NEW WORD FRAGMENT

NEW WORD FRAGMENT
penduduk benua terlupakan



saat ini kami sedang menjaga pinggir pantai, jumlah kami di pulau atau benua ini hanya berkisar seribu kepala keluarga dan sebagian besar adalah anak remaja yang belum tau apa apa tentang benua yang kami tinggali. satu tahun yang lalu benua ini masih penuh dengan manusia dan binatang dan tumbuhan namun, entah apa yang terjadi, saat itu aku hanya bisa melihat banyak dari kami yang tubuhnya mencair, di mana sebuah asap tebal mengelilingi benua yang kami diami. para tetua waktu itu menganganggap bahwa ini adalah proses dunia ini menuju pintu keabadian ( namun apa yang terjadi hanyalah delusi belaka). mereka mati dengan cara paling mengenaskan. entah , mungkin dewa sedang marah pada kami. namaku maria hasimoto benua yang kami tinggali bernama "benua laut tengah".


kami hidup dengan berburu di hutan yang penuh dengan hewan herbifora, ada juga hewan karfora, kami tidak memilih milih makanan, apa yang kami lihat maka itu akan menjadi santapan kami.


aku waktu itu berfikir bahwa dunia itu sangat sempit, hingga hanya bergerak di daerah itu itu saja.


pasca tragedi itu entah dari mana asalnya sebuah benda terapung bergerak ke arah dunia kami. banyak orang yang turung dari benda tersebut, ada selusin yang memakai pakain mewah ada juga yang membawa benda seperti yang sering kami gunakan saat berburu, namun warnanya terlihat indah berkilau saat terpapar dewa cahaya yang senantiasa menjaga kami saat sang dewa kegelapan menlingkupi penglihatan kami( menurut para tetua, cahaya yang ada di langit adalah dewa cahaya, saat kami tidak bisa melihaat apa apa maka pada saat itu dewa cahaya sedang tertidur, hingga dewa kegelapan mengambil alih tempatnya).


saat mereka semua telah menjauh dari benda terapung itu kami yang penasaran dengan mereka akhirnya menyerbu dan ingin mengintrogasi mereka semua.


tapi apa yang kami inginkan tidak sesuai dengan apa yang kami harapkan, seorang pemuda yang paling depan memimpin rombongan itu, berbicara pada kami saat anak panah yang kami gunakan melesat menyerbu satu meter dari posisi mereka berdiri. mereka berbicara pada kami, namun bahasa yang mereka pakai berbeda dengan bahasa yang kami gunakan di dunia kami.


akhirnya aku berucap dengan menggunakan bahasa tubuh, yah saya berfikir mungkin mereka dapat memahami apa kata kami kalau kami menggunakan bahasa tubuh,


" hey kalian ini siapa ?, ucapku dengan gerakan tambahan tiap aku mengucapkan kata demi kata.


seorang pria yang aku perkirakan adalah pemimpin kelompok itu, tersenyum. ia juga berucap namun dengan tambahan gerakan tangan dan juga mimik wajah, aku memperhatikan gerak tangan dan gestur wajahnya sebab aku sama sekali tidak tahu apa yang ia ucapkan dari gerakan tangan dan gestur wajah aku dapat memahami kata kunci dari ucapannya " hai, aku seorang putra mahkota dari dataran jauh di dunia ini, aku datang ke tempatmu karena aku berfikir ini adalah dunia inti, namun sepertinya aku salah, apa aku boleh tau ini daratan apa ?" "ucap dan tanya nya padaku "


megetahui siapa dan dari mana ia berasal aku berbalik dan memberi tahu anggota timku, memberitahu mereka siapa rombongan ini. teman temanku merasa tidak percaya namun setelah melihat mereka kembali nampak binar mata yang lebih kearah antusiasme, termasuk diriku.


berjalan kehadapan mereka, aku berucap " wah, dunia ini sungguh lucu, berfikir kalau bangsa kami adalah satu satunya dunia ini, namun nyatanya ada bangsa lain yang juga mendiaminya.


benua inti.


semua orang dari berbagai pelosok terlihat berjalan masuk le benua kami, aku baru pertama kali melihat mereka, semenjak terbangun aku masih bingung dengan apa yang terjadi, entah apa penyebabnya hanya satu ingatan yang masih tersimpan rapi di dalam ingatanku karya yang kami ciptakan telah di sabotase oleh anggota tim kami sendiri. ia di bantu oleh sekumpulan orang terbelakang yang dengan mudahnya berucap " dunia baru dengan tuhan sebagai pemimpin " haa, sebuah pengkerdilan pemikiran, kujur saja aku tidak percaya tuhan, namun ada sebuah keyakinan dalam diriku mengakui bahwa hidup ini di kontrol oleh "OKNUM" yang entah siapa dan sedang apa !.


sebuah zat yang kata orang adalah zat yang snagat suci, tidak terlihat namun nyatanya ada.


sebuah keyakinan yang hanya dapat menjadi konsumsi pribadiku. sebab bila terucap hanya akan ada satu kata untukku "SANG TABUH " dunia itu dengan orang - orangnya yang lucu mendiskreditkan sebuah pemikiran, membatasi cara pandang, memojokkan paham yang menurut mereka keluar dari "NORMA". hingga lahir paham paham radikal pemikiran dengan mengatas namakan " THE POWER OF HUMAN, THE POWER OF GOD dan THE POWER OF LIBERTY, tambahan lainnya kalian dapat pahami sendiri. megkotakkan sebuah pemikiran terbelakang untuk sebuah kebaikan namun yah tetap pakai sampul lama. kemajuan ummat manusia di bumi sama halnya taik ayam awalnya panas namun berujung hanya cerita kemarin sore,


alat yang kami ciptakan sejatinya masih perlu untuk di kaji lebih lama lagi, sebab kami paham akan dampak pada seluruh kehidupan di bumi, yah mungkin akan terjadi mutasi genetika pada seluruh kehidupan di muka bumi, seperti yang sekarang kurasakan, seluruh tubuhku sudah transparan seperti gelembung udara namun masih bisa bergerak layaknya manusia, ah lebih cocok di sebut manusia tembus pandang, aku suka gaya ini setidaknya aku bisa mencuri uang tampa ada polisi yang akan menangkapku.. hihihihi.


benua terlupakan


berjalan menjauh dari pinggir pantai memasuki jalan setapak, aku ,elangkahkan kakiku dengan langkah seorang tahanan meski tidak di tahan, yah tapi setidaknya dengan pola langkah seperti siput ini, agak mirip lah, setelah percakapan tadi dengan pemimpin orang orang yang melakukan penyergapan pada kami, akhirnya aku bisa bernafas lagi dengan legah setidaknya kami baik baik saja.


mungkin perjalanan ini masih jauh dari harapan kami, sebab benua ini ternyata masih serpihan dari benua utama atau benua baltik timur dan baltik barat.


perjalanan kedalam pulau akhirnya terhenti di sebuah pintu goa, yang tertutup batu, maria nampak mengetuk pintu batu tersebut dengan nada yang cukup membuatku terperangah, sebuah nada indah yang cukup ku kenali, nada yang menjadi ciri khas lagu kebangsaan kami. keheranan melanda diriku saat sebuah lirik terdengar keluar dari lubang kecil dari dinding batu tersebut. haaa, sulit di percaya semua sama tidak ada ragu di hatiku, aku yakin kami ini sebangsa yang terpisah oleh sebuah hal. memang liriknya di beberapa bait berubah namun makna di awal lirik yang berbunyi "wahai dewa lihatlah ummatmu, memujamu, memanjatkan namamu, engkaulah pelita kami, jiwa ini tunduk dan patuh padamu....." lanjutannya sudah berubah dengan bahasa mereka. agak lain rasanya namun inilah dunia kami, terlalu banyak misteri di dalamnya.


apa dunia memang seperti itu ?