My Journey with Ellie

My Journey with Ellie
Tidak terduga



Perempuan tersebut berlari menuju pria terakhir yang masih memegang senapan, pria tersebut terus terusan menembakkan senapannya ke arah perempuan tersebut namun peluru nya dapat dipotong dengan mudah oleh pedang milik perempuan tersebut.


Kini perempuan tersebut sudah tiba di hadapannya dan dengan cepat pria tersebut dibunuh dalam sekejap dengan ayunan pedangnya yang mengarah tepat ke jantung.


Kini yang tersisa hanya Zon dengan kondisi telapak tangan yang sudah berlubang dan Renz yang sudah kehilangan tangan kanannya, perempuan tersebut kini menghampiri Zon dengan berjalan secara perlahan dan akan langsung membunuhnya.


“Selamat tinggal” Ucap perempuan tersebut yang mulai mengayunkan pedangnya ke atas leher dari Zon yang sedang menunduk.


Dari sudut pandang Renz ia melihat Zon yang akan dibunuh oleh perempuan tersebut, namun Renz sudah tidak kuat. Sudah banyak darah yang keluar dari tangan kanannya, Renz memejamkan matanya tepat disaat perempuan tersebut mengayunkan pedangnya kepada Zon.


Kegelapan dan kesunyian kini yang hanya dapat Renz rasakan, menyadari dunia yang begitu kejam dengan pengetahuan yang sangat sempit di kepalanya membuat dirinya sudah tidak dapat berpikir dengan baik dan hanya merasakan kehampaan menyelimuti dirinya.


Siapakah diriku? Darimana aku? Dan untuk apa aku berada di dunia ini? Pertanyaan tersebut terus terpikirkan di kepala Renz sambil membawa dirinya dalam kesunyian dan kegelapan yang mendalam.


Setelah tertidur cukup lama kini Renz mendengar suara samar samar dari telinganya, terdengar seseorang perempuan dan laki laki yang sedang mengobrol di dekatnya.


Renz berusaha untuk membuka matanya secara perlahan dan melihat keadaan di sekelilingnya idengan kondisi tubuh yang sangat lemas dan sakit. Ia melihat dirinya sedang terbaring di atas ranjang dan dinding di sekelilingnya berwarna hitam.


Lalu Renz melihat tangan kanannya yang terputus di hutan tadi. Namun ia terkejut karena tangan kanannya kini masih ada


“Tangan kananku?” Renz bertanya tanya kepada dirinya yang berbicara sangat pelan


“Kau sudah bangun?” Ucap seorang perempuan di sampingnya dengan jaket abu abu celana hitam dan rambut berwarna putih, perempuan tersebut adalah orang yang menyerang Renz saat dihutan tadi.


“Kenapa kau ada disini? Dimana aku sekarang?” Tanya Renz kepada perempuan tersebut yang sedang berdiri di samping Renz yang sedang terbaring


“Hukhhh…. Sebenarnya aku malas untuk menceritakannya kepadamu, tetapi professor menyuruhku untuk menceritakan semuanya saat kau sudah bangun. Baiklah jadi intinya disini aku bukanlah orang yang jahat”


“Apa? Mustahil kau bukan orang jahat, jelas jelas aku melihat kau membunuh orang orang yang bersamaku” Ucap Renz yang tidak mempercayai ucapan perempuan tersebut


“Karena mereka semua orang jahat makannya aku membunuh mereka, ya sudah kuduga kau tidak akan percaya omonganku tapi terserahlah itu urusanmu.”


“Aku akan mulai menceritakan sedikit dunia ini, ini adalah bumi bukan dunia fantasi atau semacamnya”


“Jadi aku sedang berada di dunia lain?” Tanya Renz kepada perempuan tersebut memotong ucapan perempuan tersebut


“Tidak, kau tidak sedang berada di dunia lain. Dengarkan saja penjelasanku ini sampai selesai baru bertanya!!” Ucap perempuan tersebut dengan ekspresi yang geram kepada Renz


“Baiklah” Ucap Renz sambil terdiam mendengarkan cerita dari perempuan tersebut


“Orang orang tersebut terdiri lebih dari jutaan orang dan sangat berdedikasi untuk menghancurkan dunia ini agar bisa menciptakan sistem dunia yang baru, hingga suatu saat bom nuklir mereka sudah tercipta dan mereka mulai melepaskan bom mereka satu persatu ke setiap negara dan menghancurkannya tanpa memiliki rasa kasihan. Hingga bumi pun semakin hancur dan bahkan kutub utara mencair begitu cepat, hewan-hewan yang selamat bermutasi menjadi hewan yang mengerikan akibat ledakan nuklir tersebut”


“Kini bumi hanya memiliki lima belas persen daratan, tiga puluh lima persen lautan, dan lima puluh persen dataran es. Setiap daratan tersebut terpisah pisah dan terbagi menjadi lima persen di setiap daratan. Kini terdapat daratan atau pulau yang masih terdapat di bumi ini, salah satu daratan tersebut dikuasai oleh organisasi VOEZ dan orang orang kaya serta para pemerintah yang membayar kepada organisasi tersebut agar tetap hidup”


“Namun tetap saja terdapat orang biasa yang tetap hidup di bumi ini seperti kita, namun organisasi VOEZ tidak akan tinggal diam dan akan meminta bayaran kepada orang tersebut kalau tidak mereka akan dibunuh, orang sepertiku hanya bisa terus terusan untuk bertahan hidup. Dan aku yakin banyak orang diluar sana yang sepertiku”


“Aku masih tidak mengerti dan tidak mempercayai perkataanmu” Ucap Renz kepada perempuan tersebut


"Sebenarnya kau ini berasal dari mana?"


"Aku tidak tahu, saat aku sadar aku terbangun di tengah hutan yang aku rasa sangat asing. Tetapi aku benar benar tidak ingat apa apa bahkan aku tidak ingat tentang orang tuaku dan dimana aku tinggal. Yang kutahu hanya namaku" Ucap Renz sambil memegang kepalanya sambil menahan sakit


"Sepertinya benar apa yang dikatakan profesor bahwa kau mengalami amnesia atau lupa ingatan"


“Apakah kau adalah salah satu orang VOEZ?” Tanya Renz yang kepada perempuan tersebut


“Tidak!!! tadi kan aku sudah bilang bahwa aku dan profesor hanya warga biasa, jangan jangan kau tidak mendengarkan ku saat berbicara ya?" Perempuan tersebut terlihat kesal dengan pertanyaan Renz


“Tapi aku masih belum mempercayaimu sepenuhnya, namun tentang bumi yang kauceritakan aku percaya karena aku sudah melihatnya langsung dengan mata kepalaku sendiri” Ucap Renz kepada perempuan tersebut dengan ekspresi yang datar


“Yasudah itu urusanmu, baiklah sekarang ceritakan semuanya tentang dirimu” Ucap perempuan tersebut yang mendekatkan wajahnya ke depan wajah Renz


Disaat perempuan tersebut mendekatkan wajahnya dekat dengan Renz, seketika datanglah seorang laki laki dari sebuah pintu yang berada di belakang perempuan tersebut.


“Sepertinya aku ketinggalan hal menarik” Ucap pria tersebut yang terlihat cukup tua berumur lima puluh tahun berjalan menuju Renz dan perempuan tersebut


“Jadi kau sudah menceritakan semuanya kepadanya Ellie?” Tanya orang tersebut sambil menyebutkan nama dari perempuan tersebut


“Sudah”


“Siapa kau?” Tanya Renz yang masih terbaring di ranjangnya


“Perkenalkan namaku adalah professor Dwayne, akulah yang telah memasang tangan robot untuk menggantikan tangan kananmu yang hilang”


“Tangan robot?” Tanya Renz yang terkejut dengan apa yang dikatakan oleh professor dwayne membuat nya segera melihat tangan kanannya