
CRY AS YOU WISH
*****
“Jessica, kamu gapapa?” Tanya Ryan
“Aku gapapa kok, makasih udah mau bantu tadi” Ucapnya
“Sini biar aku yang gendong Snowy” Ucap Ryan
“Hmm…” Jessica hanya bergumam saja
Ryan langsung menggendong Snowy dan mengikuti Jessica dari belakangnya. Pas diluar Jessica nampak pusing kepalanya dan hampir terhuyung ke bawah tapi ditahan oleh Ryan akhirnya memasukkan Snowy dan Violet ke jok
belakang dan menggendong Jessica ala Bridalstyle. Ryan memasukkan Jessica ke mobilnya, Ryan langsung tutup pintunya dan masuk ke tempat duduk pengemudi. Ryan langsung menjalankan mobilnya dengan cepat menuju ke rumahnya Jessica yang tak jauh dari rumahnya Omnya.
“Jes, jangan bikin aku khawatir dong” Ucapnya frustasi
“Hmm…” Jessica terbangun dari pingsannya dan matanya terbuka dengan males
“Ryan…” Lirihnya memanggil Ryan
“Ya, sedikit lagi kita mau sampai ke rumahmu” Ucap Ryan khawatir
Hikss
Hikss
Hikss
“Kenapa…dia harus…kesana sihh…” Lirih Jessica
*****
Ryan menghentikan mobilnya dipinggir Jalan dan memeluk Jessica dengan erat.
“Keluarin semuanya aja Jessica kalau kamu merasa lebih tenang” Ucap Ryan
Jessica menangis dengan kuat dan terhenti saat Ryan menggodanya.
“Hey, kalau nangisnya masih lama nanti cantiknya hilang lho” Goda Ryan
Jessica memukul pelan dada bidangnya Ryan.
“Iihh…Ryan mah” Gerutu Jessica kesel dan melepaskan pelukan dari Ryan
Ryan terkekeh “Kamu gak perlu nangisin si Brengsek itu air mata kamu terbuang untuknya sia-sia tau” Ucap Ryan
Jessica langsung menghapus air matanya dan menatap Ryan dengan tulus. Ryan langsung menempelkan bibirnya ke bibirnya Jessica, dan ********** dengan lembut walau hanya sebentar saja.
Ryan mengusap pipi Jessica dengan lembut “Kamu pasti laper kan, kita cari restoran yuk” Ajak Ryan
“Gak Mood aku” Ucap Jessica
“Hey, kamu harus makan baby” Ucap Ryan
“Gak mau Ryan, dan lagi tumben-tumbenan kamu ngajak aku makan. Biasanya kan kamu cuek” Ucap Jessica
Ryan menyentil dahinya Jessica dan Jessica merintih kesakitan.
“Awwh…sakit Ryan” Dengus Jessica kesel
*****
Ryan mengelus dahinya Jessica dan mengecupnya dengan singkat.
“Makanya ayo makan, aku laper nihh” Ucap Ryan manja
“Iya deh iya” Ucap Jessica pasrah
“Tapi aku maunya pulang, aku lelah banget tadi Ryan” Ucap Jessica
“….” Ryan hanya diam dan tidak menghiraukan Jessica
“RYAN!!!” Teriak Jessica
“Hmm…” Ryan hanya bergumam
“Ish…aku mau pulang aja ah ngantuk aku tau nanti aku masakin deh dirumah ya” Ucap Jessica
“Yaudah deh, tapi kita pulangin Snowy sama Violet ke rumahmu ya, kasihan pasti mereka lelah” Ucap Ryan dan dianggukin oleh Jessica
*****
Beberapa menit kemudian mereka sampai kediaman Jessica dimana disana terdapat mobil hitam dan putih milik Jessica. Jessica menggendong Violet dan Snowy ke luar dan masuk ke dalam Rumahnya Jessica dan diikuti oleh Ryan yang berada dibelakangnya tak lupa Ryan menggenggam tangannya Jessica dengan lembut, Jessica sempet nolak tetapi dia menjadi pasrah saat Ryan menggenggam tangannya Jessica semakin erat. Pas membuka pintu semua para pelayan Jessica menunduk hormat kepada Jessica dan Ryan.
"Mbak, anak-anak udah pada tidur?" Tanya Jessica ke salah satu pelayan disana
"Belum Non, Mas Brian lagi nonton TV kalau Mbak Hana ada di meja makan lagi makan" Jelasnya
"Oh gitu, makasih ya Mbak kalau gitu saya samperin mereka dulu" Bales Jessica ramah
"Iya Non" Ucapnya sambil menunduk dan dianggukin oleh Jessica terus ia berlalu pergi dari sana
Dijalan...
"Ryan...lepasin ihh" Rengek Jessica tak suka
Satu detik...
Dua detik...
Tiga detik...
Jessica langsung memalingkan pandangannya dari Ryan.
"Ah ilah, nih orang kadang lembut kadang nyebelin pengen rasanya gua cakar tuh muka kalau gak ingat dia itu dosen gua" Gerutu Jessica dalam hatinya
*****
Setelah memasuki Ruang keluarga Brian melihat Jessica dan Ryan menuju ke arahnya. "Wuish...baru nyampe nih pasangan kekasih" Goda Brian yang diikuti oleh kekehannya
"BRIANNN!!!" Teriak Jessica menatap tajam ke arah Brian
"Apa?! Benar kan tuh buktinya kalian pegangan tangan" Ucap Brian
"Boleh lah kayaknya makan enak nihh" Goda Brian lagi
"YAAA!!! Lama-lama gua lempar juga nih anak" Jessica kesel sampai dia hampir mau melepas sepatunya ke Brian
"Ehh sorry sorry, kan canda Jes" Ucap Brian menahan Jessica
"Aishh apa sih ribut-ribut ini dah malam juga" Ucap Hana Tiba-tiba
"Eh Pasangan Kekasih baru sampai" Lanjutnya lagi
"Akhh...kalian ya benar-benar" Dengus Jessica kesal
"Nih lagi juga RYAN!!! Lepasin ihh" Dengusnya lagi
Ryan pun langsung melepasnya, "Dari tadi kek" Gerutu Jessica
Akhirnya Jessica menaruh Snowy dan Violet ke outdoor biar mereka bisa bebas disana dan lagi disana sudah disediain mainan dan yang lainnya khusus mereka. Setelah menaruh hewan tersebut Jessica kembali ke dapur dan melihat ada makanan yang sudah disediain oleh para pelayan.
Jessica bicara dengan pelayannya yang ada disana "Mbak istirahat aja biar saya yang urusin semuanya" Ucap Jessica
"Tap-" Ucapnya terpotong oleh Jessica
"Udah sini Mbak, serahin semuanya ke saya" Ucap Jessica pelayannya pun pasrah dan mengangguk pelan sambil pergi meninggalkan Jessica
*****
Jessica mencuci piring dan merapihkan meja makan yang lagi berantakan, tiba-tiba ada tangan yang mengulur ke perutnya Jessica seperti ada seseorang yang sedang memeluk Jessica dibelakang. Jessica menoleh ke belakang dan benar kalau itu adalah Ryan siapa lagi kalau bukan Ryan yang berani seperti itu.
"Ryan jangan mulai deh, mending kamu mandi sana udah bau tuh" Ucap Jessica sambil menepis tangan Ryan dari perutnya
"Jangan dilepas, tetap seperti ini 5 menit ya" Rengek Ryan manja
Jessica menghela nafasnya pasrah, Ryan akhirnya bicara lagi.
"Kamu ngapain?" Tanyanya
"Buta apa ya, gak liat orang lagi ngelap meja" Batin Jessica kesel
"Lagi ngelap meja Ryan" Ucap Jessica lembut
Ryan hanya ber-oh ria saja.
*****
5 menit kemudian, "Ryan ini udah 5 menit lebih lho" Ucap Jessica
"Lepas dongg, pegel nih punggung aku" Rengeknya
Tak ada jawaban dari Ryan, Jessica akhirnya menoleh memastikan.
"Sialan malah tidur dipundak, pantes kayak ada beban gimana gitu" Gerutu Jessica
Setelah kelar mengelap, Jessica membangukan Ryan yang berada dibelakangnya dan Jessica terkejut saat Ryan memutarkan badan Jessica ke hadapannya dan jarak mereka sangat dekat sekali dorongan bisa menempel tuh bibirnya. Jantung Jessica berdetak cepat dan mungkin pipinya Jessica kini sudah merona karena ulah Ryan. Jessica mendorong Ryan di dada bidangnya Ryan tapi hasilnya nihil tubuh Ryan begitu kuat.
"Apa yang kamu lakukan Ryan?!" Dengus Jessica sambil melihat ke arah lain
"Tatap aku Jessica" Perintah Ryan
"Gak mau..." Ucap Jessica
Ryan akhirnya menangkap pipinya Jessica dan akhirnya mata mereka saling bertemu. "Oh god! Ini dekat banget pasti muka gua sekarang udah memerah" Batinnya
"Ma, Pa ngapain kesini?" Ucap Jessica sambil menatap ke arah lain untuk menipu Ryan
Jessica mendorong dengan kuat saat Ryan ditipu olehnya dan ia berhasil lolos dari tubuh Ryan.
*****
Ryan Pov
"Oh Shit! Ditipu gua sama dia dasar Jessica, awas aja liat pembalasanku Jessica" Umpatku
Dia pergi meninggalkanku yang sedang geram kepadanya atas perbuatannya tadi kini punggung dia sudah tak ada di mataku hilang secara perlahan. Tak mau berdiam diri disini aku pun naik menuju kamarku, aku akhirnya beranjak pergi ke kamar mandi dan memulai ritualku.
Setelah selesai aku keluar dari sana dan memilih setelan baju yang pas untukku kini aku memakai setelan Kaos polo hitam dengan celana Jeans hitam dan jam tangan favoritku. Aku pun langsung turun ke bawah menuju meja
makan pas aku menuruni tangga para pelayab disana memperhatikan aku dari atas sampai bawah dengan tatapan takjub aku hanya menghiraukan tatapan mereka, kini didepan ku sudah ada wanita cantik dengan menggunakan dress putih sepaha yang begitu fenimin dan cantik mata kita bertatap tapi dia menghadap ke arah lain dan menatapku dengan sinis. "Kenapa dia yang marah? Seharusnya aku yang marah ke dia atas perbuatan dia tadi"
Aku melihat dia sedang duduk di kursi meja makan miliknya dan aku duduk berhadapan dengannya, dia sangat menikmati makanannya dan aku tau sekali-kali dia mencuri pandang ke arahku dan aku tetap cuek.
"Nanti kita langsung pulang ke rumah Papamu" Ucapku
"Hmm..." dia hanya bergumam
Akhirnya aku pasrah sudah dengan tingkah lakunya dia.
*****
Tbc