Nawaitu Stay With You

Nawaitu Stay With You
1. Adam & Hana



"Hana..aku memang bukan laki-laki tinggi ilmu, dan aku mungkin tak jago merayu, tapi aku selalu berdoa pada Rabb ku, NAWAITU STAY WITH YOU," kalimat gombalan seorang mahasiswa bernama Adam.


Hana adalah seorang mahasiswi di kampus Adam yang membuat Adam jatuh cinta pada pandangan pertama.


Happy Reading


💞


...*Nawaitu Stay With You*...


Pagi yang cerah, Adam dan kedua teman kosnya: Joni dan Randi tengah dalam perjalanan ke kampus mengendarai mobil Adam. Adam dengan kaca mata hitamnya tampak bergaya saat menyetir mobil.


Salah satu dari lima HP Adam berdering. Adam tak sempat untuk menjawab itu, seperti biasa Joni atau Randi akan mengangkat telpon.


"Jon..angkat telepon nya dong, aku agak malas ngangkatnya," pinta Adam melirik Joni.


"Oke," Joni mengambil Hp yang berdering.


"Dari siapa Jon?" tanya Adam.


"Dari pacar mu yang jadian tanggal 25 lalu," jawab Joni sebelum mengangkat telpon.


"Itu kan yang mau kamu putusin hari ini?" Randi bersuara.


"Iya..bener tuh, pagi ini juga aku putusin dia, aku nggak suka bangat sama cara bicara perempuan itu," lanjut Adam tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Udah..diam..diam..biar ku angkat dulu telponnya," ucap Joni yang sudah bersiap untuk mengangkat telpon.


"Halo cantik..ada apa nih.." sapa Joni di telpon.


"Ini siapa sih, kok suaranya kayak bapak bapak? Adam mana?" gertak pacar Adam yang ke lima bernama Lisa.


"Kenapa cari Adam? cari aku aja,"


"Mau mati ya?"


"Astaghfirullah..galak amat dah,"


"Kasih hp nya sama Adam, cepat!" perintah Lisa.


"Dia nggak mau ngomong sama kamu, katanya dia mau putus," kata Joni yang keceplosan.


"Et dah..si Joni kok jujur amat," Randi bersuara dari belakang.


"Nggak percaya aku..Adam itu cinta mati sama aku," lanjut Lisa.


Adam mendengar perkataan Lisa karena volume full dari telpon.


"Lisa dengar ya..aku bukan cinta mati sama kamu, tapi mati cinta, mulai sekarang kita putus ! jangan hubungi aku lagi!" tegas Adam mengeraskan suaranya agar terdengar di telpon.


"Nggak aku nggak mau," Lisa menolak.


"Udah..udah..matiin telponnya," suruh Adam pada Joni.


Joni mematikan telpon itu dan menyimpannya kembali.


"Kamu kapan tobat sih dam, kasihan anak orang sedih begitu," kata Randi yang duduk di belakang.


Adam tersenyum menganggap semua adalah lelucon. "Mereka aja yang bodoh, tapi tenang aja aku udah bosan kok menghadapi perempuan seperti mereka, makanya aku putusin satu per satu, aku mau jomblo dulu, mau menikmati hidup tanpa gangguan mereka," ujar Adam.


Adam asyik mengobrol dengan temannya.


Di depan ada seorang nenek yang akan menyebrangi jalan. Untungnya seorang gadis datang tepat waktu membantu sang nenek menyeberang di jalan sepi itu.


"Awas dam..ada orang di tengah jalan tuh," tegur Randi.


Adam dengan cepat menghentikan mobil.


"Siapa sih tuh, nyebrang aja lama bener," Adam tampak kesal menunggu kedua orang di depan mobilnya lewat.


Perempuan berjilbab hijau itu menoleh ke arah mobil Adam.


"Maaf ya mas.." ucap gadis bernama Hana itu setelah mereka sampai di tepi jalan.


Seketika ekspresi Adam berubah, ia membuka kacamata dan memperjelas pandangannya. Adam tak mampu mengungkapkan keindahan di depannya itu.


Gadis yang ia lihat sangat indah dalam pandangannya. Berbeda dengan perempuan lain yang ia temui, kali ini ia baru menemukan gadis yang anggun, cantik, baik dan menarik.


"Iya lihat dam..yang pake jilbab ijo kan,"


"Iya..aku pikir cuma aku yang lihat, berarti itu bukan hantu dong, sumpah cantik banget," mata Adam tak berkedip menatap ke depan.


"Cantik sih cantik dam, tapi perempuan kayak gitu nggak akan mau sama kamu," kata Joni sambil tertawa.


"Diam kamu Jon, kamu belum tau siapa aku,nih lihat ya..aku akan turun dan samperin gadis itu," ucap Adam, ia bergegas turun.


Namun tiba-tiba angkot berhenti di hadapan si gadis, gadis itu lalu pergi menaiki angkot.


Joni dan Randi tertawa lepas melihat Adam yang gagal sebelum memulai.


"Kasihan kamu dam, makanya jangan sombong jadi orang,"


"Dasar teman nggak ada akhlak," cetus Adam yang tampak kesal.


...**...


Hari ini Hana tampak buru buru karena ia hampir terlambat memasuki mata kuliah hari ini. Untungnya angkot yang ia tumpangi tampak cepat berhenti di depan gerbang kampus.


Hana terlihat anggun saat ia berjalan dengan busana gamis nya yang sopan dan hijabnya yang sempurna menutup dada.


Mobil Adam baru saja tiba, tak sengaja Adam melihat kembali gadis yang ia lihat tadi. "Itu kan si cantik yang tadi," mata Adam fokus menatap Hana.


Namun Hana berjalan buru-buru hingga Adam kehilangan jejak Hana.


"Hilang lagi deh," ucap Adam saat ia berputus asa karena kehilangan jejak Hana.


"Tenang aja dam, paling tidak kan kita udah tau kalau dia ternyata satu kampus sama kita," ucap Joni menenangkan Adam.


"Tapi kok selama ini kita nggak pernah lihat gadis itu ya," ujar Randi.


"Mungkin Allah baru kali ini mempertemukan kami," ucap Adam dengan pedenya.


"Sekarang aja baru bawa bawa nama tuhan kamu dam, sholat aja jarang, palingan cuma Jumat, itu pun kalau kamu lagi good mood,"


"Jangan meremehkan aku, aku dulu SD nya di pesantren," kata Adam mencoba membela diri.


"Haha..SD? palingan kamu cuma belajar huruf Hijaiyah," ucap Randi sembari menertawai temannya itu.


...**...


Misi Adam hari ini adalah memutuskan pacarnya yang tersisa dua lagi. Ia mengajak ketemuan di taman kampus.


Tak lama kemudian satu gadis bernama Sindi datang menemui Adam yang duduk santai di sana.


"Ada apa sayang..tumben ngajak ketemuan," sapa Sindi.


"Kita putus!"


" Kamu bercanda kan,"


"Serius Sindi, aku mau hijrah," ucap Adam namun ia sebenarnya tidak serius berniat Hijrah.


"Nggak aku nggak mau," Sindi menolak.


"Jangan ganggu aku lagi," ucap Adam kemudian meninggalkan Sindi sendiri. Perempuan bernama Sindi itu tak kuasa menahan air matanya.


Misi selanjutnya Adam memutuskan wanita bernama Sofi,


"Kita putus!"


"No..stop! aku yang harusnya mutusin kamu! kita putus!" Sofi mengulangi kata katanya.


Adam heran dengan pacarnya yang satu ini, yang lain pada sedih namun Sofi tampak cool.


"Okeh..bagus kalau gitu," ucap Adam yang tampak lega.


Adam berbalik badan berjalan meninggalkan Sofi.


Sofi sebenarnya ingin menangis, untungnya salah satu temannya yang tak lain bernama Hana datang menemuinya. "Jangan sedih ya, Alhamdulillah kamu terlepas dari kemaksiatan," ucap Hana menenangkan Sofi.


Adam mendengar suara yang tak asing di telinganya, ia menoleh ke belakang. Seketika ia terkejut melihat Sofi berbicara dengan gadis cantik yang ia temui tadi pagi.