Ocean of Love

Ocean of Love
serangan para devil



Semua siswa sedang asyik bermain bola voli dan tenis di lapangan, ketika tiba-tiba suasana berubah menjadi mencekam. Dari kejauhan, tampak bayangan hitam yang semakin mendekat. Mereka adalah para Dark Devil, pemburu Batu Kehidupan yang hanya diketahui keberadaannya oleh Luna.


Zephyr, pemimpin para Dark Devil, berbicara dengan suara yang menggema, "Kami mencium aroma Batu Kehidupan di sini. Siapa pun yang memiliki Batu Kehidupan, serahkan sekarang, dan kami tidak akan menyakiti kalian."


Semua siswa berteriak dan berusaha menghindar. Zephyr mengeluarkan bola api dari tangannya, merusak lapangan bola. Luna, yang bersembunyi di balik teman-temannya, tidak mengatakan sepatah kata pun tentang Batu Kehidupan.


Zephyr berteriak, "Cari Batu Kehidupan itu! Hancurkan apa saja yang menghalangi!"


Kalin menarik Luna, "Kita harus berlari, Luna! Cepat!"


Luna dan Kalin berlari sekuat tenaga, bersembunyi di dalam ruang ganti pakaian perempuan dan mengunci pintunya.


Kalin (berbisik): "Luna, siapa mereka? Kenapa mereka mencari Batu Kehidupan?"


Luna (berbisik): "Aku tidak tahu, Kalin. Tapi kita harus tetap tenang dan mencari cara untuk keluar dari sini."


Suasana menjadi semakin tegang. Mereka bisa mendengar suara langkah kaki para Dark Devil semakin mendekat. Mereka harus bertindak cepat untuk melindungi Batu Kehidupan dan diri mereka sendiri.


Tiba-tiba, salah satu Dark Devil menemukan keberadaan Luna dan Kalin. Dia menatap kalung yang dikenakan Luna dan berkata, "Itu dia! Batu Kehidupan yang kami cari! Serahkan padaku sekarang!"


Kalin terkejut, baru menyadari bahwa Luna adalah target para Dark Devil. "Luna, kenapa kamu tidak bilang sejak tadi?"


Sebelum Luna bisa menjawab, Dark Devil tersebut langsung menyerang mereka. Kalin sigap melindungi Luna dan terkena serangan Devil. Kalin terluka parah dan pingsan.


Luna menangis melihat teman baiknya terluka. "Kalin, maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyembunyikan ini darimu."


Tiba-tiba, kalung Batu Kehidupan yang dikenakan Luna menyala terang, memberinya kekuatan baru berupa air. Luna merasa kekuatan mengalir dalam tubuhnya.


Luna (berteriak): "Kalian tidak akan bisa mengambil Batu Kehidupan ini! Aku akan melindunginya dengan segala cara!"


Pertarungan sengit pun terjadi antara Luna dan para Dark Devil. Luna menggunakan kekuatan airnya untuk melawan mereka, menghantam satu per satu Devil dengan ombak besar.


Dark Devil yang menyerang Kalin berteriak, "Kau tidak akan bisa mengalahkan kami semua, gadis kecil!"


Namun, Luna tidak menyerah. Dia terus melawan, berharap bisa menyelamatkan teman-temannya dan sekolahnya dari kejahatan para Dark Devil. Pertarungan semakin menegangkan,


Dalam sekejap, Luna dan Kalin terlempar oleh serangan para Dark Devil. Kalin terhempas dan pingsan, membuat Luna semakin marah.


Luna (berteriak): "Kalian akan membayar ini!"


Dengan amarah yang membara, Luna mengeluarkan bola-bola air dari tangannya. Bola-bola air itu melesat dengan kecepatan tinggi, menghantam para Dark Devil yang mencoba mendekat dan membuat mereka terhempas.


Sementara itu, para Dark Devil terkejut melihat kekuatan baru Luna. Mereka mencoba melawan, namun bola-bola air Luna terlalu kuat untuk mereka tahan.


Pertarungan itu semakin menegangkan. Luna, meski sendirian, berjuang dengan gigih melawan para Dark Devil. Dengan setiap serangan, dia semakin dekat untuk mengalahkan mereka dan menyelamatkan teman-temannya.


Saat pertarungan berlangsung, para siswa yang bersembunyi di kejauhan hanya bisa melihat gelombang air besar yang melindungi Luna dan Kalin. Mereka tak bisa melihat apa yang terjadi di balik gelombang itu, namun mereka bisa merasakan getaran kuat dari pertarungan antara Luna dan para Dark Devil.


Luna (menggumam): "Aku harus melindungi mereka semua. Aku tidak boleh membiarkan mereka tahu tentang Batu Kehidupan."


Dengan kekuatan Batu Kehidupan, Luna melancarkan serangan air yang lebih dahsyat. Ombak besar muncul dari tangannya, mengepung para Dark Devil dan membuat mereka terpojok.


Dark Devil (berteriak): "Tidak mungkin! Bagaimana bisa dia memiliki kekuatan sebesar ini?!"


Luna (menyeringai): "Kalian tidak akan pernah bisa mengalahkan persahabatan dan kekuatan yang kami miliki!"


Akhirnya, para Dark Devil kewalahan oleh kekuatan Luna dan mulai mundur. Mereka sadar bahwa mereka tidak bisa mengambil Batu Kehidupan dari Luna dan teman-temannya.


Luna, yang telah berjuang mati-matian, merasa lega melihat para Dark Devil pergi. Dia segera bergegas untuk memeriksa kondisi Kalin dan teman-temannya yang lain, sembari memastikan bahwa gelombang airnya telah menutupi segala bukti tentang Batu Kehidupan dan kekuatan barunya.


Pertarungan sengit itu berakhir


Zephyr, pemimpin para Dark Devil, merasakan kekuatan dahsyat yang dikeluarkan oleh Luna. Dia merasa terkejut dan takut, sesuatu yang jarang dia rasakan.


Zephyr (berteriak): "Semua mundur! Kita harus kabur!"


Dark Devil lainnya (bingung): "Tapi, Panglima... kita belum mendapatkan Batu Kehidupan."


Zephyr (menggertak): "Kalian merasakan kekuatan itu, bukan? Itu bukan kekuatan biasa. Kita tidak bisa melawannya sekarang."


Dengan perintah dari Zephyr, para Dark Devil mulai mundur. Mereka meninggalkan sekolah, meninggalkan Luna dan siswa-siswa lainnya.


Zephyr (menggumam): "Kita akan kembali, Luna. Kita akan kembali untuk Batu Kehidupan itu."


Sementara itu, Luna masih berdiri di tengah lapangan, menatap para Dark Devil yang pergi. Dia merasa lega, tapi juga khawatir. Dia tahu bahwa para Dark Devil akan kembali. Tapi untuk saat ini, dia berhasil melindungi teman-temannya dan sekolahnya.


Luna (berbisik): "Terima kasih, Batu Kehidupan. Aku akan melindungimu, tidak peduli apa yang terjadi."


Dengan itu, Luna kembali ke teman-temannya. Dia memastikan mereka aman, dan berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan selalu melindungi mereka, tidak peduli apa yang terjadi.