Nawaitu Stay With You

Nawaitu Stay With You
2. Sofi yang tersakiti



Adam bergegas menemui Sofi dan gadis cantik Sholehah yang ia temui tadi. Namun Sofi dan Hana keburu pergi sebelum Adam mendekat.


"Ah sial..gagal lagi, gadis itu siapa sih, baru kali ini aku lihat dia di sini, cantik bener," batin Adam yang masih terbayang akan wajah manis muslimah Sholehah yang ia lihat tadi pagi.


Kedua teman Adam ( Randi dan Joni ) datang menemui Adam.


"Gimana dam, si Sofi terima nggak kalau kamu mutusin dia?" tanya Joni


"Aku juga heran, dia malah mutusin aku juga, aneh bener," jawab Adam.


"Masa sih," Randi bersuara


"Tapi ada hal yang lebih penting dari itu, bidadari yang tadi pagi kayaknya teman Sofi deh, soalnya baru aja mereka barengan di sini, tapi pas aku mau kejar, mereka malah keburu pergi,"


"Kalau gitu berarti kamu harus cari tau melalui Sofi dong," kata Randi


"Iya..aku harus tau tentang gadis itu," ucap Adam, ia tampak optimis untuk mengejar Hana.


"Buat apa sih dam, jangan cari korban lagi lah, kamu kan tadi udah janji mau tobat," ujar Randi, ia tak tega lagi melihat Adam menambah mantan yang sudah banyak bertebaran.


"Kalau selama ini aku cari pacar buat main main doang, kali ini beda, aku cari pacar buat dijadiin istri, yang ini beda bro, kalian lihat sendiri kan, dia tadi nolongin nenek itu loh, penampilannya juga terjaga bangat, nggak kayak mantan mantan aku," lanjut Adam.


"Terserah kamu lah, pokoknya aku sebagai manusia yang berakal dan berbudi pekerti yang baik melarang keras jika kamu menambah mantan," tegas Randi, ia tampak jauh lebih dewasa pemikirannya dibandingkan dengan Adam.


...**...


Hana dan seorang sahabatnya bernama Kaira mencoba menenangkan Sofi yang baru patah hati karena putus dari Adam padahal baru tiga hari berpacaran.


Kaira adalah sahabat Hana sejak masih di bangku pesantren dulu, sedangkan Sofi adalah teman Hana yang baru ia kenal saat pertama masuk kuliah dulu. Kini Mereka telah menempuh Lima semester selama persahabatan mereka. Namun setelah berteman sekian lama, Sofi belum mendapatkan hidayah untuk berhijab. Lain halnya dengan Hana dan Kaira yang memang sudah istiqamah.


Ketiganya sedang duduk di kantin.Sofi tak henti menangis sedari tadi.


"Udah ikhlas aja, kan aku udah bilang dari dulu, jangan pacaran! kamu masih aja pacaran, udah gini kamu ngeluh sama Allah, padahal Allah sudah melarang hambanya untuk berpacaran, karena itu bisa mendekati zina," tutur Hana menasehati Sofi.


"Bener tuh, makanya kalau lagi di ingetin itu dengar baik baik. Lagian kamu kok bisa ketipu sama laki-laki modal tampang doang, siapa sih nama laki-laki itu, biar aku samperin sekalian," Kaira tampak emosi melihat kondisi sahabatnya yang dilukai laki-laki lain.


Sofi malah mengeraskan tangisnya. Ia merasa bodoh karena tertipu dengan janji manis playboy seperti Adam.


"Namanya Adam, dia anak Akuntansi, tapi nggak usah samperin ya ...ntar aku yang malu lagi," balas Sofi.


"Udah..udah..jangan menyalahkan orang lain. Sofi..aku harap ini menjadi pelajaran buat kamu, kamu sadar nggak sih, Allah pasti tidak ingin kamu terjebak terlalu lama dalam suatu kemaksiatan, makanya allah berikan kamu patah hati, biar kamu sadar," Tutur Hana menasehati Sofi.


"Iya Han, aku tobat deh, aku nggak akan mau pacaran lagi, aku akan mendengar nasehat kamu, mulai sekarang kita sama sama jomblo Fi Sabilillah," ucap Sofi bersungguh sungguh.


"Alhamdulillah..bagus deh kalau gitu," Hana merasa lega dengan keputusan Sofi.


Hana dan kedua sahabatnya sibuk mengobrol. Mereka tak menyadari ada yang memantau Mereka dari dekat.


Adam merasa beruntung akhirnya ia melihat gadis cantik itu lagi. Dengan di temani Randi dan Joni, ia memperhatikan Hana dan teman-temanya yang mengobrol di kantin.


"Ternyata benar dugaan aku, gadis itu teman Sofi," ucap Adam.


"Apa lagi coba, ya pasti tetap majulah, Adam gitu loh,"


"Jangan nekat dam," kata Joni yang khawatir Adam akan berbuat aneh lagi.


"Udah..ayok ikut aku," ucap Adam sembari melangkah menemui Hana dan kedua temannya.


Tak ada pilihan lain, Randi dan Joni hanya bisa mengikuti Adam dari belakang.


"Halo ladies..kenalin aku Adam, mungkin Sofi udah kenal sama aku, tapi kalian berdua yang berhijab manis ini belum pada kenal kan," sapa Adam dengan sok ramah duduk di meja yang sama dengan Meja Hana.


Hana masih heran dengan kedatangan tiga laki-laki yang menyapa dengan tidak jelas.


"Ngapain lagi kamu ke sini," Sofi tampak emosi melihat Adam yang bergabung dengan mereka.


"Aku..cuma mau berdamai aja sama kamu, maksudnya kita masih bisa jadi teman baik kan, sekalian aku mau silaturahmi sama teman teman kamu," ucap Adam pada Sofi, namun sedari tadi ia tak henti melirik Hana.


Hana merasa risih dengan tatapan Adam hingga ia mengalihkan pandangan.


"Sofi..jadi ini yang namanya Adam?" tanya Kaira ke telinga Sofi.


"Iya..ini laki-laki buaya yang aku maksud," tegas Sofi.


"Oh..bagus dong kalau gitu, kalian ke sini mau cari mati kan, sini..biar aku rontokkan gigi mu satu persatu, berani beraninya kamu nyakitin sahabat aku," ancam Kaira yang tampak geram pada Adam dan gengnya.


Suasana tampak memanas, mereka menjadi pusat perhatian di kantin karena suara Kaira yang keras.


"Santai dong...kami ke sini cuma mau silaturahmi kok, sama mau kenalan, oh ya ini yang pakai hijab ijo namanya siapa ya..kalem bener dah," Adam menatap Hana.


Kaira sudah tak tahan lagi melihat tingkah Adam yang semakin menyebalkan.


"Kemarin Sofi, sekarang kamu mau deketin Hana? jangan mimpi ya, selera Hana itu tinggi, kamu nggak termasuk kriteria laki-laki yang pantas untuk Hana, jadi lebih baik kalian pergi!" Kaira menggertak dengan keras hingga mengejutkan Adam dan kedua temannya.


"Oh..jadi namanya Hana.." batin Adam sembari menatap Hana.


"Sabar..sabar..nanti darah tingginya kambuh loh dek, bisa juga kena struk itu," Joni bersuara menegur Kaira.


"Dak dek..dak dek..kamu pikir aku adik mu? sorry ya, kami nggak menerima orang seperti kalian ini untuk gabung, jadi lebih baik kalian pergi," tegas Kaira.


"Sabar Kaira..ya udah kita aja yang pergi yuk," ucap Hana menenangkan Kaira.


"Ayok Kaira, nggak ada gunanya juga ngomong sama orang yang nggak punya otak sama hati," gerutu Sofi yang mendukung untuk pergi.


Hana pun membawa kedua temannya untuk meninggalkan geng Adam.


"Hana.. salam kenal ya..aku Adam.." ucap Adam dengan suara keras menyapa Hana yang sudah melangkah pergi.


Hana mendengar itu namun ia terus berjalan tanpa menoleh ke belakang.