My Journey with Ellie

My Journey with Ellie
Antisipasi



Ellie terus menembaki para pasukan tentara VOEZ tersebut, namun para pasukan tentara tersebut dapat menghindarinya.


Tak... suara sebuah pelatuk granat di lepaskan dan di lempar oleh salah satu tentara VOEZ ke arah Ellie, namun sebelum granat tersebut jatuh ke tanah tiba tiba granat tersebut sudah meledak di udara begitu saja walaupun belum waktunya


"Apa? tidak mungkin granatnya meledak secepat itu" Ucap salah satu tentara yang terkejut melihat granatnya meledak di udara.


Namun granat tersebut bukan meledak tanpa alasan, terlihat seperti sebuah tali yang panjang dengan ujung seperti jari yang menyerang granat tersebut di langit hingga meledak


"Renz? kau...." Ucap Ellie yang melihat Renz menyerang granat tersebut menggunakan salah satu jarinya


"Mana mungkin aku diam saat melihatmu bertarung sendirian" Ucap dingin Renz kepada Ellie sambil memasang wajah yang serius


Ellie pun terdiam dan tidak mempedulikan Renz, ia mengalihkan pandangannya dari Renz dan kembali berlari menuju tiga orang tenntara yang tersisa.


"Terus tembaki dia..!!!" Teriak salah satu tentara tersebut sambil menembaki Ellie yang sedang berlari.


Ellie terus menghindari peluru tersebut dan semakin mendekat untuk menyerang pasukan tentara yang berada di depannya


"Kena kau!" Ucap salah satu tentara yang memegang sebuah remote dan menekan sebuah tombol yang terdapat di remote tersebut.


remote tersebut adalah alat pengendali bom tanah yang sudah di tenam di sekitar mereka sebelum Ellie dan Renz datang untuk berjaga-jaga, disaat Ellie sedang berpijak di atas tanah yang terdapat bom tersebut salah satu tentara menekan tombol remote dan ledakan besar pun terjadi dari bawah Ellie


"Ellie!!" Seru Hikaru yang melihat ledakan tersebut dari belakang Ellie, ledakan tersebut tidak sampai mengenai Renz sehingga ia baik baik saja


Asap pun kini mengelilingi tempat tersebut dan Renz segera berlari menuju Ellie untuk melihat kondisi nya, Renz pun akhirnya menemukan Ellie dan melihatnya sedang terbaring di atas tanah dengan penuh luka


kepala yang berdarah dan luka di sekujur tubuhnya, yang paling mengejutkan adalah hilangnya kaki kiri milik Ellie yang terputus begitu saja dari bagian tubuhnya.


"Kenapa tidak ada darah sama sekali di bagian kaki kirinya, tapi jelas jelas kaki kirinya kini buntung akibat ledakan tadi. Aku tidak yakin apakah Ellie bisa bertahan tetapi detak jantung nya masih berdetak dengan normal" Ucap Renz yang sedikit kebingungan karena melihat kaki kiri Ellie yang hilang namun tidak terdapat bekas darah sama sekali di sana.


Asap tersebut pun mulai menghilang dan para tentara yang tersisa kini sudah menodongkan senjatanya ke arah Renz yang sedang melihat kondisi Ellie


"Kau benar benar, mengapa kau berada disini?" Tanya salah satu tentara tersebut kepada Renz


"Aku sendiri tidak tahu, tetapi aku akan melindungi perempuan ini" Ucap pelan Renz yang terdengar oleh para tentara tersebut


"Apa? jangan bercanda kau bocah cepat berdiri dan ikut dengan ka- akhhkhh..." Ucapan salah satu tentara tersebut terpotong dan ia seperti menjerit kesakitan.


Disaat teman mereka melihat leher dari tentara tersebut sudah ditusuk oleh Renz menggunakan salah satu jarinya yang muncul dari bawah tanah


Disaat asap tersebut belum menghilang, Renz ternyata sudah memasukan salah satu jarinya ke dalam tanah untuk menyerang salah satu tentara tersebut dari bawah tanah.


Renz langsung menarik kembali salah satu jarinya tersebut setelah membunuh tentara yang sedang berbicara tadi


"Sialan lagi lagi anak itu bukan manusia biasa cepat tembak!!" Teriak salah satu tentara tersebut yang kini mulai menembaki Renz


"Aku harus mengalihkan perhatian mereka dari Ellie terlebih dahulu" Ucap Renz yang sedang berlindung di belakang puing tersebut sambil melihat sekitar mencari celah untuk menyerang


-Apa yang harus kulakukan? kalau aku keluar sedikit saja dari sini pasti aku akan tertembak. Batin Renz


Renz lun melihat sebuah potongan besi yang berbentuk persegi yang seukuran badannya di depannya, besi tersebut adalah puing puing dari badan tank yang hancur


"Cepatlah keluar!! jangan sembunyi terus pengecut" Teriak tentara tersebut.


Renz pun keluar dari belakang puing tersebut sambil memegang besi berbentuk persegi yang ia bawa menggunakan tangan kanannya sebagai perisai


-Besi ini terasa jadi ringan sekali apabila mengangkatnya dengan tangan kanan robotku. Batin Renz


Ia pun terus berlari ke arah samping dari para tentara tersebut, setelah berada di samping dari dua orang tentara yang tersisa Renz pun memberanikan dirinya untuk maju.


"Aaaaaaaa......!!!" Renz pun terus maju sambil terus ditembaki oleh senapan yang terus mengenai perisainya


"Tembak kakinya" Ucap salah satu tentara tersebut yang berusaha membidik kaki Renz yang terbuka pertahanannya


Namun disaat kedua tentara tersebut membidik kaki Renz ia pun meluncur seperti pemain bola yang sedang menyelengkat musuhnya, sehingga seluruh tubuh Renz kini tertutupi oleh perisai yang ia miliki


"Sial!!" Seru salah satu tentara yang terlihat mulai panik karena Renz kini sudah berada di depan matanya.


Renz yang sedang meluncur tersebut melemparkan perisai nya ke arah salah satu tentara yang berdiri di depannya dengan sangat kencang dibantu oleh tangan kanannya yang sangat kuat.


Salah satu tentara pun terhempas karena terkena perisai milik Renz yang di lemparkan dengan sangat kencang ke arahnya.


Salah satu tentara lainya terkejut sehingga berhenti menembaki Renz, dan Renz dengan cepat langsung berdiri dan mengeluarkan kelima jarinya untuk menyerang tentara tersebut


Namun tidak mudah untuk menyerangnya tentara tersebut menangkis kelima jari Renz dengan senapannya dan meloncat mundur, Renz pun tidak akan membiarkan tentara tersebut mempunyai kesempatan untuk menyerangnya.


Ia langsung berlari maju menuju tentara tersebut dan kini Renz mengeluarkan dagger yang berada di telapak tangan kanannya dan langsung mengincar bagian perut dari tentara tersebut dan langsung menusuknya


Tentara tersebut pun tewas dan yang tersisa hanyalah tentara yang terhempas akibat terkena perisai yang di lempar oleh Renz.


Renz pun berjalan menuju dirinya yang sudah terbaring kesakitan


"Maaf aku melakukan ini kepada kalian, tetapi kalianlah yang memulainya" Ucap Renz yang berbicara kepada tentara tersebut sambil berlutut untuk melihat kondisinya


"Diam kau!! aku tidak butuh kasihanmu, lagi pula VOEZ tidak akan pernah mati. Suatu saat kau pasti akan menyesal karena melakukan hal ini" Ucap tentara tersebut kepada Renz, ia tidak takut oleh kematian sama sekali walaupun sudah sekarat dan terus terusan menyebutkan organisasi VOEZ sambil mengancam Renz


Renz pun diam dan meninggalkan tentara tersebut, ia berjalan menuju Ellie dengan ekspresi yang sangat datar dan menggendong Ellie dengan menggunakan kedua tangannya di depan untuk membawanya kembali ke markas profesor Dwayne