
Percakapan di telfon
Devina : Hy adikku
Bian : iya kak
Devina : Kau pasti datang ke pernikahanku besok kan?
Bian : Entahlah kak
Devina : Please Bian, masa adikku sendiri tidak datang dihari bahagia kakaknya
Bian : Kak, kakak tau kan aku tidak ingin bertemu dengannya
Devina : Bian, jaga ucapanmu kamu sudah keterlaluan. Kamu harus ingat dia itu ibumu, ibu kandungmu, yang melahirkanmu".
tut...tut...tut...
Dengan cepat Bian memutus telfon, dia muak setiap kali ngobrol dengan Devina ujungnya pasti membahas ibu kandungnya.
Anak itu selalu saja menghindar tiap kali aku membahas ibu, andai saja kamu tau ibu selalu menyayangi kita walaupun dia tidak merawat tapi dia selalu mengawasi kita dari jauh.
Devina berkata dalam hati sambil menghembuskan nafas panjang.
___
Percakapan di telfon
Samara : Halo anakku
Bian : Iya bu
Samara : Bagaimana kabarmu nak? kamu baik kan?
Bian : Aku baik bu, bagaimana dengan ibu?
Samara : Baik sayang, oia apa besok kamu datang ke pesta kakakmu?
Bian : Tidak bu, kalau aku datang nanti bertemu dia
Samara : Bagus sayang, pasti ibumu itu ingin memamerkan suami barunya kepada kita.
Bian : Sudahlah bu aku tidak ingin membahas dia
Samara : Iya sayang, tapi ibu sedih...kenapa kakakmu itu tidak mengundang ibu. Memangnya ibu siapa? Dia sungguh tidak menganggap ibu
Bian : Sabar bu, Kak Devina memang sedikit keras kepala. Yang terpenting aku selalu menyayangi ibu
Samara : Iya nak ibu juga sangat menyayangimu
Bian : Aku lebih menyayangi ibu
___
Hari H Pernikahan
Percakapan SMS
Devina : Kau sungguh tidak datang
Devina : Kalau benar kau tidak datang, aku tidak ingin bertemu kau lagi
Tadaaaaaaaaa...........
Tiba-tiba Bian sudah ada di depan Devina yang sedang fokus mengetik SMS untuk Bian.
"ih..... sebel, kakak kira kamu sungguh tidak datang". Ucap Devina sambil memukul Bian dengan Bunga yang digenggamnya.
"Mana mungkin aku tidak datang dihari pernikahan kakak tersayang". Sambung Bian memeluk Devina dan menenangkannya.
"Kenapa baru datang?". Tanya Devina dengan nada ketus
"Macet". Jawab Bian tersenyum kecut
"Bohong.... aku tau kamu menunggu ibu pulang kan?".
"Sudahlah kak, aku tidak ingin berdebat denganmu dihari ini".
"Kau sungguh kejam, dia sangat ingin bertemu denganmu tapi karna adik tiri kita sedang sakit jadi dia tidak bisa lama-lama menemani kakak".
___
Percakapan di Telfon
Yura : Halo Selamat siang dengan Kak Devina, Psikiater Rumah Sakit Kencana
Devina : Iya benar, dengan siapa saya bicara
Yura : Maaf, Perkenalkan saya Yura temannya Rika. Saya dapat nomor kakak dari dia
Devina : Oh Rika sudah cerita, jadi bagaimana kondisi temanmu sekarang
Yura : Masih menatap dengan kosong, saya khawatir dengan keadaannya kak. Apa bisa besok kita bertemu?
Devina : Maaf, Yura saya sedang di Bali kebetulan kemarin saya baru melaksanakan pesta pernikahan.
Yura : Benarkah? Maaf kak, saya mengganggu honey moon kakak.
Devina : Tidak, santay saja. Hm.... karna temanmu kondisinya sudah serius, bagaimana kalau adikku saja yang menggantikan sementara sampai saya pulang ke Jakarta. Dia memang bukan psikiater tapi dia Psikolog, setidaknya dia bisa membantu menyeimbangkan emosinya dulu. Bagaimana?
Yura : Terserah kak, gimana baiknya saja
Devina : Baiklah, saya akan menghubunginya dulu. Tolong kirim alamat kalian ya
Yura : Baik kak, terimakasih banyak maaf sudah mengganggu
Devina : Sama-sama Yura
___
Percakapan di telfon
Devina : Hy adikku
Bian : Kau menelfonku?
Devina : Kenapa memangnya?
Bian : Ku kira kau sedang sibuk hahaha
Devina : Apa sih kamu, disini kakak kerja bukan seperti yang kamu fikirkan
Bian : Kerja? kakak pindah tempat praktik
Devina : Kakak iparmu yang kerja, jadi kakak membantunya
Bian : hufft itulah konsekuensi menikah dengan seorang workaholic
Devina : Hey jangan mengejek kakak iparmu ya
Bian : Baiklah maaf, ada apa kakak telfon
Devina : Oia hampir kakak lupa, kakak punya pasien baru artis terkenal. Kamu tau Liza?
Bian : Tau namanya tapi gak tau wajahnya
Devina : huffft dasar kau ini kurang update
Bian : Aku harus fokus menjadi psikolog ternama kak, tidak ada waktu menonton drama. Hidupku saja sudah penuh dengan drama
Devina : Itu karna kau jomblo makanya galau terus hehehe. Jadi gini kakak meminta bantuanmu tolong keluarkan ilmu psikologmu itu untuk menyembuhkannya
Bian : Aku? Memangnya dia kenapa?
Devina : Dia terganggu psikisnya karna calon suaminya kecelakaan dihari pernikahannya
Bian : Tragis
Devina : Makanya besok kamu temui dia di rumahnya tapi jangan sampai dia tau kalau kamu psikolog, oke
Bian : Tapi kak, aku bukan psikiater aku psikolog.
Devina : Iya kakak tau paling tidak kamu bantu kakak mengontrol emosinya dulu sampai kakak balik ke jakarta. Pokoknya titik besok kamu kesana ya nanti kakak kirim alamatnya bye.
Tut...tut...tut...
Kakak selalu saja bisa membuatku menuruti kata-katanya.