeruput teh hijaunya


"Hihihi, kalian lucu"


"Lucu apanya?"Tanyaku kebingungan


"Tak apa, ayo lanjutkan minumnya"


"Oke-!"


"Oh ya, namamu seperti penulis berbakat yang menulis cerita The Little Mermaid ya?"Ucap Alicia sambil tersenyum "Aku fans beratnya loh"


"Yang berasal dari Odense, Denmark kan? Hans Christian Andersen"Lanjut Mey


"Benar sekali-! Aku juga tak tau kenapa"Jawabku


"Jangan-jangan kau adalah keturunannya-!"


"Mana mungkin"


"Ahahaha, kalau iya itu sangat bagus, aku akan meminta tanda tanganmu"


"Aku akan jadi terkenal dong, hihihi"


"Mana mungkin Lylia adalah keturunan penulis terkenal itu, dia tak ada bakat dalam menulis cerita"Kata Mey, ya, menusuk sekali kata-katanya


"Aaaahhh!! Mey-!!"


"Duh, ribut lagi deh"


Begitulah hari-hari kami, selalu diselingi keributan antara aku dan Mey, dan seperti biasa, Alicia akan melerai kami berdua, meskipun itu adalah hal yang sia-sia.


____________________________


Bento : Makan Siang dalam bahasa Jepang