My Self On The Shell

My Self On The Shell
pengenalan tokoh



 


 


          pemeran utamanya seorang gadis yang bernama shota. Shota seorang gadis yang sudah berumur 15 tahun, dan duduk di bangku kelas 3 SMP. Shota merupakan gadis pendiam, tak mau tahu, dan juga pemarah. Dia benci kepada teman teman sekelas nya, atau siapa pun itu yang mencoba itu mendekati nya.


        Saat SD, shota sering di bully, sehingga dia mengalami trauma. Teman temannya sangat membenci nya, mereka selalu memojokan shota, membully dan menyakiti nya.


       


Saat ke sekolah, shota membawa sebungkus kue, shota memakan kue itu saat ia sampai di sekolah, karena ia belum makan saat di rumah. Shota menyisakan separuh kue itu untuk pulang sekolah. Tetapi teman teman shota saat jam plajaran selalu menggeledah tas dan laci shota. Teman teman shota selalu mencari kesalahan  shota. Saat teman teman shota menemukan separuh bagian kue itu, teman teman shota mengambil kuenya, lalu memarahi shota secara bersamaan (satu kelas membully shota) . Lalu teman teman shota melapor ke guru kalau shota makan saat jam pelajaran. Guru shota memarahi shota dan menyuruh shota membuang kue itu ke kotak sampah. Shota tak bergerak, shota tak mau membuang kue itu, tetapi ada temannya , dia seorang gadis, merupakan anak guru, dia memegang pundak shota dan mencubit, kalau tidak ******* nya. Shota yang kesakitan hanya bisa tersenyum menatap lantai sambil matanya yang sudah berkaca kaca.


Seterusnya shota selalu mengalami hal tersebut, shota hanya diam dan menangis. Dia tak pernah mengadukan hal ini kepada orang tuanya.


Saat kelas 2 SD, shota meminjam buku kepada kakak kelasnya yang bernama maya. Karena saat di kelas itu yang memiliki buka hanya beberapa orang saja, teman yang duduk sebangku dengan shota marah. Dia marah karena shota sudah meminjam buku itu terlebih dahulu. Teman yg duduk sebangku dengan shota itu sangat membenci shota saat itu. Lagi lagi shota di bully tanpa alasan yang jelas oleh teman temannya hanya karena meminjam buku kepada kakak kelasnya.


Saat kelas 3 SD, sekolah shota mengadakan perkemahan, shota tak ikut perkemahan tersebut karena shota sakit. Lalu setelah perkemahan tersebut , sekolah shota mengadakan perlombaan. Saat perlombaan, nama shota tidak di panggil, shota sudah bertanya kepada gurunya, kenapa nama nya belum di panggil, tetapi justru gurunya bertanya tentang kenapa shota tak ikut perkemahan. Shota di marahi kembali, dan pada akhirnya shota tidak ikut lomba tersebut.


Shota juga memiliki seorang sahabat, dia bernama rossella. Rossella merupakan satu satunya teman shota yang selalu melindungi, dan menemani shota saat SD dan sampai sekarang.


Kls 4 SD juga shota mengalami kekerasan secara fisik, dia di pukul oleh 2 teman laki lakinya menggunakan ikat pinggang, mereka memukul shota dengan ikat pinggang tersebut. Shota tak bisa apa apa, karena mereka lebih kuat dari shota, jadi shota hanya menangis dan terdiam.


Saat dia naik kelas 1 SMP, shota jarang berbicara kepada teman sekelas nya, dia hanya sering berbicara kepada sahabatnya. Shota selalu pergi ke kelas sahabatnya hanya untuk berbicara padanya.


Banyak yang mencoba merusak persahabatan shota dan rossella, tetapi itu tak  berhasil.


Pertama saat kelas 3 SD, shota cuek kepada sahabatnya karena shota sudah memiliki teman baru. Shota tak peduli kepada sahabatnya sebelum salah satu temannya ada yang berkata bahawa rossella menangis.


Shota merasa bersalah, lalu menemui rossella dan meminta maaf, dan sejak itu shota dan rossella selalu pulang bersama. Walaupun shota menaiki sepeda, hanya karena sahabat nya, shota menuntun sepedanya, dan berjalan bersama rossella. Shota akan menunggu rossella mendapatkan tumpangan dari orang yang lewat, kalau sahabatnya sudah mendapatkan tumpangan atau di jemput, baru shota akan menggoes sepedanya dan pulang dengan tenang.


Persahabatan yang menyenangkan walau sederhana. Mereka sangat bahagia, karena bagi mereka kebahagiaan datang saat mereka bersama.


Mohon SUPORT NYA YAHHH^^


...    ...