
STREETS PART 2
*****
Jessica melihat mobil yang terparkir di depan mobil Ryan dan Jessica menyamperin mobil tersebut dan benar saja ternyata itu mobil suruhan Jessica untuk membawa setelan kantor mereka.
“Hey…” Ucap seseorang didalam mobil
“Hmm…mana baju yang saya minta?” Tanya Jessica
“Tuh ada di belakang, kamu kenapa kayak gak mood gitu?” Tanya Seseorang itu lagi
“Udahlah Lucas saya lagi gamau bales itu sekarang” Jawab Jessica males, ya orang itu adalah Lucas dia anak buah Jessica di butiknya untuk mengatur semua masalah yang ada disana
Lucas hanya tersenyum mengerti karena dia tau betul Bosnya tuh gimana. Akhirnya Lucas membukakan pintu tengah yang sudah digantung diatas kaca mobil disana terdapat 2 setelan kantor untuk Jessica sama Ryan.
“Nih yang kamu minta, oh iya ini buat siapa?” Tanya Lucas sambil mengasih baju ke Jessica dan pengen tau baju siapa yang ia pegang apa lagi itu buat cowok jadi dia bingung
“Oh ini, itu punya-” Belum Jessica menyelesaikan katanya Ryan malah memotong ucapan Jessica
“Itu punya saya” Ucap Ryan datar dan jangan lupa ekspresi dinginnya
“Siapa dia Jessica?” Tanya Lucas
“Anu…dia…” Ucap Jessica terpotong lagi oleh Ryan
“Saya tunangannya” Ucap Ryan dingin
“Queen Jessica kamu serius tunangan sama dia?” Tanya Lucas tak percaya
Jessica hanya mengangguk males dan dia masih marah sama Ryan sampai ia tidak mau melirik Ryan karena orang ini lah yang membuat dia moody-an.
“Udahlah, makasih ya Lucas dan jaga kantor saya dengan baik oke” Ucap Jessica
“Siap Queen Jessica” Ucap Lucas yang mengangkat tangannya seperti hormat
“Please Lucas, don’t call me “Queen”. Kamu tau kalau aku tak suka dipanggil itu” Ujar Jessica tak suka karena menurut dia, ia bukanlah ratu yang bisa dibanggakan oleh semua orang
“Do you understand, Lucas?” Tanya Jessica memastikan
“Yes, I do understand” Ucap Lucas menunduk
“Hey, slow saja kamu udah saya anggap seperti keluargaku sendiri jadi janganlah sedih oke boy” Ucap Jessica lembut sambil mengusap pundak Lucas
Lucas tersenyum mengerti dan Jessica langsung masuk ke dalam toilet disana untuk mengganti bajunya.
*****
Jessica akhirnya keluar dengan kemeja putih dan celana panjang hitam yang begitu cocok dibadannya. Baju yang tadi ia masukkan ke dalam tasnya karena tadi Lucas membawa tas untuknya. Jessica keluar dari sana dan masih melihat mobil Lucas disana.
“Lucas, kenapa kamu masih disini?”
“Jes, saya ijin dulu ya ada urusan penting” Ucap Lucas
“Urusan? Oh yaudah tapi kamu kasih saya dokumen kantor ya sekarang karena saya mau liat penghasilan saya” Jelas Jessica, Jessica orangnya sangat simple dia tidak mau tau urusan privasi kerabatnya mau itu anak buahnya sekalipun dia tidak melarang anak buahnya untuk ijin karena bagi dia mereka cukup memberi alasan yang jelas dan baik dimatanya
“Oke nanti saya kirim dokumennya” Ucap Lucas
Jessica mengangguk dan pergi dari sana untuk masuk ke dalam perusahaan Shinne Group sekalian ia menyusul Ryan.
Kini Ryan memakai Kemeja putih dengan celana hitam dan dasi biru bergaris yang didominan oleh putih juga cocok untuknya. Ryan keluar dari sana dan ia terkejut didepannya kini sudah ada Jessica yang berada dimeja resepsionis.
“Mbak, apa Manajer Shin nya ada?” Tanya Jessica
“Ada, ibu sudah ada janji dengan beliau?” Tanyanya
“Sudah, saya diundang oleh beliau ke sini” Ucap Jessica sopan
“Oh…anda bu Jessica silakan langsung ke lantai 23 bu” Ujarnya
“Makasih ya” Jessica langsung pergi dari sana tetapi pas ia balik badan ia terkejut akan seseorang dihadapannya siapa lagi kalau bukan Ryan dia sedari tadi ada dibelakang Jessica
*****
Jessica hanya menghiraukan Ryan dan pergi menuju lift disana, Ryan hanya mengikuti gadis itu pergi.
“Gausah lirik-lirik ke aku, aku tau aku ini tampan kok” Ucap Ryan PD membuat Jessica mengerucutkan bibirnya
“Apa? Kamu tadi bilang apa sayang hm?!” Bisik Ryan ditelinga Jessica membuat si empunya berdebar cepat dan merona karena hembusan nafas dari Ryan yang bisa dirasakan oleh Jessica
“Ahh…g-gak…k-kok, tadi aku cuman bilang PD banget jadi orang kamu” Ucap Jessica terbata-bata
Untungnya saja didalam lift cuman ada mereka berdua. Ingat berdua saja jadi mereka merasa bebas mau disana tetapi tetap waspada kalau tiba-tiba ada yang masuk dari lift sana dan mereka terkejut saat pintu lift terhenti di lantai 15 dan menampilkan seseorang disana yang hendak masuk ke dalam lift tersebut.
“William!” Ucap Jessica kaget membuat mata nya membola sempurna
“Hey, kita ketemu lagi. Apa jangan-jangan kita jo-” Ucap William terpotong oleh Jessica
“Jomblo? Iya emang kamu jomblo William, ups aku lupa kamu udah dapat cewek ya sorry ya William” Cibir Jessica senang dan menatap William tanpa dosa, Ryan yang mendengarnya menahan tawanya. William mengepal kuat tangannya karena menahan emosi kepada ucapan Jessica
William masuk ke dalam lift dan disana terdapat hening cukup dibilang hampa karena tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka. Sampai terdengar suara lift yang terhenti ditujuannya mereka bertiga. What?! Kenapa harus bertiga? Ya itu karena William direktur disana atau bisa dibilang dia anak dari perusahaan tersebut jadi dia juga dipanggil oleh Ayahnya ke atas menemui para tamu special Ayahnya tersebut tapi tidak menyangka kalau tamu special tersebut telah bersama dirinya.
Tok…tok…tok
“Masuk” Perintah didalam ruangan tersebut atau bisa disebut ruangan Manajer Shin
*****
Mereka akhirnya masuk dan menunduk sopan kepada Manajer Shin yang telah duduk di kursi kebanggaannya.
“Jessica! Hey sayang, apa kabar?” Manajer Shin menatap rindu kepada Jessica karena dia sudah menganggap Jessica seperti anak kandungnya sendiri, Well karena Manajer Shin tidak mempunyai anak cewek dia memiliki 1 anak cowok dan itu yang berada disamping Jessica sekarang ini siapa lagi kalau bukan si Buaya darat alias William playboy.
“C’mon Dad, kamu lupa ada anak kamu juga disini kamu anggap aku apa? Cicak? Kecoa atau batu Dad?” Ujar William males
“Astaga nih anak, gak bisa apa kamu jaga tuh mulut kayak tempat sampah para mantan kamu aja” Sindir Manajer Shin mantap membuat William membola sempurna
Jessica dan Ryan menahan tawanya ya itu lucu menurutnya karena ucapan Manajer Shin begitu nge-jleb dan cocok buat sikap William.
“William kamu ingat dong udah tua gini masih aja belum cari menantu buat Daddy, otak kamu jangan isinya selakangan wanita mulu pergi ke club mulu dengan para wanita menjijikkan itu, stop lah kamu harus banggain Daddy mu ini dan Mommy mu” Ucap Manajer Shin lagi membuat Jessica menatap tak percaya
*****
‘Gua tau sekarang sikap si brengsek ini sama kayak Daddynya, apa tadi selakangan. Heyy disini ada gua juga kali kalian kira gua ga dengar apa’ Batin Jessica kesel
“Ekhemm…” Deheman Ryan mampu membuat semua orang terdiam dan manatap ke arahnya
“Oh iya sampai lupa Daddy kalau ada kalian, sorry ya sayang” Ucap Manajer Shin
“Gapapa Manajer, saya maklumi kok” Jawab Jessica cuek
“Eh…jangan panggil manajer ya sayang tapi panggil Daddy oke?” Saran Manajer Shin
“Oke Da-ddy” Jawab Jessica terbata-bata
“Nah bagus, yaudah sini duduk” Perintah Manajer Shin
“Ryan apa kabar?” Tanya Manajer Shin kepada Ryan
“Baik Pak Manajer” Jawab Ryan datar
“Hey panggil saya Daddy juga, saya tau dari Pak Scott kalau kamu tunangan sama Jessica apa bener?” Tanya Manajer Shin memastikan dan membuat William membuang mukanya tak suka
“Benar Daddy, saya tunangan dengan Jessica” Jawab Ryan tegas
“Chukkae* buat kalian ya” Ucap Manajer Shin bangga dan terharu
*Selamat
“Gomawo” Ucap Jessica dan Ryan bersamaan
“Udah-udah, kapan mulainya Daddy aku sangat sibuk sekarang” Ucap William tak suka
‘Mampus! Emang enak rasain tuh Brengsek’ Batin Ryan memaki William
*****
Tbc