
Baiklah dari pada membuang waktu dengan berbagai fakta, mending aku lanjut membaca buku ensiklopedia yang ku beli seusai mengurus suatu hal yang penting
"Dek, juri yang menantang kamu di olimpiade di temukan tewas kemarin malam dengan badan yang hancur lebur" ucap kak Satria yang tiba tiba masuk ke kamarku tanpa mengetuk pintu. Wajahnya tampak terkejut
"Dimana?" Memang aku telah menceritakan tentang apa saja yang terjadi di olimpiade waktu itu
"Di rumahnya. Dia dan anaknya di bunuh, sedangkan suaminya lagi di luar kota" ucap kak Satria
Siapa yang ngebunuh yah? Kayaknya emang banyak yang benci sama dia haha - batinku menyeringai
"Woy dek, jangan ketawa ketawa sendiri. Kakak jadi merinding liatnya. Atau jangan jangan kamu yang ngebunuh jurinya karena kesal?" Ucapnya ngelantur
"Yee mana ada. Ngapain juga ngebunuh dia? Buang buang waktua aja" ucapku santai
"Kalian berdua disini ternyata. Dari tadi bunda nyariin loh" ucap bunda
"Eh bunda, ngapain nyari kita?" Tanya kak Satria
"Nanti malam kita bakal dinner diluar. Bunda lagi pengen banget soalnya. Gimana? Mau kan?" Tanya bunda
"Iya bunda, nanti malam kita pergi dinner" ucapku
"Eh ini ada kue, hampir aja lupa hehe. Tadi bunda buatin untuk kalian, yah masih nyoba nyoba sih. Tapi semoga aja rasanya enak" bunda tersenyum
☠️☠️
Saat ini aku tengah berdiri di depan bangunan yang terlihat menyeramkan tapi sangatlah besar. Aku pernah kesini waktu berumur tiga tahun bersama papa dan kakakku. Sebenarnya saat itu mama melarang kami untuk ikut, tapi karena rasa penasaran dari kami berdua, akhirnya mama mengizinkan dengan syarat papa jangan mengajarkan kami membunuh, itu saja
Jika mengingat kenangan menyenangkan itu lagi hatiku merasakan rindu yang sangat mendalam. Ambisi untuk mencari siapa dalang dari pembunuhan itu kian menguasai diriku. Apapun yang terjadi, sebesar apapun bahaya yang akan datang, akan ku pastikan bahwa aku akan menemukan dalang dari semua kehancuran hidupku
Ini adalah langkah awal. Dengan menjadi leader mafia besar dan berlatih dengan keras pasti aku akan menguasai dunia kelam ini. Ya walaupun aku harus memasuki dunia yang penuh dengan kegelapan untuk ambisiku, itu tak masalah
"Selamat siang miss Aurel, senang melihatku kesini lagi. Aku merasa sangat terhormat karena bisa bertemu denganmu" ucap seorang pria berbadan kekar dengan tubuh yang menjulang tinggi. Tak lupa dengan kulit kuning langsat dan wajah tampan yang ia miliki. Namanya Sean, dia adalah sahabat lamaku. Akhirnya kita bisa bertemu lagi setelah sekian lamanya
"Kenapa melihatku seperti itu? Mau ku jadikan makanan serigala?" Tanyaku dengan tatapan tajam seakan bisa membunuh mereka dalam sekejab. Ada yang menciut, dan ada juga yang sok berani, haha aku suka kalau seperti ini
"Kau kira aku akan takut dengan gadis kecil sepertimu huh?" Ucapnya menantang. "Mari kita buktikan siapa yang akan menjadi makanan serigala, kau atau aku" lanjutnya
"Hey minta maaflah. Karena beberapa menit lagi nyawamu akan melayang. Kau mau mati konyol?" Bisik Sean yang masih bisa di tangkap oleh indra pendengaranku. Penjaga itu merinding seketika, mungkinkah dia salah mencari lawan? Tapi jika melihat postur gadis di depannya, pasti akan di kalahkan dengan muda
"Ayo kita mulai sek-... Akh" pekik prajurit sembari memegang bagian jantung yang di tembus dengan timah panas milikku. Matanya melotot, lalu perlahan tumbang. Penjaga lain menatap temannya yang sudah mati bersimbah darah dengan wajah yang tak bisa diartikan
"Kau sudah datang rupanya Mr.Barclay" ucap sang leader mafia
Semua orang terkejut dengan sebutan yang sang leader ucapkan. Bagaimana tidak? Marga Barclay adalah marga dari mantan leader mereka. Leader yang di kenal sebagai leader terkejam di dunia melebihi leader mereka saat ini
"Ayo masuk" kami memasuki markas yang dominan berwarna hitam merah agar memberi kesan menyeramkan nan elegant
"Kumpulkan semua anggota" ucap Mr.Kamme lantang. Ku pikir dia hanya bisa melawan, ternyata dia bisa setegas ini haha
"Jangan menertawakanku Mrs.Barclay" ucap Mr.Kamme malas
Dalam waktu tiga menit barisan langsung menjadi sangat rapi. Ruangan yang tadinya sangat luas kini menjadi pengap dengan banyaknya anggota. Badan mereka terlihat sangat terawat dengan otot yang besar dan kuat
"Dengarkan baik baik. Saya tidak akan mengulangi ini untuk kedua kalinya" ucap Mr.Kamme memulai penobatanku menjadi leader baru
"Kalian tahu jika sekarang saya sudah cukup tua untuk menjaga kelompok mafia sebesar ini. Maka dari itu, dengan ini saya menyatakan bahwa Mrs Aurel yang akan menggantikan jabatanku menjadi leader baru" semua orang bertepuk tangan
"Dan ingat satu hal. Jangan pernah meremehkan Mrs Aurel jika tidak ingin mati konyol seperti penjaga di depan" semua orang mengidik ngeri mendengarnya
"Baiklah say akan membacakan biodata dari leader baru kita" ucap Troy, tangan kiri leader. Dia mulai membuka kertas berwarna hitam dengan tinta biru tua. Kertas yang sangat sulit di baca oleh mata orang biasa
"Kirana Aurellia Barclay. Lahir di Indonesia pada 02-02-2000. Dia adalah anak dari Mr Zake dan Mrs Syanrylne. Mrs Aurel menguasai berbagai macam beladiri sekaligus menduduki tingkat tertinggi dalam setiap beladiri yang ia kuasai. Hobinya adalah membaca. Badan tinggi, kulit putih, mata hijau, rambut cokelat, bentuk wajah sempurna adalah ciri ciri dari sang leader" setelah itu Troy kembali ke tempat semula