
*laporan terakhir menyebutkan bahwa telah terjadi penyebaran virus di seluruh dunia, bahkan bunker bungker yang telah di siapkan sejak lama oleh para the founden father untuk penyelamatan berskala besar, tidak mampu untuk meredam penyebaran viris tersebut, hal ini terjadi karena beberapa faktor, terutama di sebabkan adanya seorang penyintas yang diam diam menyematkan dirinya dalam antrian dan di duga menggunakan identitas saudara kembarnya, agar dapat meloloskan diri dari pihak keamanan pintu bunker.
kabar lainnya penyebaran virus telah mempengaruhi beberapa mahluk hidup yang hidup di alam bebas, terjadi mutasi yang mengerikan, tak hanya mengubah perilaku hewan liar di alam bebas virus tersebut juga menyebabkan mutasi ekstrim pada manusia manusia yang terjangkit, hingga laporan ini
diturungkan, kemp pengungsian di masing masing wilayah terinveksi telah nihil laporan*.
( bencana tahun 2222, bulan ke 11 menuju sistem penanggalan baru. 24 jam menuju era baru, aktif hitung mundur di mulai 23.59 to 00.00 )
Sebuah kalimat panjang terdengar di headset yang menempel di telingaku, bencana yang kami anggap hanya sebuah khiasan telah melanda seluruh negeri, negeri kami yang menjadi sasaran utama bencana ini tidak menduga, begitu kejinya sebuah kehidupan di jadikan bahan uji coba, yang ujung ujungnya menghancurkan bukan hanya negara kami yang terdampak namun seluruh negeri, haa,
penyebaran virus ber skala besar tersebut, tak sedikit yang telah menjadi korban di dalamnya bahkan aku yang sedang menuliskan cerita ini, sudah dalam keadaan setengah vegetatif hanya bagian pinggang keatas yang masih bisa ku gerakkan, kalau cerita ini berlanjut mungkin yang menulis adalah seseorang di luar sana, mungkin dia selamat dari bencana maha dahsyat ini. oh ya sempat terlintas dalam fikiranku, apa aku bisa hidup lembali ? mungkin setelah seluruh virus ini menggerogoti seluruh tubuhku, aku akan menjadi mahluk liar tidak berakal, atau jaman para dewa akan kembali berkuasa atas tanah kelahiran mereka ? yang aku bisa saksikan saat terakhirku adalah " aku melihat cahaya dari langit sangat indah hingga nafasku berhenti ".
.............................................................
Dunia telah kembali le asalnya. mungkin masih ada kehidupan, mungkin masih ada peradaban di bawah tanah sana, namun begitu aku bangun dari tidurku seluruh tubuhku serasa amat sangat kaku, mungkin pengaruh hibernasi yang sangat panjang, perkenalkan aku yoga adrian, aku menemukan hp ini dan bisa membagi pada kalian yang sedang membaca cerita ini sebagai tanda bukti bahwa era kekacauan masih berjalan saat aku menulis kembali cerita dari penulis sebelumnya, dia tidak berhasil bangkit, mungkin dia sudah menyerah makanya tubuhnya yang menyatu di tanah tidak bisa mengakses kehidupannya lagi.
berjalan menjauh, detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun sudah terlewati. namun hingga saat kembali menyapa kalian aku belum bisa berhenti mencari dari mana sumber frekuensi yang sempat terdengar di telingaku.
8
jauh di ujung selatan kutub terluar (batas bumi kita gunakan konsep bumi datar, dimana perpektif bumi tidak kita masukkan kubahnya yang merupakan bagian dar lapisan bumi itu sendiri) d7 bagian terdalam kutub tersebut masih tampak jejak kehidupan beberapa hari yang lalu, terlihat masih ada beberapa sumbu perapian menyala di beberapa tempat termasuk di sebuah rumah yang cukup besar, tergelatak beberapa tubuh manusia yang masih dalam keadaan membeku di depan perapian yang menyala di dalam rumah tersebut, seorang wanita tampak berjalan dengan penuh semangat yang membara, ia merasa bahwa bahan makanan untuk kedepannya tak perlu lagi ia khawatirkan, jejak darah yang begitu banyak menghiasi tempat tersebut. kalau kalian berfikir wanita itu seorang kanibal maka jawabnya bukan, manusia beku yang ia temukan bukan untuk di makan namun dalam perspektif pemikiran masa lalunya yang seorang peneliti ,menganggap bahwa masih ada jejak kehidupan dari tiap manusia beku yang ia temukan, uap masih terlihat dari tiap manusia beku tersebut, entah bagaimana tapi semua kemungkinan yang kalian anggap tidak penting dan hanya jadi khayalan itu telah berubah sejak dunia ini mengalami fase pemusnahan massal.
darah yang masih segar itu adalah darah binatang melata yang hidup di atas permukaan ruang bawah kutub es tersebut, tingkat pertahanan diri binatang begitu sangat ekstrim, bahkan melampaui segala hal yang berhubungan dengan penjelasan para cendikiawan dan ilmuan di masa lampau.
manusia beku yang wanita itu temukan di beberapa tempat dalam keadaan vegetatif, semua seakan mati namun daya tahan mereka terhadap suhu dan perubahan yang berskala besar masih bisa mempertahankan eksistensi mereka.
si wanita berjalan perlahan untuk mendapatkan kehangatan di depan perapian tersebut lantas ia bergumam " masih adakah aku yang lain di luar sana, masih adakah aku yang hidup dan terus mencari aku yang lainnya , ini sudah 1 dasawarsa setelah kejadian itu, yang membuatku terpaksa mengurung diri di tempat dingin ini. apakah ada aku di luar sana ? semoga aku dan aku yang lain masih ada. sungguh hidup dengan manusia beku belum bisa membuatku merasa terhibur, hidup sendiri rasanya begitu membuat pikiranku menjadi gila... adakah aku yang lain ?
bersambung