My Rome

My Rome
sial !



saat tiba di kelas meyra hanya bersikap biasa saja mengingat penghinaan itu bukan lah yang baru dia telah terbiasa


"selamat siang bu,maaf telat" menundukkan kepala nya


" iya nak gak papa,langsung duduk saja". ucap bu guru


tanpa menoleh bu namun setelah meyra akan duduk


" kenapa baju kamu basah mey?" tanya bu dita


"ini.......tadi gak sengaja ada anak minuman nya. jatuh bu,terus kenak seragam saya" jelas meyra


" tumpah ? yasudah cepat pinjam outer atau jaket entah apapun itu,intinya bisa menutupi seragam kamu yang basah itu.saya tidak mau melihat ada anak dalam pelajaran saya yang tidak memakai pakaian bersih"


"ini juga bukan hanya untuk meyra saja,tapi untuk semuanya juga,jadi sekolah itu yang rapi,bersih dan disiplin jangan sekolah kamu buat mainan contohnya ...." belum meneruskan kata kata nya sudah dipotong yang sebenarnya


akan menyebutkan nama devan


" devan gak masuk bu " ucap devan yang jelas jelas ada di dalam kelas


" terus kamu ini siapa ?"


" saya kembaranya devan,lebih ganteng dan sholeh namanya devin bu".dengan memakai kacamata kotak milik temanya dan tanganya yang sedang merapikan poni


"devaaaaan!!ini pelajaran saya jangan dibuat bercanda!! pojok kamu,kenapa tertawa ....." meneruskan nasehatnya


serius ini mau berdiri berapa jam lagi gue lelah ~meyra


" mey,meyraaaa...." ucap tania setengah berbisik


" apakah dia tuli karna kita yang terlalu sering denger kita debat ya " ucap tiara


" ya gila aja lo ra (menyobek kertas dari buku dan mengepalkan menjadi bola lalu melemparkan nya) ilmu memanah ku saat ini dibutuhkan". tania


"wooooooh memanah ckckck......" tawa tiara garing


" kalau lo handal memanah,misalnya nih ada lowongan loyal squad lo gue daftarin" goda tiara


tania yang sudah sangat serius dengan lemparan nya namun tania yang malah asik dengan lamunan nya akhirnya berhasil


"tuh kan gue pinter memanah" dengan senyum penuh kemenangan


meyra yang tersadar mencari arah lemparan nya dan menemukan tiara yang sedang melakukan gerakan bahasa isyarat dan melemparkan kunci loker milik nya


ternyata seburuk buruk ucapan tania,hatinya ternyata baik uuuuuu baper ~ meyra


lalu setelah mendapatkan kuci loker meyra segera menuju ke tempat lemari siswa yang berada diujung sekolahan namun ditengah perjakan meyra melihat ferry memeluk bahu seseorang


Dasar buaya darat,setip hari ganti pelukan~meyra


Menggerutu sambil meneruskan perjalanan nya menuju ruangan loker siswa ditemani dengan seorang satpam diluar pintu dan langsung mengambil jaket jeans milik Tiara


"Ya ampuuuuuun,ini mah gede banget!! Apa gak kegedeaan ya dibadan Tania walaupun dia agak berisi tapi gak gini juga kali,hmmm..........ya udah lah dari pada kelihatan noda noda diseragam ini " memakai jaket jeans yang memang ukuran nya tidak pernah dimiliki oleh meyra walaupun itu ukuran over size sekalipun tidak sebesar ini


Selesai merapikan dirinya dengan jaket yang terlalu besar itu meyra segera berjalan menuju kelas dengan setengah berlari namun apa yang di khawatirkan pun terjadi pelajaran sudah dimulai kembali dan Bu guru sudah duduk di kursinya


"Aduh !!! Kenapa sih... udah dimulai pelajaran nya ?terus sekarang gimana cara nya guebisa masuk kelas,kan gue capek nilai dikasih tanda merah mulu " cemas meyra


"Gimana yah? Gawat dada gue udah deg deg an jangan panik Mey tenang..... Semua ada jalan nya "menyentuh dada nya


"Ayo berfikir,berfikir,ayolah!!!! Kenapa gak ada ide" bersandar pada tembok


Tanpa sengaja meyra menemukan sesuatu di dalam saku nya


"ini...(tersenyum gembira) hp iya,kenapa gak kepikiran dari tadi ya kan jantung gue gak perlu repot repot deg deg an "


"Sekarang hubungin Tiara dan Tania"


"Aaaaaaahh,kenapa gak ada yang terima telpon gue" mulai frustasi


"Sabar....sabar....tenang,cri di grup kelas masih ada nomer lain"


"Ini gue gak kenal,terus ini siapa ya,lalu ini kan yang sebngku sama Tiara gue kenal"


" Uhhhh,gak di angkat lagi nomer siap lagi ya"


Sedangkan di dalam sudah mulai pengabsen an


"Devan mahardika " ucap bu guru


"Devaaaaaaaaan!!!!" Teriaknya yang diikuti dengan nasehat nasehat lagi


"oh ya Devan gue punya nomer nya kan kita sekelas ternyata situasi ini buat gue amnesia"


Dreeeet.....dreeet... Hp nya bergetar


"Eh tumben meyra nelpon gue kenapa ya? kan kita sekelas" tidak menyadari kalau meyra tidak ada di dalam


"Halo mey"sambil membenarkan headseat yang dipakai nya hanya sebelah sambil pura pura mendengarkan


"Van,gue ada diluar tolongin dong biar bisa masuk ke kelas sebelum nama gue diabsen"


"Kalau mau masuk ya masuk aja mata gue masih jelas kali kalau tuh pintu masih terbuka lebar wkwkwk"


"Maksut gue itu gak gitu


Van,kalau bisa semudah itu kenapa gue minta tolong jadi gini...."


"Iya iya gue gak sebodoh itu kali,setelah ini Lo sembunyi gak tau kemana tapi jangan jauh jauh dari kelas nanti gue telfon lagi"


Tuuuutt....tuuut


"Van halo, ih mutusin telfon sembarangan apakah ini juga penyebab asmara nya yang selalu seumur jagung "


Tidak pikir lama meyra langsung bersembunyi dibawah tangga yang sudah ada hak sampahnya


Dreeeeeet.... Dreeeet


"Sekarang Lo langsung masuk sambil lari tapi gak usah ada suara walaupun cuma suara nafas,keadaan udah aman" ucapnya bersandar dipintu


Lalu meyra bergegas menuju kelas


"Lama banget sih,besok lagi kempesin pantat nya biar gak berat"


"Bang......bang....sat lu Huh huh" mengatur nafasnya


"Mey duduk sini(menyodrkan minum),hari ini devan bekerja keras Lo harus bilang terima kasih" ucap tania dengan tersenyum


"Ya itu gak akan terjadi kalau Lo angkat telpon gue!!!!" Meninggikan suara nya


"Ya maaf hp kita berdua lowbatt heheh"


Pelajaran telah dimulai kembali setelah kejadian tadi hingga waktu pulang pun tiba


"Van,devaaaan!!"


"Kenapa sih laki laki kalau jalan cepet banget,capek tau"


"Karena laki laki itu pemimpin jadi dia harus ber upaya selalu didepan"membuka pintu mobilnya dan memasukkan tas nya


"Van ...."


"Iya Mey sama sama"


"Ih sok tau kalau gue mau bilang makasih"


"Jujur Lo mau bilang gitu kan? Kalau enggak gue masuk aja"membuka pintu mobil lagi"


"Eh eh (memegang tangan devan) jangan dong,iya makasih udah nolong besok besok gue mau kerjain tugas Lo"(menatap langit dan memainkan tangan nya)


"Semuanya?"menaikkan alisnya


"Dikasih jantung malah ngelunjak,ya beberapa aja.


ceritain dong Lo bisa sepinter itu ngelabuhin Bu dita "


"Dasar kepo"mengacak rambut meyra


"Ayolah,gue tuh pengen belajar sama AH LI NYA" memutar bola mata nya


"Jadi ...........


HAI .....


JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YA😘😘


BERIKAN KRITIK DAN SARAN YANG MEMBANGUN JUGA YAAAA😍😍😍