NEW WORD FRAGMENT

NEW WORD FRAGMENT
perjalanan anak sang kaisar



satu minggu berselang setelah janji mereka, hari ini setelah berbagai pendataan yang telah di rampungkan, menganalisa serta memutakhirkan data serta mensinkronkan data serta daftar penduduk yang telah terbangkitkan, sang kaisar telah memutuskan akan memberangkatkan dua kelompok terdiri dari : satu kelompok dengan terdiri dari para pangeran, putra mahkota, dan juga para putri, serta beberapa warga yang memiliki kekutan terbangkitkan yang cukup mempuni. sedang kelompok lainnya adalah campuran prajurit khusus dan juga beberapa warga yang ahli dalam pertnahanan dan juga penyerangan serta kecepatan yang di luar nalar


(info : penduduk di wilayah pendudukan kekaisaran ellions adalah penduduk ahli dimana setiap individu wajib memiliki keterampilan dalam ilmu bela diri baik dasar maupun ahli, mereka juga di wajibkan memgolah ilmu tenaga dalam a.k.a ilmu kanuragan sebagai bentuk pertahanan diri tiap individu agar bisa mempertahankan dan melindungi dirinya bila terjadi sesuatu yang tidak di inginkan).


mereka berdiri di masing - masing kelompoknya. dengan posisi berbaris berdiri tegap menhadap ke arah kursi tahta yang sedang di duduki sang kaksar.


serentak


" hormat pada kaisar agung "


sang kaisar


"hormat kalian saya terima, tetap di posisi kalian dan dengar perintahku"


serentak


"siap yang muliya"


kaisar


" perjalanan kalian mungkin akan memakan waktu yang lama dan tidak dapat di prediksi akan seberapa lama kalian dalam menempu jarak . letak geografis, bentuk pulau, posisi dan arah peradaban tersebut kita tidak tau ada di bagian mana, namun berdasar pada catatan leluhur, yang selama satu minggu ini zen ini baca dan juga mengamati beberapa litertur yang berkaitan dengan peradaban ini, maka zen ini dapat menyimpulkan bahwa jalur yang tepat untuk ekspedisi jangka panjang ini kalian akan mengarah ke- arah arah timur. berdasarkan peta lama, sebenarnya benua ini ada di tenggara daratan yang akan kalian eksplorasi, namun karena ada perubahan geografis pada pada tata letak benua, maka kemungkinan daratan tersebut telah berpindah ke sudut lain. dan untuk putra dan putriku satu pesan ayahanda kalian harus kuat , dunia luar lebih kejam dari hutan belantara, tidak ada yang akan tahu, akan seperti apa dunia di balik benua ini. ingat kalian harus saling menjaga, dan juga saling melindungi. pasang mata dan telinga kalian, berita dari burung akan sangat berarti saat perjalanan kalian di mulai. ucapa sang kaisar mengakhiri petuahnya pada kedua kelompok yang akan melakukan ekspedisi pencarian benua "baltik".


sesaat kemudian sang kaisar melirik dan menganggukkan kepalanya pertanda izin darinya untuk permaisuri,


permaisuri yang mengerti maksud dari anggukan kepala tersebut lantas ikut mengangguk dan mulai berdiri dari dudukannya sesaat lalu, berjalan kearah mimbar dan berdehem sebagai "kode" untuk setiap orang yang hadir dalam acara pelepasan kelompok ekepedisi tersebut. lantas semua orang dalam aula pertemuan mulai memperhatikan sang permaisuri, " untuk semua tim yang telah di tunjuk dan teruntuk anak - anakku yang juga ikut serta dalam ekpedisi kali ini aku hanya ingin berpesan pada kalian, jangan kalian melawan arus kehidupan, tapi ikuti arus tersebut, kadang sesuatu tidak dapat terlihat bukan karena tidak terlihat namun kalian lalai dalam melihatnya, gunung yang mengelilingi daratan ini adalah contohnya, kalian pernah lan berfikir ?, sungguh bodoh diri kita karena berada di dalam corong gunung , namun apa kalian pernah berfikir apa manfaatnya ?, kalian harus tahu ketika langkah kalian telah menapaki jalan di luar benua ini, maka saat itu kalian bukan lagi siapa - siapa, ingatlah kekuasaan kalian di benua ini tidak akan ada artinya saat kalian telah berpijak di tempat lain. jadi jaga diri, mawas diri, serta ingatlah "langit itu tinggi daratan itu rendah dan lautan itu dalam" harap kalian paham apa yang aku ucapkan, jangan terlena oleh bisikan salju di musim panas, apa lagi terlena oleh lahar di tanah yang bersalju , keduanya terdengar sama tapi kalian akan paham saat kalian telah menapakkan kaki kalian di daratan baru. hanya itu pesanku untuk kalian, ingat langkah kalian ada dua, satu langkah kalian ada di tanah gersang dan satu lagi ada di tanah bersalju, keduanya sama sama menyiksa namun kalau kalian menikmatinya maka kejayaan akan menyertai hasil dari pencarian kalian. ucap sang ratu memgakhiri ucapan perpisahannya dengan seluruh kru ekspedisi.


melangkah mundur dengan anggun membungkukkan sedikit punggungnya pada sang kaisar, lalu berjalan kembali ke tempat duduknya di samping sang kaisar (tidak sejajar agak ke belakan sekitar sat meter dari dudukan kaisar, bukan tidak menghormati wanita, namun ini memperlihatkan bahwa wanita butuh seorang lelaki sebagai sandaran di depannya agar ketika terjatuh tidak langsung ketanah, namun ada seseorang yang siap untuk menjadi sandarannya ).


beberapa waktu berlalu acara seremoni pelepasan tim ekspedisi akhirnya berakhir, kedua kelompok yang akan berangkat mulai memasuki tiap kapal yang akan mereka gunakan dalam perlayaran kali ini, hanyq ada satu kapal yang di gunakan, sebuah kapal yang besarnya menyamai tingginya sebuah bukit, tidak mewah, namun cukup lumayan dalam segi perlengkapannya. bahkan di lengkapi beberapa senjata taktis yang sudah ketinggal zaman, mau berkata apa, di katakan terbelakang memang betul, tapi dunia memang seperti itu, sesuatu secara sadar memaksa diri tiap manusia demi mengedepankan egonya masing - masing tampa berfikir akan kemajuan sebuah bangsa mungkin nanti benua ellions akan jadi benua paling maju nantinya.


...............................................................


perjalanan panjang telah mereka lewati, badai di lautan, binatang amfibi, ikan serta jenis hewan laut lainnya silih berganti menjadi nahkoda untuk mengemudikan kapal tersebut, bukan mengarahkan kejalan menemukan benua yang mereka cari namun membawa mereka ke tempat lain. yah, binatang laut memberikan serangan pada kapal tersebut hingga nahkoda serta awak kapal merasakan panik ekstrim dalam perjalanan mereka, beberapa awak bahkan mengalami mabuk laut yang parah tidak terkecuali pangeran dan putri yang ikut dalam rombongan, bahkan sang putra mahkota pun terlihat kepayahan menahan mual yang ia derita, sebuah pengalaman baru bagi mereka, seakan mereka lupa kata - kata dari orang tua mereka saat acara pelepasan yang meminta mereka untuk " jangan melawan arus, namun ikuti ". perjalanan panjang ini sungguh melelahkan bagi mereka di tambah haluan kapal yang berubah arah dari yang harusnya ke arah timur, namun entah sekarang mengarah kemana, kompas yang mereka gunakan terjatuh dari genggaman sang nahkoda, riak laut yang ganas membuat fokusnya tergannggu sesaat lalu, menyebabkan terjadinya perubahan arah pada kapal demi menghindari dampak dari ganasnya lautan yang mengamuk.


............


manusia di benua baltik tak banyak yang selamat, hanya mereka yang di berkati sang dewa yang mampu melewatinya, mungkin roh ilahi sedikit berbelas kasih pada mereka, hingga mereka masih tertolong.


di tiap perbatasan wilayah benua baltik yang ter - isolir oleh pembatas dunia ( di kelilingi oleh bongkahan es sejauh mata memandang, segerombolan orang mulai menampakkan diri .


tampak dari wajah mereka yang pertama kali menginjakkan kakinya ke benua tersebut merasa bingung dengan keadaan wilayah daratan yang luas itu, bingung karena tidak ada lagi jejak mansia di daratan tersebut.


lama mencari namun hanya tulang - belulang yang mereka dapatkan.


.......


perjalanan panjang sang nahkoda, kru serta awaknya telah membuahkan hasil, mereka terdampar di sebuah pulau besar yang sebagian besar daratannya di tumbuhi oleh kelapa, sangat panas terasa di kulit mereka yang terbiasa hidup di pulau yang sejuk.


para anak kaisar meringis merasakan sengatan mata hari, mungkin terbiasa di bopong dalam tandu hingga hidup di alam liar menjadikan fisik mereka melemah.


.........


jauh di kedalaman daratan yang menjadi persinggahan rombongan ekspedisi.


hutan mangrove 12 borke


kehidupan penduduk asli pulau tersebut berlangsung apa adanya, di pulau ini sistem kasta, ras, etnis, suku dan budaya begotu kental.


diskriminasi terhadap penduduk di pulau tersebut begitu terasa, bukan hanya di hutan mangrove 12 borke, namun juga di seluruh tempat yang di diami manisia juga terjadi hal serupa.


pulau ini, penduduk asli menamainya benua furqa.


sebuah benua dekat dengan benua baltik namun tetap berada di luar dinding es abadi, sehingga keberadaan pulau ini luput dari dunia dalam


putra mahkota dan rombongan terdampar di benua tersebut. belum ada jejak kehidupan manusia yang mereka jumpai, entah di bagian dalamnya.


jauh mereka berjalan sebuah anak panah melesat menuju rombongan tersebut, kaget dan refleks yang tinggi mampu menyelamatkan nyawa seorang anggota rombongan. namun tak berselang lama.....


bersambung