My Secrets

My Secrets
Tujuh



pagi yang indah dan cerah menambah kebahagiaan Alice tak kala seseorang yang di rindukannya muncul di hadapan kedua kelopak matanya.


#jam menunjuk pukul 6:04#


Alice sudah siap dengan celana Levis biru muda di padukan dengan kaos putih polos tidak lupa dengan tas kecil coklat menambah kecantikannya. walaupun fashion Alice sederhana tak mampu mengurang kecantikan nya yang alami.


"kau mau ke mana?"bingung cloud sambil mengerutkan keningnya.


"ohhh iya, aku lupa memberitahumu.


hari ini hari pertama ku masuk kuliah"nyengir kuda.


"Benarkah? bagus lah kalau begitu"ucapnya sambil tersenyum manis ke Alice.


"Apa kau tidak pergi ke tempat mu?"


"Aku akan pergi kalau kau berikan morning kiss kepadaku"seringainya


"Heyyy...heyyy...kau memanfaatkan ku"


Sambil pura-pura memasang wajah kesal dan...


"Cup"


Dengan secepat kilat Alice mencium bibir cloud dan berlari ke arah pintu meninggal kan cloud yang tersentak akibat ke jahilan Alice.


"Dasar gadis kecil yang nakal"tersenyum tipis menyentuh bibir nya.


"Brakkkk"


"Auuuuuu"


Sementara itu tampa sadar Alice menabrak seseorang hingga ia terjatuh dan menimpa orang itu dan bibir mereka bersentuhan.


"K..k... kaka maaaf aku..a..kuu ak..u aku.."


"Tidak apa-apa"dengan cepat meninggal kan Alice yang merasa bersalah.


Di samping itu....


"Deg..."


"Deg..."


"Alex ingat kau adalah Kakanya jangan sampai perasaan ini membuat kau merusak hubungan yang selama ini kau jaga bodoh!!!"uncapnya mengumpat dirinya


Alasan Alex meninggalkan Alice karena ia tak mau Alice melihat wajahnya yang seperti kepiting rebus dan suara jantungnya yang tak berhenti berdetak kencang. Perasaan Alex saat ini campur aduk memikirkan kejadian yang menimpanya tadi. rasa yang iya coba tekan terus menerus meronta dan mengamuk meminta di bebaskan.


#Di mobil...


Alex dan Alice terjebak dalam suasana hening dan canggung apalagi di tambah dengan hawa dingin yang menusuk ke kulit ini.


"Anu..kak...itu aku..."


"Maaf..."ucapnya dengan mimik wajah yang imut di mata Alex.


"Aku...aku...aku..."


"Tak apa"potongnya dengan raut wajah andalannya "DINGIN".


Di situlah perasaan bersalah Alice bertambah banyak terhadap Alex. ia tak mau terus-terusan terjebak dalam keadaan ini bersama Alex.


"Ting"senyuman manis terlukis indah di wajah cantiknya tak kala ide cemerlang mulai tergambar di dalam pikirannya, yakni misi PMA (permintaan maaf Alice).


Tampa di sadari mereka sudah memasuki halaman kampus.


#parkiran kampus


Alex keluar dan membuka pintu untuk Alice.


"Makasih kak"cengirnya pada Alex


"Hmm"ucapnya singkat padat dan jelas membuat Alice skakmat seketika.


Tak lupa dengan tanggung jawabnya, Alex mengantarkan alice sampai ke kelasnya. sekeliling mereka menatap kagum dan rayuan-rayuan receh terhadap Alice membuat Alex risih.


"Grepp"alex merangkul tubuh Alice yang kecil.


"Ehhh"seketika wajah Alice seperti kepiting rebus dan di balas dengan senyuman tipis dari Alex pada Alice.


Membuat para mahasiswa dan mahasiswi meronta-ronta dan berteriak histeris melihat adegan langsung Alice dan alex di koridor kampus. iri? itulah kata yang tepat untuk menggambarkan rasa para penonton dadakan itu.


Tampa mereka sadari sepasang mata seseorang memandang marah dan benci terhadap mereka berdua.


"Awas kau ****** beraninya kau merebut pangeran Alex dariku. tunggu saja pembalasan ku"tak lupa dengan senyuman liciknya.