On Going Pt 1

On Going Pt 1
6| Kisah Yang Dulu



Huh?


Aku menggambil kertas kuning itu dengan hati hati. Takutnya nanti bakalan sobek. Kertas itu adalah satu satunya informasi yang orang itu tinggalkan secara sengaja. Entah apa yang ia pikirkan sampai-sampai memberikan informasi pada korbannya sendiri


Yang aku ingat adalah ia mengatakan bahwa ia melakukan semuanya karena terpaksa. Cih! Yang benar saja. Aku akan tetap mencari kelompok mafia yang sudah berani membunuh keluargaku di depan mataku sendiri. Rasa sakit ini tidak akan pernah selesai bahkan setelah aku membunuh mereka semua


"Makasih kak, untung aja ngga ilang" ucapku menghela nafas panjang. Kak Satria mengangguk, "kita foto aja kertas ini, soalnya rentan banget " saran kak Satria


Kak Satria berjalan keluar lalu kembali dengan kamera berwarna hitam di tangannya. Ia mulai membidik kamera untuk memperjelas gambar


"Orang itu seperti tak ikhlas memberikan informasi ini" ucapku malas. Kertas kuning ini berisi informasi yang tertulis dengan bahasa dan beberapa pola yang bahkan belum pernah ku lihat sebelumnya


"Hahaha kau benar Ran. Ini sangat membingungkan, tapi tenang saja, kita pasti bisa memecahkannya" ucap kak Satria yakin


☠️☠️


Malam ini aku diajak bertemu dengan orang yang menolongku saat kejadian dimana pembunuhan itu berlangsung. Semoga saja aku bisa mendapatkan sedikit informasi darinya. Kami berencana bertemu di suatu café kecil di pinggir jalan yang sepi pengunjung dengan tujuan agar tidak ada yang mendengar perbincangan kami


"Selamat malam Mrs.Barclay, maaf membuatmu menunggu" ucapnya formal


"Berhenti memanggilku dengan marga itu Mr.Kamme" ucapku tegas


Barclay adalah marga keluargaku. Sekarang aku tidak memakainya karena tidak ingin berlarut dengan kesedihan. Pastinya nanti aku akan menggunakan marga itu lagi setelah aku membalaskan semua rasa sakit yang aku rasakan selama ini. Kesedihan yang mendalam, kesendirian, dan kata menyerah yang sangat sering terucap


"Jadi apa yang ingin kau bicarakan Mr.Kamme?" Tanyaku to the point. Aku sangat berharap jika Mr.Kamme akan membicarakan hal yang penting


"Kau sangat tidak sabaran Mr.Barclay, sama seperti papa mu" aku mendengus sebal. Dia adalah pria tua yang menyebalkan yang sialnya memiliki hati yang baik dan kesetiaan yang tinggi saat ia masih bekerja dengan papa


"Hahaha baiklah Mr.Barclay, aku mengundangmu disini karena aku ingin menyerahkan kelompok mafia yang papa mu dirikan ke tanganmu. Aku sudah terlalu tua untuk misi berbahaya ini, dan aku percaya bahwa kau pasti bisa menghadapi setiap rintangan ajal di dalam misi" ucap Mr.Kamme kelewat santai


Aku sih terima terima saja. Lagi pula aku suka tantangan, tapi tantangan kali ini sangat besar. Dan aku harus menanggungnya sendiri. Entah siap atau tidak, namun aku harus melakukan ini walaupun nyawa menjadi taruhannya. Menjadi pemimpin kelompok mafia juga mempermudahku mendapatkan informasi


"Aku setuju" ucapku mantap


"Kamu benar benar memiliki sifat sama persis seperti Mr.Zake" ucap Mr.Kamme


"Ya! Dia ayahku jika kau lupa fakta itu" ucapku ngegas. Pria tua ini sangat menyebalkan dan suka mengejek. "Hey, tidak semua anak memiliki sifat yang sama persis seperti orang tua nya" benar juga hahaha


"Hahaha baiklah. Dan untuk kelompok mafia, ku rasa kita harus bertemu besok malam. Aku akan mengirimkan alamatnya nanti" ucapnya. Ternyata aku tidak mendapatkan informasi apapun, tapi tak apalah. Ini cukup seru dan berbahaya, dan aku suka


"Kau mencari informasi apa? Tanyakan saja padaku" tanya Mr.Kamme. shit! Aku lupa kalau dia bisa membaca pikiran. "Aku memang bisa membaca pikiran Mrs.Barclay, dan itu di ajarkan oleh ayahmu yang hebat itu" ucapnya lagi


"Kau tidak mempunyai informasi sedikit saja mengenai kasus pembunuhan keluargaku?" Tanyaku serius


"Aku tidak memiliki banyak informasi, untuk dalang dari pembunuhan itu adalah musuh terbesar dari kelompok mafia yang ayahmu dirikan, namanya Jaco. Dia adalah pemimpin kelompok mafia bernama-..." Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, aku langsung menyela


"Hidden Black?" Tanyaku. Mr.Kamme mengangguk mantap


"Kau tahu? Dulu ayahmu dan Jaco bersahabat baik. Kemana pun ayahmu pergi, pasti disitu ada Jaco dan sebaliknya. Mereka sahabat yang bahagia sedari SMP, suatu hari Jaco mengatakan bahwa ia mau membangun kelompok mafia dengan ayahmu. Dengan tekat yang kuat, akhirnya mereka membangun kelompok mafia kecil. Semakin hari kelompok itu semakin terkenal dan berkembang pesat. Namun suatu hari ada misi yang mengharuskan Jaco pergi meninggalkan kedua orang tuanya, dan Jaco menitipkan kedua orang tua nya pada ayahmu. Saat Jaco pulang, kedua orang tua nya meninggal di tempat dengan darah yang mulai mengering" jelas Mr.Kamme


Aku terkejut? Tentunya. Aku masih tidak percaya jika ada sahabat yang memutuskan persahabatan tanpa mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Semuanya begitu rumit, keluargaku menjadi sasaran balas dendam yang menciptakan luka yang besar. Aku percaya jika papa tidak mungkin membunuh orang tanpa sebab


Maka dari itu, misiku bertambah. Ini sedikit membuat kepalaku terasa pusing. Banyak hal yang harus di pecahkan. Aku ingin seseorang dapat membantuku untuk memecahkan masalah ini, tapi misi ini sangat rahasia dan menyangkut keluargaku dengan beberapa kelompok mafia kejam


Kalau aku terus meminta tolong kak Satria, itu tidak mungkin. Aku tak akan membiarkan orang yang aku sayangi berada di dalam bahaya lagi, aku tak ingin jika kak Satria merasa terbebani dengan semua ini. Biarkan aku melewati ini sendiri tanpa ada campur tangan bunda maupun kak Satria. Aku akan memberikan batasan untuk kakakku itu


"Baiklah, terima kasih atas informasi dan ceritanya. Itu sangat berharga bagiku, ohya untuk besok malam, akan ku usahakan untuk datang" ucapku formal


"Baiklah Mrs.Barclay. Terima kasih telah menyempatkan diri untuk datang kemari dan bertemu denganku. Sangat terhormat rasanya aku bertemu kembali dengan calon leader mafia sepertimu" ucapnya


"Ada yang menguping pembicaraan kita. Tangkap orang itu dan bunuh dia" ucapku dalam hati. Petikkan jari dari Mr.Kamme terdengar, salah satu bodyguard langsung menangkap seorang pria yang memakai hoodie berwarna biru tua dan menyeretnya secara kasar


"Sangat persis seperti kekejaman ayahnya" gumam Mr.Kamme


Setelah itu, aku pun memutuskan pulang ke rumah. Waktu menunjukkan pukul sembilan malam. Ternyata aku berbincang dengannya cukup lama


Huft


Hari ini informasi bertambah banyak sekali. Dan cukup melelahkan


"Kamu dari mana?" Tanya kak Satria


"Jalan jalan aja sih, aku bosen dirumah soalnya" ucapku cemberut. Acting di mulai agar kak Satria tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi


"Kenapa ngga ngajak kakak? Kenapa pergi sendiri? Kalau ada yang nyulik gimana? Kalau di bunuh trus organnya di jual gimana? Kalau-..." Ucapnya berturut turut


"Aku kan udah pulang, nih gak ada luka juga kan?" Ucapku


"Sayang kamu udah pulang? Kok keluar malem malem sih? Bunda khawatir banget tau" ucap bunda yang tiba tiba datang. "Hehe maaf bunda. Gak ulangin lagi deh" ucapku


"Yaudah ayo kita makan malam. Dari tadi Satria sama bunda nungguin kamu" ucap bunda. Jadi mereka belum makan malam? Astaga aku jadi merasa bersalah


☠️☠️


Hallo


Sorry banget karena baru bisa upload:(



Author lagi sibuk sama UAS soalnya hehe. Btw do'ain yah semoga nilaiku bagus



Semangat buat kalian yang lagi UAS juga✌🏻 semoga hasilnya memuaskan


Hari ini ultahnya WWH x Universal Handsome loh🥳💜 a.k.a 김석진💜 trus kita di kasih hadiah lagu (Abyss by Jin)💜 sweet banget gak tuh. Siapa yang ultah, siapa yang ngasih kado:) kebalik sih sebenarnya ㅋㅋㅋㅋㅋ