
Sudah beberapa hari Alice sudah tinggal di Bandung.
Ia pun memutuskan untuk kuliah di tempat yang sama dengan alex.
Tentu saja Alex sangat senang mendengarnya, ia bisa melihat dan bertemu dengan Alice di kampus.
#jam menunjuk pukul 8:30#
Dan hari ini Alex, mereka akan pergi mengantarkan Alice untuk mendaftar dan berkeliling kampus.
"Kak, aku udah siap nih"ucapnya turun dari tangga menghampiri Alex yang sedang duduk di ruangan tamu yang masih sibuk dengan hpnya.
"Cantik"gumamnya melihat Alice menghambirinya dengan dress berwarna ungu muda selutut dan rambut yang sengaja di gerai membuat tampilan Alice menjadi sempurna.
"Yuk, berangkat kak"ucap Alice pada Alex yang sedari tadi melamun
"Ehh, iya"jawabnya sambil membuyarkan lamunannya tadi.dan segera menuju mobil untuk pergi ke kampus bersama alice.
#Di dalam mobil#
Dengan kecepatan sedang Alex mengendarai mobil dengan suasana sangat canggung hingga Alice pun buka suara
"Kak"ucap Alice pada Alex sedari tadi fokus mengemudi.
"Ada apa tuan putri"jawabnya sesekali menoleh pada alice.
"Apa kaka mau menemaniku jalan-jalan setelah kita selesai dari kampus"sambil menampilkan wajah terimutnya pada alex.
"Baiklah, baiklah tapi hentikan dulu ekspresi wajah mu itu"dengan tangan kiri yang mengacak-acak rambut panjang alice dan tangan kanan memegang stir mobil.
"Kaka!!!"teriak Alice saat rambut nya di acak sedangkan Alex terkekeh melihat tingkah laku Alice.
Suasana pun mulai cair dengan kejahilan alex pada alice terdengar canda tawa memenuhi mobil
#Di kampus#
Canda tawa mereka pun terhenti. Tak kala mereka memasuki area kampus yang besar dan kelihatannya mayoritas penghuni kampus ini rata-rata dari kalangan keluarga ternama, nampak dari bangunan dan fasilitas yang lengkap dan tersedia di sini.
Saat memasuki area parkiran kampus Alex pun segera membukakan pintu mobil untuk Alice keluar. Melihat Alex membawa seseorang di dalam mobilnya membuat perhatian para penghuni kampus tertuju pada mereka.
"Lihat-lihat, pangeran Alex datang sama cewe"ucap si A.
"Kok, pangeran Alex mau aja sih Ama cewe yang keliatan nya ganjen kek gitu"kesal si B.
Alex hanya mengabaikan semua itu dan mengulurkan tangannya kepada Alice seraya menebarkan senyum nya berharap Alice juga menghiraukan semua guncingan yang tertuju padanya. Melihat itu Alice dengan senang hati meraih tangan Alex dan membalas senyuman Alex.
"Kamu gak papa kan Alice" seraya alex menatap mata Alice.
"Iya, aku gak papa kok kak"cengir Alice pada Alex yang membuat Alex tak henti-hentinya mengacak rambut Alice.
"Ihhhhh, Kaka kok ngacak rambut aku lagi sih kan aku udah bilang sama Kaka berkali-kali kalo aku gak suka"menurut Alex saat ini Alice sangat imut sekali dengan ekspresi kesalnya dan pipi yang mengembung nya.
"Itu karna salah kamu sendiri"ucap Alex tersenyum memperhatikan Alice memperbaiki rambut nya.
"Kok, salah aku sih"Alice menatap Alex dengan kesal.
"Siapa suruh kamu imut banget sampe kak gak tahan kalo gak gangguin kamu"mencubit pipi Alice yang mengembung.
"Awww, kaka jangan cubit keras-keras dong sakit tau"sambil menepuk-nepuk tangan Alex yang melekat pada pipinya.
"Ehh,maaf Kaka gak sadar"melepaskan cubitannya dan mengelus lembut pipi Alice.
*Untung saja aku bisa menahan diriku. Kalau tidak mungkin sekarang ini aku sudah mencium bibir ranum merah mudamu yang menggoda itu Alice*
*Apa-apaan sih gue tadi. ingat Alex itu adek lo, Lo gak boleh suka sama adek lo alex. Sadar alex... *ucapnya dalam hati.
"udah puas belum ngelus pipi aku kak?"sambil menatap heran pada Alex yang dari tadi melamun sambil ngelus pipinya terus.
"Udah kok udah"menarik tangan nya dari pipi Alice.
Kebencian dan rasa iri para fans Alex pada Alice pun kian bertambah besar ketika menyaksikan secara langsung kemesraan Alex dan alice.
Melihat alex bermesraan bersama seorang wanita menjadikan mereka perbincangan hangat di kalangan para punghuni kampus. Apa lagi berita tersebut sudah sampai ke telinga Tiara dan Isabella (orang yang pernah di tolak oleh Alex).
Wajar saja mereka bersikap seperti itu kepada Alice sebab Alice adalah wanita pertama yang mendapatkan perhatian khusus dari seorang Alex.
karena di kampus Alex di kenal sebagai gunung es yang tidak tersentuh oleh siapapun. bahkan seorang Tiara adicandra si kembang kampus saja ia tolak.
Dan tak terhitung banyaknya sudah Alex menerima surat cinta hingga di tembak oleh para wanita di kampusnya itu membuat nya risih.
Membuat Alex jadi bersikap dingin dan kasar kepada semua wanita yang mendekat.
Dan anehnya lagi bukannya menyerah untuk mendapatkan perhatian alex, para wanita itu semakin bersemangat dan antusias untuk melelehkan Alex si gunung es itu.
---------------------------------------------------------------------