
" wuuuhh ...lega banget, jam berapa nih sepertinya gue harus ke kelas" gumam nya dengan langkah cepat ia berjalan menuju kelas nya tanpa sadar ia menabrak seseorang yang sedang membawa minuman dan menumpahi seragam putih nya
"awww" meyra melihat ke arah bajunya yang sudah berlumur cairan minuman
" upppsss(menutup mulut dengan tanganya ) gak sengaja gue hhhh,ini nih akibatnya kalau cewek selalu kecentilan ya kan gengs.mata gak ditaroh depan tapi di taruh ke pantat" bertanya dengan daisy dan leona
Sedangkan daisy dan leona hanya menggaruk tengkuk kepalanya
Buset !!! kalau tujuan nya kaya gini gue gak mau ikutan tadi ~ leona
" stela,lo gak pernah di ajarin pelajaran sopan santun ya" berlari memasuki kamar mandi untuk membersihkan bajunya
didepan wastafel
"diajarin kok,tapi.....untuk alasan apa aku harus sopan sama lo ( sambil memainkan rambutnya dan menaiki meja wastafel )karna lo PENGHIANAT " berbicara mendekat ke telinga meyra
" hmm terserah,gue males jelasin semuanya lagi" berjalan meninggalkan stela dan teman temanya namun stela tidak terima di acuhkan seperti itu karna memang niatnya bukan untuk membicarakan hal tadi
" mau kemana? Hah! Urusan kita belum selesai " mengeratkan genggaman stela ke tangan meyra
" mau lo apa sih! Habis numpahin minuman gak ada kata maaf nya terus sekarang mau apa ! Selain lo gak cantik juga gak tau diri ya " berhenti lalu membalikan badan dan melipat tangan nya didepan dada
" kenapa?! Marah!! Gue juga mau!!! gak lo aja! tapi gue gak bisa marah walaupun begitu gue selalu mengangap lo teman,sampek lo jadi abu" bentak meyra yang sedang berkaca kaca disaaat meyra mau pergi stela yang tadinya menahan amarahnya kini berbicara
" gue gak mau jadi temen lo dan gak akan pernah terjadi!! " stela meninggal meyra yang masih terpaku
"stela,besok lagi lo gak usah gitu ama meyra...." ucap daisy lirih
"hmm iya gue setuju penghinaan terhadapnya dulu udah cukup kok buat kasih pelajaran padanya" sambung leona
"ooohhh......(membulatkan mulutnya) ya ampun,sejak kapan temen gue jadi pembela meyra (berputar mengelilingi daisy dan leona) "
"eh lo kok jadi gitu gue tetep temen lo lah,tadi gue cuma kasihan aja kan gue punya hati".ucap leona sembari menekan kan kata hati
" siapa yang gak punya hati disini hah! gue ? (mengangkat dagu nya sedikit),jadi gue gak punya hati leona ?" namun leona hanya diam sambil memainkan jari nya
" ih kok jadi ribut sih,ayo kita ke kelas aja ya (menggandeng tangan stela dan leona" ucap daisy memecah suasana
" gak usah sentuh tangan gue " bentak stela
stela pun berjalan dengan angkuhnya berada di dedepan sedangkan yang dibelakangnya leona dan daisy sedang bergumam memaki stela
"lo si kaya gak pernah lihat orang darah tinggi " ucap daisy
" gue tadi gak niat begitu juga kali" bantah leona
"setelah ini pasti mau drama " daisy berbisik ketelinga leona
" dasar dukun!!" ucap leona meninggalkan daisy
****
"huhuhuhu......." tangis leona yang dibuat dibuat stela mengundang perhatian teman temanya termasuk ferry,ferry yang mengetahui asal suara tangis itu milik stela langsung menghampirinya dimejanya
" stela....." ferry yang hanya menyebut nama nya saja langsung disambut dengan memeluk tubuhnya dan menangis disana
" hey.......kenapa stel (merapikan rambut stela yang basah terkena air lalu mengusap pipi stela lembut ) ? ini rambut lo juga basah,coba katakan!
"kamu tahu fer,meyra dia....... tega nyiram gue dengan minuman dingin kamu tahu alasan dia apa? dia benci lihat kita selalu pulang bareng hari hari ini.....( kembali menangis terisak menarik lengan ferry)".
"lihat sekarang baju aku basah(membuka cardigan yang menutupi bajunya) aku kedinginan fer....huhuhu.....(semakin mengeratkan pegangan nya )
" lo gak usah nangis lagi( meregangkan tangan stela ) disini kan dingin,gimana kalau kamu istirahat di uks aja.aku temenin nanti biar di izinkan citra(berjalan sambil memeluk bahu stela)
" oh ya citra nanti stela izinkan ke uks ya " berhenti berbicara kepada citra
namun citra yang sedari tadi hanya asik dengan gambaran nya hanya bisa membulatkan matanya seraya bertanya apa yang terjadi,begitu pula dengan leona yang akan masuk kelas mengurungkan niatnya karna melihat drama tadi dan melihat stela mengedipkan matanya pada leona lalu tersenyum tipis
gimana hebat kan gue?~stela
hebat !!! ini baru temen gue,bakat aktingnya luar biasa ~leona
*****
"dasar bisa bisa nya temen temen gue pada bela dia yang jelas udah pernah buat kesalahan sebesar itu ,terus belum lagi si pelakor itu gampang banget bilang gue sahabatnya bahkan
kalau semisal kita tanpa sengaja tetangga an nih gue mau langsung pindah walaupun itu cuma satu menit" ucap
stela kesal duduk di kantin sendirian
lalu bibi kantin menyuguhkan stela minuman dingin tanpa diminta
" ini non,minum dulu biar gak haus pasti nona sedang kesal".
"ya sudah pergi!!!" bentak stela
"atau non lapar biar saya buatkan bakso?" dengan tersenyum tulus
BRAAAKKK (memukul meja )
" bibi gak dengar ya ?atau ......kamu " tunjuk stela
"iya nona" ucap laki laki setengah baya
"dia istri kamu kan?suruh dia diem,biarkan aku sendiri!"
"tidak nona saya tidak akan bicara lagi ,saya permisi" ucap bibi kantin yang sudah masuk kedalam toko diikuti dengan suaminya
" ini lagi satu cerewet banget,sok baik lagi lagian ini minuman apa an " gerutu stela tak lama kemudian stela memunculkan idenya
" kenapa gak gue manfaatin aja ya!,stela kamu perfect " memuji dirinya sendiri dengan bangga
tak lama kemudian stela membawa membawa minuman itu ke kamar mandi dan disiramkan ke seragamnya
maafin gue fer ..........~stela
setelah itu dia menuju loker untuk mengambil cardigan nya untuk menutupi seragamnya yang sudah kotor
" kurang satu lagi.......ini dia(menemukan sesuatu di lokernya) ,tetes mata andalan gue (memaksukan kedalam sakunya "
"non kenapa baju nya basah begitu...apa mau minta tissu biar bisa dibersihkan" ucap bu kantin dengan nada khawatir
" bisa gak, gak usah berisik !" ucap stela frustasi
" aku kesini cuma mau ngembali in gelas ini,dan uangnya " memberikan beberapa lembar uang
" non...." belum meneruskan ucapanya
"kembali an nya ambil tapi jangan pernah memuji aku didepan temen temen ku seperti kemarin,gue malu" stela
"baik non" ucap bibi
stela meninggalkan kantin dengan membayangkan apa yang akan diucapkan nya dengan ferry
*****
gila dua kali seharigue ke uks ,pengen ganti profesi jadi anggota kesehatan sekolah aja gimana? ~ferry
"fer makasih ya udah temenin gue kesini (menyentuh tngan ferry) "
"biasa aja lah stel,nanti gue bantu bicara sama meyra ya".(mengusap rambut stela )