
Renz terkejut dengan perkataan profesor berumur lima puluh tahun dengan rambut hitam tersebut, karena ia memberi tahu bahwa tangan kanan Renz kini telah diganti menjadi tangan robot.
"Apa maksudmu dengan tangan robot?" Tanya Renz kepada profesor tersebut
"Ya, kau pasti sudah melihat secara langsung dan jelas bahwa tangan kananmu putus tergigit oleh seekor anjing mutasi"
"Aku akan menjelaskannya dari awal, jadi disaat mobil tank dari organisasi VOEZ sedang berpatroli seketika ada sebuah roket yang datang dari langit menghancurkan tank tersebut, aku yang mengetahui hal tersebut langsung menyuruh Ellie untuk mengecek tempat kejadian tersebut dan mengambil puing puing yang diperlukan"
"Namun Ellie bilang dia menemukan dirimu yang sedang berjalan di tengah hutan Ellie pun segera mengikutimu secara diam diam dari belakang. disaat Ellie ingin menghampirimu anggota VOEZ datang dan menodongkan senjata kepadamu"
"Ellie mengikuti mu berjalan bersama orang orang tersebut hingga disaat kau ingin membuka makanan kaleng yang sebenarnya sudah diracuni, Ellie langsung datang dan membunuh semua orang VOEZ untuk menyelamatkanmu"
"Maafkan diriku yang lengah hingga tangan kananmu terputus" Ucap Ellie kepada Renz dengan ekspresi yang dingin
"Lalu kau dibawa oleh Ellie kesini, aku tidak bisa membantu banyak setelah melihat kondisimu seperti itu. Akupun mengambil resiko dengan memasang tangan robot buatanku yang sudah kubuat selama bertahun tahun, kalau kau tidak percaya kau bisa mencoba tangan kananmu sekarang" Ucap Profesor yang sudah menjelaskan dengan panjang kepada Renz
Renz pun mencoba berdiri dari tempat tidurnya dan menggerakkan tangan kanannya secara perlahan
"Memang benar, tanganku terasa sangat berbeda" Ucap Renz yang sedang menggerakkan tangan kanannya
Lalu tangan robot tersebut pun copot karena belum dipasang dengan kencang oleh profesor.
"Waaaaa!!" Teriak Renz sambil meloncat ke atas kasur
"Hehe" Tawa profesor yang melihat Renz terkejut.
"Sudahlah profesor Dwayne jangan menjahili anak ini" Ucap Ellie yang mengambil kembali tangan robot milik Renz sambil menyebutkan nama profesor tersebut
"Ternyata benar tangan kananku putus, aku masih tidak bisa mempercayainya" Renz melihat tangan kanan miliknya sudah tidak ada. Namun ekspresi Renz terlihat sangat datar mungkin karena dirinya sudah banyak mengalami penderitaan dan depresi dahulunya
"Cepatlah pakai lagi tangan ini" Ucap Ellie kepada Renz sambil memberikan tangan robot nya
"Baiklah"
Renz pun memakai kembali tangan tersebut dengan bantuan profesor.
"Renz, kau harus ingat bahwa tangan ini bukanlah tangan biasa. di dalamnya terdapat sebuah pisau yang bisa dikeluarkan melalui telapak tangan dan jari jari, dan ada sebuah pistol generasi terbaru juga yang dapat dikeluarkan dan menempel di tanganmu. Dan yang paling hebat semua jari di tangan tersebut dapat diputus dan terhubung dengan benang yang panjang yang dapat kau kendalikan layaknya sebuah rantai" profesor Dwayne menjelaskan tangan robot tersebut kepada Renz
"Ya, terima kasih telah menolongku. Aku tidak tahu harus percaya kepada siapa saat ini tetapi aku mungkin bisa mempercayai kalian" Renz menundukkan kepalanya.
"Baiklah kau boleh istirahat sekarang, besok Ellie akan mengajakmu keluar dan menjelaskannya lebih detail"
"Hah? sejak kapan aku bilang akan mengajaknya keluar? aku tidak mau!" Bantah Ellie dengan muka sinis kepada profesor Dwayne
"Sudahlah, jangan seperti itu kau juga harus mempunyai teman" profesor Dwayne berjalan kembali menaiki tangga menuju lantai atas
"Karena kau aku jadi ikut terlibat!" Bentak Ellie kepada Renz yang sedang berbaring di atas kasur
Ellie pun pergi menaiki tangga menuju lantai atas dan meninggalkan Renz sendirian
"Memangnya aku salah apa?" Renz bertanya tanya kepada dirinya sendiri.
Tidur nyenyak Renz dibangunkan dengan suara Asahan pedang yang terdengar sangat nyaring di sampingnya
Renz pun membuka kedua matanya dan melihat di sebelah kanannya terdapat Ellie yang sedang mengasah pedangnya agar lebih tajam
"Kenapa kau melihatku seperti itu?" Tanya Ellie yang menyadari Renz melihatnya
"Eh? ah tidak ada apa apa"
"Cepat makanlah sarapan yang ada di mejamu kalau kau ingin pergi keluar bersamaku"
Renz pun melihat ke arah meja yang ada di sampingnya, ia melihat ada sebuah telur dan roti yang disediakan di atas piring terlihat seperti baru saja matang
"Kau yang membuat ini?"
"Iya aku membuatnya untuk diriku sendiri, itu hanya sisa kau beruntung saja"
"oh? haha" tawa kecil Renz karena jelas sekali Ellie berbohong kepadanya
Renz pun memakan sarapan tersebut sementara Ellie terus mengasah pedangnya di samping Renz.
"Apa yang akan kita lakukan di luar nanti?" Tanya Renz sambil memakan sarapannya
"Aku tidak tahu, setiap aku keluar aku tidak mempunyai tujuan. Mungkin mencari beberapa barang untuk membantu profesor" Jawab Ellie tanpa melihat ke arah Renz dan terus mengasah pedangnya
Renz pun lanjut memakan makanannya dengan sangat lahap, setelah habis Renz pun kembali merenungkan dirinya sambil melihat tangan kanannya yang kini sudah berubah menjadi tangan robot
"Mau sampai kapan kau melamun seperti itu? cepat ikuti aku!" Ucap Ellie menegur Renz yang dari tadi terus melamun melihat tangannya
Ellie pun berjalan ke atas dengan Renz yang mengikuti di belakangnya, Renz sama sekali belum pernah melihat ada apa di lantai dasar tersebut. karena selama ini ia hanya tidur di ruang perawatan yang ada di ruang bawah tanah
Setelah menaiki tangga tersebut Renz melihat sebuah ruangan yang cukup luas dengan dinding yang terbuat dari baja, di ruangan tersebut hanya ada alat alat ciptaan profesor Dwayne.
"Profesor Dwayne yang menciptakan ini semua sendirian?" Tanya Renz kepada Ellie yang terus berjalan
"Ya lelaki tua itulah yang membuat ini"
"Sedang ada dimana dia sekarang?"
"Aku tidak tahu, tapi dia menyuruhku untuk mencari sebuah material untuk alat yang sedang dibuatnya, kemungkinan besar kita akan kembali ke tempat dimana tank kemarin hancur akibat serangan rudal yang masih tidak di ketahui. Karena di sana terdapat material yang dibutuhkan oleh profesor"
"Dengar ya! aku sebenarnya tidak ingin melakukan ini bersamamu. Aku tidak pernah keluar dari tempat ini bersama orang lain, jadi jangan membuatku susah di luar nanti" Ellie pun menatap Renz dengan sangat dingin
"Ya baiklah, aku akan berusaha" Jawab Renz dengan tenangnya, ia merasa yakin bahwa dirinya akan cukup berguna
"Pertama Tama aku akan mengajarimu bagaimana menggunakan tangan kananmu dengan benar"
-Sebenarnya kenapa dengan perempuan ini, tadi dia kesal kepadaku sekarang ingin membantuku, sifatnya sangat aneh. Batin Renz
Renz hanya bisa terdiam dan terus mengikuti Ellie dari belakang nya