My Ustadz Is My First Love

My Ustadz Is My First Love
Estre bandel



Dentuman musik DJ yang menggema di penjuru club yang di datangi oleh orang-orang yang suka dan hobi ke dunia malam. Seperti seorang Estrelytta yang hobinya datang ke club dan minum sampai mabuk. Orang tuanya sudah melarang Estre, tapi emang dasarnya Estre aja yang keras kepala, dia tidak pernah menuruti ucapan orang tuanya. Bagi Estre hidup seperti ini adalah kesenangan, beda lagi dengan hidupnya kalau sudah bersuami dan mempunyai anak. Estre, Mila, Panji, Justin, dan Ericko mereka bersahabat baik dari jaman SMP sampai mereka kuliah..


"Lo mau pulang jam berapa stre?" tanya Mila sahabatnya.


"Subuh gue pulang." Jawab Estre


"Emang lo gak di cariin bonyok lo, kalo lo pulang subuh. Besok juga lo bakal kuliah kan, gak mungkin lo mau bolos kuliah. Kalo lo bolos, sama aja lo bunuh diri dong." Benar kata Mila, jika dirinya tidak berangkat kuliah sama aja Estre bunuh diri, besok adalah jadwalnya dosen killer. Dan Estre gak mau berurusan dengan dosen killernya itu )


"Oke lah gue gak jadi pulang subuh, paling nanti jam 2 atau jam 3, nunggu gue bosan dulu."


"Terserah lo lah, gue mah apa atuh cuma rempahan rengginang." Kekehnya


Pukul 2 pagi Estre pulang ke rumahnya di antar oleh Justin. Sedangkan Ericko memilih untuk menginap di rumah Panji. Estre was-was takut papanya belum tidur atau memergoki Estre yang baru pulang dari luar.


Estre berjalan mengendap-endap dengan high heels yang sengaja Estre lepas, biar lebih gampang...


"BAGUS YA UDAH PAGI BARU PULANG! MASIH INGAT PULANG KAMU, MAU JADI APA KAMU KALO KELAKUAN KAMU KAYA GINI TERUS. INGAT KAMU UDAH BESAR ESTRE. APA PERLU PAPA KURUNG KAMU DI KAMAR SELAMANYA, SAMPAI KAMU TOBAT HAH! KAMU GAK KASIHAN SAMA PAPA DAN MAMA YANG SETIAP HARI KHAWATIR SAMA KAMU" Suara Papa Estre yang keras dan membangunkan Mama Estre yang lagi tidur. Mama Estre langsung menghampiri suaminya yang lagi ngamuk dan marah sama Estre yang baru pulang itu.


Estre diam tanpa menjawab dan Estre dengan kurang ajarnya malah pergi menuju kamarnya dan mengabaikan papanya yang lagi emosi.


"ESTRE PAPAH BELUM SELESAI BICARA KAMU MALAH KABUR KE KAMAR HAH! PAPAH AKAN MASUKKAN KAMU KE PESANTREN DI SURABAYA"


"ESTRE GAK MAU PA" teriak Estre dari kamarnya.


"PAPA GAK MAU TAHU KAMU HARUS NURUT UNTUK KALI INI, BIAR KAMU TOBAT DAN NGELUNJAK. PAHAM KAMU ESTRE" Teriak Papa Estre lagi. Estre langsung menulikan telinganya.


Di lain tempat Panji dan Ericko sedang mengobrol tentang masalah cewek. Mereka Rajanya gombal dan suka mempermainkan cewek. Sekali pakai langsung ganti itulah mereka.


"Gue belum dapat yang baru lagi ko? lo udah dapat belum." Ucap Panji


"Belum, lagian yang 2 itu belum gue pakai. Gue bakal tambah lagi koleksi cewek seksi gue."


"Gue juga bakal koleksi cewek seksi lagi, tapi nanti. Gue lagi cari yang gue penginin." Dasar Panji gila


"Lo apa aja pengin, mau yang gimana lagi hah."


"Yang kaya apa ya, model majalah dewasa kayanya bagus."


Itu si keinginan banyak orang.


"Kalo majalah dewasa biasanya gak perawan. Percaya deh lo sama gue."


"Sok tahu lo," Panji menoyor kepalanya.


Dih gak percaya emang kenyataannya begitu.


To be continued