
"Jadi..... gue itu kerjasama Ama Tiara,gue suruh dia buat kesalahan pas Bu guru berjalan ke arah bangku Tiara gue sembunyikan hp nya Bu guru terus setelah itu Tania gue suruh pura pura pura jadi pak rudy dan kirim pesan Ke nomer gue terus."
-Bu ada pesan dari pak Rudy katanya ada keperluan di kelas 11 sietro.Bu dita lihat deh pesan nya
-Bu dita gak percaya,saya cek nomer nya pak Rudy ya.loh hp saya mana(menyentuh meja), Tadi disini?
-Bu dita mungkin lupa naroh,kalau gak percaya saya ada buktinya loh Bu lihat ini...
-Oh iya kalau gitu saya tinggal sebentar
"Dan setelah itu pas Lo balik gue taruh hp nya dibawah meja biar dikira jatuh dan ketahuan deh kalau pak Rudy gak manggil Bu guru hhh"menggaruk tengkuknya
"Hhhh iya terus setelah Bu dita balik Lo langsung alasan kalau maksutnya Bu dita itu nama Tante lo,cerdas banget sih."tertawa lebar bersama Devan duduk di atas mobil sport nya.
"tuh kan,dia fatamorgana banget habis deketin kamu sekarang devan." ucap stela yang berada tidak jauh dari mobil devan
"maksut lo apa." ucap ferry yang ada disampingnya
"gini ya kan tadi perkataanya kaya cemburu banget tuh ke gue sampai numpahin minuman segala ke seragam dan sekarang lihat dia udah nemuin pelampiasan baru."
namun ferry tidak berniat membalas ucapan stela dan memilih mendahului nya untuk menghampiri devan
" van lo gak pulang,udah mau sore nih." (melihat ke arah jam tangan nya )
" Asli........ gue jijik denger lo kayak gini kayak gak kenal gue aja lo hhhh,tapi makasih ya bro.".melipat tangan nya bersandar
" kamu mey,ayo pulang ikut aku! gak baik anak cewek pulang sendiri." tanpa menatap meyra
"gak mau aku lagi gak pengen satu mobil ama tuh orang" melirik ke stela
" lo pulang ama gue aja mey.azzzeeeeeekkk........" devan
" mey udahlah gak usah kekanak kanakan,kamu pengen pulang bareng aku kan sekarang aku udah turutin dan kamu malah gini"resah ferry
meyra berdiri turun dari atas mobil dan menghadap ferry
sedangkan stela sudah menikmati percakapan ini
*gini kan bagus,gue suka pemandangan ini ~stela
selamat datang di acara termehek mehek ~devan*
"pengen pulang sama kamu? siapa ya yang bilang gitu? apakah anda ?" menunjuk ke arah stela
"enggak bukan stela dan kamu jangan selalu salahin stela atas semua pikiran kamu terhadapnya"
" fer... (memalingkan wajah dari ferry) coba kamu jelasin ke aku apaapa maksut kamu" mendekat ke arah ferry
" mey udah gak usah kaya gini aku bisa ngertiin kamu kok besok lagi gak usah main siram siraman minuman ya." memegang lengan meyra dengan lembut dan menatapnya
"aku? oh.... (mendorong ferry) lo ya yang buat cerita ini hah...!gue yakin"
"ferry...lihat deh meyra kenapa selalu gitu(mengerutkan bibirnya dan menghampiri ferry) ayo pulang aja"
"fer gue yang jadi korban nya bukan si stela! van lo tau seragam gue basah kan?" bertanya kepada devan
devan yang tidak tahu menahu hanya mengangukkan kepala
"dia udah sekongkol ama devan jangan percaya!".
" lo itu tahu masih waras gak sih? gue nyakitin lo itu teory dari mana hah ! akting lo kampungan tau "
ya kan kalau akting gue bagus udah jadi artis~stela
" ferry....." bergelayut dilengan ferry
" stop!(mengusap dahinya) jadi pusing lihat kalian bertengkar.bisa gak mey kalau bicara dengan orang yang—"
meyra sudah membuka mobil devan dengan air mata yang terbendung
entah ke berapa kali nya lo selalu benar dalam menyalahkan seseorang ~meyra
" fer gue pulang ya udah sore(menunjuk ke arah matahari) hari ini gue juga menrima jasa curhat buka 24 jam jangan lupa mampir ya bisa booking lewat dm....."
tok.....tok .....toktook meyra yang dengan kesalnya memukul mukul jendela mobil
"tuh kan bini gue ngomel daaaaa(melambaikan tangan nya)"
setiap hari aja buat gue gelisah,terusin bakat kamu mey~ferry
Pada saat dimobil Meyra hanya diam dan menatap ke luar jendela dan devan sesekali meliriknya
"meyra...." mengelus pundaknya
"MEYRAAA....!!! devan berteriak
namun meyra hanya menoleh sebentar dan kembali pada luar kaca mobil
"mey bicara yuk nanti bensin gue habis kalau lo gak bicara..."
bujuk devan
"atau kita jalan jalan,Walaupun gak malam minggu sih.jajan di sana juga enak loh gak mau?."
"gue mau pulang—ke rumah mama"ucapnya lirih
"serius?...asik!!!,gue tidur di rumah lo ya..ya?" memukul mukul setir mobil
" kita main barbie ya...aku masih punya kok."menirukan suara anak kecil
"garing" ucapnya ketus
kalau aja mantan mantan lo tau sifat nya kaya gini,mereka malu gak ya ngajak lo ke kuburan~meyra
dreeet......dreeet (suara hp devan)
dasar perri gila telpon gak tau sikon samsek~devan
dreeeeet.....dreeeeet
"kenapa gak lo angkat? cewek baru ? angkat aja gue akan diem."
"oh bukan...tukang post mungkin." tanpa melirik meyra
"angkat gak! " meninggikan suara nya
"ha...lo"
"lostpeaker!!!.meyra membalikkan tubuhnya
" gimana meyra udah sampek rumah kan? gak usah ajak dia jalan jalan nanti dia sakit kalau sama lo!" ucao ferry di telpon
"hmmm...dia...dia" ucapnya terbata bata
meyra yang tahu itu telpon dari ferry mengambil telpon dari telinganya
" kenapa kalau kita jalan jalan BER...DUA hah!!! lo mau apa? "
"mey jangan panggil aku dengan sebutan lo atau—." ancamnya
tuuuuttt....tuuut
"sial!!!,awas aja kamu mey" ferry
"sebenernya kalian ada hubungan apa sih?"
"gak usah kepo!!" meninggalkan devan yang masih didalam mobil
"ANAK MAMA PULANG!!!!! sambut mama nya di depan pintu
"meyra capek mau tidur." menghiraukan mama nya
"kamu nakal in meyra lagi ya!!,mau aku telfonin mama kamu juga!" mengarahkan kipas lipatnya pada devan
"untuk hari ini gak tante,gak tau besok hehe.devan masuk ya"
langsung masuk mengejar meyra
" DASAR ANAK NAKAL !!!!!" meninggikan suara nya
"tunggu mey...jangan tutup pintunya,atau nanti gue dorong "
meyra yang jelas kalah kekuatan mendorong pintu dg devan pun mengalah dan membiarkan devan masuk,dan menjatuhkan diri diatas kasur lalu menutupi wajahnya dengan bantal
"kenapa ferry selalu nyalah in gue hiks... hiks...kalau stela disakitin,dia anggep gue apa!" menutupi wajahnya
" mau tissu atau bahu?" tanpa berkata meyra bangkit mengambil tissu dan menyandarkan badanya pada devan
"sekarang gini,kalau lo gak salah kenapa nangis?—" menyentuh rambut meyra
"lo suka sama ferry?"