
Liza Sarasvati
Seorang aktris terkenal yang memiliki masa lalu menyedihkan. Ibunya meninggal dunia saat dia berumur 17 tahun, dan semenjak ibunya wafat ayahnya menjadi pemabuk dan pergi entah kemana meninggalkan Liza dengan kakak perempuan yang tidak perduli dengan kehidupannya.
Semenjak ayahnya pergi praktis Liza harus menghidupi kehidupannya sendiri dengan menjadi figuran di sebuah drama televisi. Dan setelah lulus SMA Liza mulai giat untuk mengikuti casting dimana-mana, karna memang cita-citanya adalah menjadi artis terkenal agar ayahnya bisa melihat kesuksesan putrinya.
Dalam 3 tahun Liza sudah berhasil membintangi 15 drama, iklan dan menjadi duta pariwisata karna keaktifannya mempromosikan tempat wisata di seluruh Indonesia melalui akun sosial medianya.
Selain acting Liza memang hobi jalan-jalan, ketika dia mengunjungi sebuah pulau di Bali moment pertemuan dia dengan Dirga pun terjadi. Singkatnya mereka menjalin hubungan dan bertunangan.
Bagi Liza, Dirga adalah sosok yang paling mengerti dan juga mencintai dia melebihi ayahnya sendiri. Perhatiannya mengingatkan Liza dengan Almh. Ibunya.
Sampai suatu hari dimana hari pernikahannya dilaksanakan. Liza menerima berita duka bahwa Dirga tewas kecelakaan di perjalanan menuju gedung pernikahan. Seketika dunia Liza gelap, dia pun tak yakin apakah dia masih bisa melanjutkan hidupnya tanpa Dirga.
Bian Prayoga
Lelaki muda dan tampan tapi tidak mudah bergaul dan didekati. Karna itu sang kakak Devina menyarankannya menjadi Psikolog agar Bian mudah bersosialisasi dengan orang lain. Bukan tanpa alasan Bian bersikap demikian, karna trauma pada ibu kandungnyalah yang membuat Bian menutup diri dengan orang lain.
Rasa dendam terhadap ibu kandungnya masih terpendam dalam dirinya. Bian ingat betul bagaimana ibunya tega meninggalkan dia dan kakaknya yang masih kecil demi seorang lelaki kaya.
Saat ini Bian tinggal di Bandung untuk melanjutkan S2 psikolognya, walaupun ini bukan kemauannya untuk menjadi psikolog melainkan kemauan kakaknya. Tapi Bian enjoy dengan profesi ini, dia menjadi lebih mengenal sifat, karakter, dan tabiat setiap orang yang dia temui.
Di dalam dirinya ada keinginan untuk melihat karakter ibu kandungnya melalui Grafologi (suatu ilmu dimana kita bisa melihat karakter seseorang melalui tulisan tangan ataupun tanda tangannya), tapi kebencian selalu menahannya.
Dia ingin tau apakah yang dikatakan Devina benar mengenai ibunya yang sebenarnya baik, dan malah ibu tirinyalah yang mencoba mengadu domba dia dan ibu kandungnya.
Yura Annisa
Yura adalah sahabat yang menjadi manager Liza, mereka bersahabat sejak mereka duduk di bangku SMA. Mereka mempunyai cita-cita yang sama yaitu menjadi artis film yang terkenal. Tapi sayang bakat akting Yura tidak sebagus Liza. Sudah berkali-kali ikut casting hasilnya Yura hanya menjadi figuran. Diapun menyerah dan mengurungkan niatnya menjadi artis film terkenal.
Melihat hal itu Liza pun menawarinya menjadi manager, karna pada saat itu Liza masih mengurus schedulenya sendiri. Dengan senang hati Yura menerimanya. Yura berjanji dia akan selalu menemani dan menjaga Liza sampai kapanpun.
Devina
Kakak perempuan Bian. Seorang Psikiater di rumah sakit ternama di Jakarta, kakak yang selalu berusaha untuk menyadarkan Bian bahwa ibu tirinyalah yang berusaha untuk mengadu domba antara Bian dengan ibu kandungnya.