
Mata tajam Nathan menatap ke arah seorang gadis yang kini tengah mengobrol riang dengan seorang pria.
Jika kalian berpikir gadis itu adalah Nadhin maka kalian salah besar karena dia bukan Nadhin. Gadis itu adalah Namira yang belakangan ini memang sedang dekat Nathan.
Nathan tau seharusnya dia tidak melakukan ini, tapi kakinya melangkah sendiri tanpa dia minta. Dia mendekat ke arah Namira yang tengah berbicara dengan seorang pria yang Nathan kenal.
"Ra."
Panggilan itu membuat Namira menolah begitupun dengan Jeffry yang ikut menatap ke arahnya.
"Oh belum balik Nath?" tanya pria itu pada Nathan.
Keduanya memang saling mengenal. Selain karena sering bertemu ketika Nathan nongkrong bersama teman-temannya, tapi mereka juga sering berada di kelas yang sama.
"Belum masih ada kelas," kata Nathan.
"Oh kamu masih ada kelas?" tanya Namira.
"Lo udah enggak ada?" tanya Nathan balik.
Namira langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat sebagai jawaban.
"Enggak ada ini mau pulang," katanya.
"Sendiri?"
"Sama Jeffry sekalian mau pergi sebentar," kata Namira yang membuat Nathan menatapnya dengan satu alis terangkat.
Terlihat raut wajah tidak suka di sana yang sama sekali tidak Namira sadari.
"Ada urusan bentar," ujar Jeffry.
"Oh."
Nathan menanggapinya hanya dengan satu kata itu, tapi dirinya sedang menahan amarah sekarang. Dia tidak tau kenapa dia harus bersikap seperti ini, tapi ah sudahlah dia juga tidak punya hak untuk melarang mereka pergi bersama.
Iya kan?
"Yaudah gue mau kelas," kata Nathan dengan sedikit ketus.
Setelah mengatakan itu tanpa menunggu tanggapan lagi Nathan langsung melangkahkan kakinya menjauh dan meninggalkan Namira dengan bibir sedikit terbuka karena ingin berbicara, tapi dia sudah keburu pergi.
"Aneh."
Namira bergumam pelan sambil menatap Nathan yang sudah berjalan menjauh dan menghilang dari pandangannya.
"Lo deket sama Nathan?" tanya Jeffry yang menyadari Nathan menatapnya dengan cukup menyeramkan tadi.
"Kalau maksud kamu dekat dalam tanpa kutip enggak, aku sama dia cuman deket biasa aja," jawab Namira.
"Deket dalam tanda kutip itu gimana Nami," kata Jeffry sambil tertawa pelan.
"Ya deket yang mau pacaran gitu.. emm gimana ya bilangnya?" kata Namira bingung.
"Pdkt," kata Jeffry.
"Nah itu maksud aku! Kalau yang kamu pikirin deket kayak gitu enggak aku sama Nathan cuman temenan biasa aja," kata Namira.
Jeffry mengangguk faham.
Kemudian dia mengajak Namira untuk pergi. Sebelumnya Jeffry meminta gadis itu untuk menemani dirinya mencari kado untuk sang ibu.
Tidak sepenuhnya modus karena Jeffry memang ingin membeli kado.
••••
Nathan tidak bisa fokus selama di kelas. Pikiran pria itu melayang entah kemana setelah dia membiarkan Namira untuk pergi bersama Jeffry.
Tentu saja dia membiarkan gadis itu pergi memangnya bisa dia melarang????
Biasanya Nathan selalu mencatat segala hal penting yang dosen jelaskan, tapi kali ini catatannya kosong bahkan hingga mata kuliahnya selesai.
"Kenapa gue kesel sih?!" tanya Nathan pada dirinya sendiri.
Nathan berdecak kesal dan memasukkan bukunya ke dalam tas lalu berniat untuk pergi hingga teman baiknya muncul.
"Kantin enggak Nath?" tanya Tara.
Biasanya Nathan akan menolak, tapi kali ini pria itu mengiyakan ajakan temannya dan pergi ke kantin bersama pria itu.
"Kenapa deh lo tumben banget bengong di kelas?" tanya Tara.
Bukan menjawab Nathan malah mengajukan pertanyaan yang membuat Tara bingung.
"Lo kenal Jeffry kan?" tanyanya.
"Ya kenal kan lo juga kenal Nath," kata Tara sambil meletakkan tasnya di meja ketika mereka sudah sampai kantin.
Setelah itu keduanya memesan makanan dan duduk berhadapan. Nathan kembali bertanya perihal Jeffry pada Tara.
"Gue juga kenal, tapi kan enggak begitu kenal," kata Nathan.
"Terus kenapa? Naksir lo sama Jeffry?" tanya Tara sambil tertawa.
"Brengsek gue masih normal," kata Nathan yang membuat temannya itu terbahak.
"Iya terus kenapa?" tanya Tara yang sudah berhenti tertawa.
Nathan terlihat bingung harus menanyakan hal ini atau tidak karena dia tau kalau Tara akan meledeknya habis-habisan jika dia bertanya.
Tapi... ah masa bodo deh Nathan sudah sangat penasaran.
"Jeffry suka Namira?" tanya Nathan.
"Hah?"
Terlihat raut wajah Tara yang begitu terkejut ketika mendengar Nathan menanyakan hal itu padanya.
Maksudnya.... Nathan????
Nathan si es batu yang entah sudah berapa kali menolak wanita yang menyatakan perasaan padanya sekarang menanyakan Namira????
"Dia lagi deketin Namira ya?"
••••
Hihii maaf kemarin tidak updateeee😓