
Nevalion memasuki sekolah baru 2
***Flashback***
"Okay kalau begitu aku juga akan fokus untuk mendengarkan kepala sekolah untuk berpidato dulu, setelah acara ini selesai baru nanti Kita melanjutkan perbincangan kita."Ucap Arsya dengan nada gembira.
***Flashback end***
Acara pun selesai, dan anak anak baru, di bimbing oleh para OSIS untuk memasuki kelas sementara mereka.
"Hey Nev seperti nya kita sekelas ya sungguh sangat senang nya hati ku ini bisa sekelas dengan kamu."Ucap Arsya mengatakan kalau dia sangat senang sekelas dengan Nevalion.
"Hey Arsya kenapa kamu begitu senang? lagian juga ini hanya kelas sementara."Ucap Nevalion menanyakan kenapa Arsya begitu senang kalau kita sekelas.
"Ini karena aku tidak pernah punya teman yang benar benar ingin berteman dengan aku mereka cuma memanfaatkan aku saja, dan aku merasa kalau kamu tidak seperti mereka jadi aku sungguh sangat senang bisa mendapatkan teman seperti kamu Nev."Ucap Arsya dengan nada sedih.
"Haa mereka itu tidak pantas buat kamu temani kalau ada yang seperti itu lagi jauhkan lah dia jangan pernah dekat lagi sama dia."Ucap Nevalion memberikan saran.
"Heyy Arsya kami disin juga ya?"Ucap seorang gadis.
Gadis itu berjalan ke arah Arsya dengan sangat elegan dan saat dia berjalan di samping dia seperti ada sebuah cahaya paras nya gadis itu pun sangat cantik.
"Ohh Asya kamu di sini juga aku kira kita akan beda kelas lagi."Ucap Arsya kepada gadis itu yang bernama Asya.
"Oh iya kenalankan ini kakak aku Asya dan kenalkan juga ini temen aku Nevalion."Ucap Arsya mengenalkan mereka berdua.
"Oh iya kenalankan nama aku Nevalion"Ucap Nevalion memperkenalkan diri dia.
"Kenalkan juga nama aku Asya kakak nya Arsya salam kenal ya Nevalion."Ucap Asya memperkenalkan juga dirinya kepada Nevalion.
"Iya salam kenal Asya."Ucap Nevalion.
"ngomong ngomong kalian sedang ngapain di sini? sedang membahas apa juga kalian di sini bukannya nyari bangku."Ucap Asya menanyakan kepada mereka berdua.
"Oh tidak apa-apa Asya kita sedang membahas e.... ah itu membahas sepak bola yang kemarin di adakan di TV."Jawab Arsya sambil membuka roti nya.
Arsya berbohong kepada Asya karena Asya tidak tahu apa yang di alami Arsya selama di SD nya dahulu karena mereka berdua tidak sekelas dan mereka jarang berinteraksi karena beda kelas.
"Lah bukannya tadi kita membahas...."Ucapan Nevalion terhenti karena mulutnya di sumpel oleh Arsya.
Menggunakan roti yang tadinya ingin di makan oleh Arsya. saat Nevalion ingin berbicara dengan sigap Arsya langsung memasuki roti nya ke mulut Nevalion.
"Hey Nev jangan kasih tau masalah tadi ke kakak aku karena dia tidak tau plis Nev bantu aku."Ucap Arsya bisik bisik ke telinga Nevalion.
"Ah iya bener Asya, tadi aku dan Arsya sedang membicarakan tentang pertandingan sepak bola kemarin yang di adakan di TV."Ucap Nevalion.
"Kenapa tadi kamu bisik bisik? pasti ada sesuatu yang kalian sembunyikan dari aku." Ucap Asya curiga kepada mereka kenapa tadi mereka bisik bisik.
"Oh tadi kata si Arsya jangan kasih tau kamu kalau team favorit dia kalah nanti katanya kamu bakal ngeledekin Arsya."Ucap Nevalion senatural mungkin agar tidak ketahuan kalau dia sedang berbohong.