
Ara dan Hyeon kembali bertemu setelah 2 tahun. Kini Ara sudah lebih dewasa dari 2 tahun yang lalu, hati nya yang telah ditata untuk menolak Hyeon, bukan lah mudah untuk ditata ulang. Walau Hyeon sudah menjelaskan alasan perbuatannya, tapi Ara tetap masih kecewa akan keputusan Hyeon yang tidak melibatkan Ara dalam kesulitannya.
Seandainya Hyeon memberi tahukan sebelumnya, Ara akan menunggu dan tidak menutup hati nya begitu erat.
Tapi itu hanya lah masa lalu dan kini Ara harus lebih berhati hati dalam keputusannya. Kerja keras dan usaha nya selama 2 tahun bukan lah hal yang mudah. Ara sampai harus kehilangan kesempatannya untuk kuliah dan beasiswa nya.
Jadi kali ini biar Hyeon yang berusaha keras untuk mendapatkan hatinya kembali. Itulah hukuman yang layak bagi Hyeon.
Begitu pikiran Ara untuk saat ini.
Ara ayo kita minum bersama.
Youli merangkul pundak Ara dari belakang.
You.. kemana saja kau beberapa hari ini, aku mencari mu kemana mana
Aku sibuk sekali, kau tau aku bisa menjadi komputer yang harus diam di meja kerja selama beberapa hari ini. Apalagi akibat Bos yang sedang kasmaran, semua pekerjaan menjadi bertambah.
Ara dan Youli semakin akrab, mereka merasa lebih nyaman dengan memanggil nama. Awal nya Ara memanggil kakak kepada Youli, tapi Youli mengatakan kalau dia masih tidak mau terlihat lebih tua dari Ara. Jadi ara diminta memanggil nya nama saja. Bahkan mereka sering minum bersama untuk melepaskan penat.
Keadaan sudah mulai gelap, Ara dan Youli mampir di kios tepi jalan untuk minum beberapa soju dan makan.
Jadi bagaimana hasilnya ?
Hyeon terlihat sering senyum beberapa hari ini
Ya.. ntahlah. Aku hanya ingin berteman saja dulu. Dia yag pergi You, maka biar dia yang menanggung akibatnya. Dan memang nya oppa jarang tersenyum ? dari dulu dia paling sering tersenyum.
Ara, kau tau bebannya menjadi pimpinan diusia muda dan kehilangan panutan ayahnya, bukan lah hal mudah. bayangkan, dipaksa dengan keadaan seperti itu aku rasa Hyeon sudah bertahan dengan baik. Jadi jangan terlalu keras padanya. Mengerti ..
Ya You.. kau memang yang terbaik buat Oppa.. selalu saja mencari celah untuk mendukungnya. sambil menyodorkan gelas minuman ke Youli.
Sudah berapa gelas yang mereka habiskan, sepertinya mereka sudah bercerita cukup panjang beberapa saat ini.
Tiba tiba Hp Youli berdering menunjukkan Hyeon memanggil
Ya.. ada apa Bos..
Youli sepertinya sudah mulai mabuk. Kata kata ny sudah tidak seperti biasanya.
You.. apa kau mabuk? dimana kau sekarang?
Aku ada di kios dekat kantor.. oh ya, ad Ara juga disini. Tapi dia sudah tidak bergerak...
Youli bicara dengan ciri khas mabuk nya. tertawa dan bicara tidak jelas.
Hyeon kaget mendengar Ara juga disitu.
Kalian tunggu disitu, aku segera kesana.
Hyeon berisiap keluar dari kantornya untuk mencari mereka yang sedang mabuk.
Selang beberapa saat kemudian, Hyeon sudah tiba dilokasi dan melihat keadaan Ara dan youli.
Astaga... kalian kenapa disini seperti ini
mengelengkan kepala sambil melihat keadaan Ara lebih dekat.
Youli sudah duduk dan bersiap bangun. Aku mau pulang, jaga dia ya. Bye.. berjalan sempoyongan
mencoba menahan Youli sambil menahan Ara yang sedang terlungkup di meja
Tidak... aku mau pulang. Aku bisa pulang sendiri. Lihat aku masih sadar, jadi aku bisa pulang sendiri.
Berjalan keluar kedai dan pergi meninggalkan Hyeon.
Hyeon tidak tenang melihat Youli yang sedang mabuk berjalan pulang sendiri
Ara kau tunggu sebentar, aku susul Youli dulu ya.
Disaat Hyeon keluar kedai, tidak dilihat kembali Youli dimana mana.
Apa Youli sudah naik taksi ?
menelpon Youli untuk memastikan
Halloo. you. apa kemana kau? apa sudah pulang ? kau pulang pakai apa?
Ya... ya... aku sudah pulang. Bye..
mematikan sambungan telp
Hyeon pun kembali membawa Ara keluar dari kedai. Ara sama sekali tidak membuka matanya dan hanya bersandar pundak ke Hyeon. Lalu saat ara melai berjalan kembali Ara lemas dan hampir terjatuh.
Astaga Sweety.. kau hampir jatuh.
Mendengar panggilan yang lama tidak didengarnya, Ara membuka mata dan menatap Hyeon. Ara memegang kedua pipi Hyeon dengan gaya mabuk nya.
Kenapa memanggilku Sweety.. aku bukan sweetymu.. Pria brengsek itu saja sudah pergi.. berani sekali kau.
sepertinya Ara masih tidak sadar akan Hyeon yang memapahnya..
Maaf Ara... aku bersalah padamu..
Ya.. kau memang salah.. tapi aku sangat merindukan mu Oppa..
Ara mulai menangis dan memeluk Hyeon.
Hyeon menepuk punggung Ara dengan lembut mencoba menenangkan Ara.
Aku sangat merindukanmu Ara.. teramat sangat rindu..
Hyeon membawa Ara ke mobil, agak tidak menjadi pusat perhatian pengunjung sekitar.
Ara tertidur kembali saat ini di mobil. Lalu muncul ide usil Hyeon. Hyeon tertawa kecil dan mulai melakukan aksi nya.
Hyeon mengambil hp Ara dan membuka layar. Terdapat kunci sandi muncul, Hyeon berpikir sejenak dan menebak tanggal jadian mereka. Sandi terbuka.
Terlihat sedih di wajah Hyeon.. Ara masih tetap mengiangat tanggal itu, padahal hanya mencoba peruntungan membuka sandi. Karna dari dulu saat mereka bersama, Ara selalu menggunakan sandi itu untuk mengunci Hp nya.
Ternyata masih sama..
Membelai lembut rambut Ara dan mengecup kening Ara
Hyeon pun mencari kontak sang ibu dan mengirim pesan ke ibu Ara.
Lalu pergi membawa Ara ke apartement nya.