My Secrets

My Secrets
Dua



Melihat kedatangan Alice para pelayan yang tadi berlalu-lalang langsung berbaris dan memberikan salam kepadanya, sambil menunduk kepala Alice hanya membalas mereka dengan senyum manis nya saja


Barang-barang yang di seretnya sejak tadi pun, di angkut oleh para pelayan nya.


saat di dalam rumah Alice tidak menemukan keberadaan ibu dan saudari perempuannya. Hanya ada Kaka tirinya yang berada di lantai dua saja yang sejak tadi memperhatikan nya dari kejauhan.


Alice menaiki tangga dan mulai mendekat pada sang Kaka tirinya


"Lama tidak bertemu kak"sambil memberikan senyuman Yang mampu membuat orang salah tingkah termasuk Alex(Kaka tiri Alice).


"Tidak ku sangka kau sudah dewasa Alice"sambil mengacak rambut panjang Alice.


"Hei, berhenti mengacak rambutku"sambil merapikan rambut nya yang di acak oleh Alex.


"Apa kau tidak merindukanku?"sambil merentangkan kedua tangannya.


"Tentu saja"Alice langsung masuk ke dalam dekapan alex.


Setelah puas berpelukan dengan alex. Alice pun melepaskan pelukannya, namun Alex seperti enggan melepas alice.


"Hei, lepas kan aku. Aku tidak bisa bernafas"ucap Alice mulai kesal dengan alex yang tidak mau melepaskan pelukannya.


"Maaf...maaf ... Aku tidak sengaja"sebuah cengiran pun terukir di wajahnya dan segera melepas pelukannya dari alice.


"Aku sangat lelah, bisakah kau menggendongku ke kamar"pinta Alice pada Alex dengan wajah memelas nya.


"Dengan senang hati tuan putri"senyum alex pun merekah mendengar pinta Alice padanya segera Alex menggendong Alice ala .............


*Di dalam kamar*


Dengan sangat berhati-hati Alex menurunkan Alice dari gendongan nya.


Seketika muka Alex memerah saat Alice tiba-tiba mengecup pipinya.


"Hei, apa yang kau lakukan"ucap Alex dengan muka yang masih memerah.


"Itu tanda terima kasihku padamu, sudah menggendong ku sampai ke kamar"dengan senyum yang membuat Alex salah tingkah.


"Ka..kau istirahat dulu, aku ada urusan"sambil menuju pintu dengan wajah yang masih memerah.


"Hahahaha"tawa Alice yang masih dapat di dengar Alex.


Setelah kepergian Alex. Alice segera menuju kamar mandi untuk melepaskan semua rasa lelah dari aktivitas nya hari ini dengan berndam air hangat di bathub.


15 menit kemudian.....


Alice keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang menampilkan paha putih mulus Alice Tampa luka. tidak lupa dengan rambut hitam panjangnya yang tergerai dan masih basah itu, mampu membuat siapa saja yang melihatnya akan terpesona akan penampilan Alice.


Segera alice menuju ke arah lemari untuk mengambil baju santai nya.


Saat ia sedang mengambil baju santai nya.


"Krekk..."suara pintu terbuka memperlihat kan seorang pria tampan yang kaget sampai tak bisa berkata-kata dengan muka yang memerah seperti kepiting rebus, saat melihat pemandangan yang sangat memukau itu. Walau Tampa riasan wajah Alice terlihat sangat cantik menurut nya.


Mendengar suara pintu terbuka.Alice langsung menoleh ke arah pintu yang memperlihatkan Alex yang terdiam di depan pintu dengan muka yang memerah membuat Alice bingung.


Beberapa detik kemudian....


"Ahhhhhhhhhhhhhhhhhh" teriakan Alice yang melengking mampu membuat Alex tersadar kembali dan segera pergi dari depan pintu kamar Alice.


*Malu,malu,malu,malu,malu,malu, bagaimana ini. Alex melihat tubuhku yang seperti ini.*dalam hati alice


Tak ingin hal yang itu lagi terjadi Alice segera mengenakan pakaian santainya.


Dan menuju meja rias untuk menyisir dan tidak lupa menggunakan make up tipis untuk menyempurnakan tampilan nya.


Setelah selesai Alice membaringkan tubuhnya di atas ranjang king size miliknya yang nyaman.


tampa ia sadar, ia sudah terlelap dalam mimpi indahnya.


---------------------------------------------------------------------


*Saat jam menunjuk pukul 6:37 wib*


Melihat waktu makan malam sudah tiba. Alex berniat untuk memanggil Alice untuk makan malam bersama-sama.


*Di depan kamar Alice*


Alex tidak lupa mengetuk pintu terlebih dahulu, Ia tidak mau hal itu terjadi lagi. walaupun ia masih canggung untuk menemui Alice.


"Tok...tok...tok... Tuan putri Alice, boleh kah aku masuk?" Sudah beberapa kali Alex mengetuk pintu kamar Alice tapi tidak ada jawaban juga.


Alex langsung membuka pintu kamar Alice dengan kawatir. Ia takut sesuatu yang buruk terjadi pada Alice.


Pintu pun terbuka menampilkan sosok gadis cantik yang sedang tertidur nyenyak dengan posisi tidur seperti bayi.


Alex mendekati sisi ranjang Alice dan duduk di sisinya.


Tampa ia sadari, tangannya mulai mengelus puncak kepala Alice.


"Apa kau tau Alice, betapa rindunya aku pada dirimu"tatapan sedih mulai terlihat dari mata indah Alex.


"Dulu, aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu. Tapi kau tenang saja, sekarang aku akan melindungimu dan tidak akan membiarkan siapa saja menyakiti mu"senyum lembut mulai merekah di wajah Alex.


"Itu aku lakukan karna aku mencintaimu tuan putri aliceku"kecupan lembut Alex di dahi Alice membuatnya terganggu.


Beberapa menit kemudian....


"Huuummm"alice menguap dengan sangat besar membuat Alex menutup mulut Alice menggunakan tangannya sambil terkekeh-kekeh.


"Ayo, bangun kita makan malam dulu"ucap Alex menoel-noel pipi Alice.


"Aku masih ngantuk kak, beri aku waktu beberapa menit lagi untuk tidur ya"jawab Alice dengan mata yang masih tertutup.


"Tidak, kau harus bangun sekarang. Kalau tidak aku akan mengelitik mu"seringai Alex mulai terlihat.


Mendengar itu Alice langsung terduduk,


Dan segera membuka kedua matanya.


Ia langsung turun dari ranjangnya dan segera menuju ke arah kamar mandi untuk mencuci wajahnya.


Tidak butuh lama Alice sudah siap untuk turun kebawah.


"Aku sudah siap"cengiran Alice pada Alex.


Merekapun turun kebawah,terlihat ayah,ibu dan adik tirinya sudah berada di meja makan.


"Baru datang sudah, membuat orang menunggu"kesal Stefani pada Alice.


"Stefani, jaga bicara mu pada Alice"ucap Alex dengan sorot mata yang tajam tertuju pada Stefani.


"Alex hentikan itu, lebih baik kita mulai acara makan nya"Linda mulai berperan sebagai ibu yang baik. Alice bisa diam dan merasa jijik melihat kelakuan Linda dan Stefani.


Mereka pun memulai acara makan malam mereka yang tadi sempat tertunda.


Saat makan malam berlangsung tidak ada berbincang yang terjadi di antara mereka sampai selesai makan malam.


Saat Alice sudah menyelesaikan makan malam nya dan ingin pamit ke kamar.


"Ku dengar kau mendapatkan juara umum di sekolahmu, apa itu benar?"tanya ayahnya pada Alice.


"Iya,yah"jawab Alice singkat.


"Kalau begitu selamat ya sayang"ucap Linda dengan senyum palsunya.


"Terimakasih" senyum dingin Alice pada Linda.


"baru juara umum saja bangga huh"gumam Stefani yang masih dapat di dengar semua orang.


"Seharusnya kau itu belajar dari alice Stefani. Walau ia jauh dari keluarga, ia bisa membanggakan nama keluarga kita" Mendengar sang ayah angkat bicara.


"Sayang, Stefania kan masih muda. Biar kan saja di melakukan apa yang dia suka"ucap Linda sambil menyuruh Stefani kembali ke kamarnya.


"Kita tidak boleh mendidik Stefani seperti ini, dia harus belajar lebih banyak lagi seperti Alice "dengan nada yang dingin menatap Stefani.


"Aku benci kau Alice, gara-gara kau aku jadi di salah kan"Stefani mendorong tubuh Alice hingga terjatuh.


"Plakkkk..."sebuah hamparan mendarat di pipi putih mulus milik Stefani.


"Kurang ajar, bisa-bisanya kau melakukan itu pada anakku"ucap ayah Alice marah pada Stefani.


"Tidak apa-apa, ini hanya masalah kecil.


Aku akan kembali ke kamarku yah"Alice hanya tersenyum mendapat perilaku itu.


Sedangkan Stefani hanya membatu saat di hadapan Alice. Linda sangat marah namun di tahan, ia segera membawa Stefani ke kamarnya.


"Maafkan ayah sayang, selama ini sudah mengabaikan mu"ucap ayah menyesal atas perbuatannya.


"Sudah lah, Ibuku tidak akan kembali hanya dengan kata maafmu itu ayah"dengan menekankan kata ayah alice tampa basa basi langsung menuju ke arah kamarnya.


Setelah kejadian itu. Linda dan Stefani semakin membenci Alice. Mereka berdua mulai menyusun rencan untuk menjatuhkan Alice.


Info: setelah beberapa tahun kepergian ibu Alice, Ayah Alice mulai menyadari kesalahannya.ia pun menyesal apa yang telah ia perbuat pada istri dan anak nya dulu. Ia berusaha memperbaiki hubungannya dengan Alice tapi Alice sudah terlanjur kecewa dengan semua perbuatan nya. Ia tau mendapatkan maaf dari Alice itu sangat sulit karna ia tau betapa tersakiti nya Alice ia menikah lagi.


---------------------------------------------------------------------