My Journey with Ellie

My Journey with Ellie
Latihan



Renz dan Ellie pun keluar dari markas bawah tanah milik profesor Dwayne, keluar dari sana Renz melihat bahwa dirinya sedang berada di tengah hutan kembali dan markas tersebut berada di bawahnya.


“Jangan berjalan menjauh tetap di belakang dan ikuti aku” Ucap Ellie kepada Renz yang ada di belakangnya


Mereka berdua pun berjalan di tengah hutan tersebut untuk menuju tempat dimana ledakan tank milik organisasi VOEZ kemarin


"Sulit untuk menemukan barang barang Disini, lalu berhati hatilah mungkin saja ada hewan yang tidak masuk akal akan menyerangmu"


Ellie dan Renz pun pergi ke sebuah tempat seperti lahan yang cukup luas dengan pohon pohon yang besar berada di sekelilingnya, mereka pergi ke tempat tersebut untuk melatih Renz menggunakan tangan kanannya sebelum pergi ke tempat tujuan mereka


"Ini adalah tempat biasaku berlatih" Ucap Ellie sambil menyiapkan beberapa batang kayu yang ia tancapkan di depan Renz


"Untuk apa itu?"


"Untuk kau hancurkan"  Ellie pun selesai menancapkan empat batang kayu di hadapan Renz


"Sekarang lemaskan tangan kananmu dan keluarkan atau copot kelima jari tanganmu"


"Mencopot kelima jari? bagaimana caranya?"


"Sudahlah coba saja untuk fokus" Ucap Ellie yang serius sambil melihat Renz


Renz pun berusaha melakukan hal yang mustahil tersebut, ia berusaha untuk fokus dan membayangkan untuk melepas kelima jari di tangan kanannya.


Kelima jari tersebut pun lepas dari tangan robot tersebut dan terdapat seperti sebuah tali besi yang sangat lentur menempel pada setiap jari, sehingga jari jari dari tangan robot tersebut seperti sebuah rantai dengan ujungnya terdapat Jari tangan.


“Apa ini? Bagaimana caraku mengendalikannya?” Tanya Renz yang kebingungan melihat jari jarinya beterbangan tanpa bisa ia kendalikan


“Jangan terlalu banyak bicara dan cobalah untuk tetap fokus!” Bentak Ellie sambil terus mengingatkan Renz.


Renz pun kembali fokus dan kini ia dapat mengendalikan kelima jarinya tersebut hingga dapat di tempelkan kembali ke tangan kanan robot miliknya


“Baiklah sekarang coba keluarkan sebuah dagger dari telapak tanganmu”


Renz pun langsung mencoba untuk mengeluarkan nya tanpa berkomentar apapun kepada Eliie, kini ia dapat melakukan hal tersebut dengan mudah. Sebuah pisau keluar dari telapak tangan kanan Renz sehingga dapat digunakan dalam pertarungan jarak dekat


“Sekarang coba ubah kuku di jarimu menjadi besi lancip yang tajam”


Renz langsung melakukan perintah Ellie dan setiap kuku yang ada di tangan kanannya dapat berubah menjadi sebuah besi lancip yang sangat tajam.


“Bagus sekarang kau coba serang keempat batang kayu yang baru saja kutancapkan ke tanah disana” Ucap Ellie sambil menunjuk ke arah batang kayu tersebut


Renz pun kembali mengeluarkan lima jarinya dan lagi lagi ia tidak dapat mengendalikannya


“Aku tidak bisa ini masih terlalu sulit!!” Seru Renz yang masih kesulitan untuk mengendalikan tangannya


“Baiklah, sekarang coba kau keluarkan satu jari saja”


Renz pun kembali memasukan semua jarinya dan sekarang dia mencoba untuk mengeluarkan salah satu jari yaitu jari telunjuk nya yang digunakan untuk menyerang batang pohon tersebut


Trakkk.... Suara batang pohon yang hancur terdengar akibat serangan dari jari telunjuk Renz yang berhasil mengenainya


Renz pun kembali mencoba menyerang batang pohon yang lain menggunakan jari yang lainya, setelah barang pohon tersebut habis dan hancur semuanya kini Ellie kembali mengambil batang pohon yang lain untuk di tancapkan menjadi target Renz kembali


“terakhir, coba kau gunakan lagi semua jarimu secara bersamaan dan hancurkan kelima batang kayu tersebut”


Renz pun kembali mencoba untuk mengeluarkan kelima jarinya secara bersamaan, lagi lagi jari tersebut susah untuk dikendalikan dan Renz sulit untuk memfokuskannya.


“Arghh.....” Renz terus terusan berusaha untuk mengendalikan kelima jarinya.


Trakkk.... Suara batang kayu yang hancur lagi lagi terdengar di telinga Ellie, kali ini Renz sudah bisa mengendalikan kelima jarinya walaupun belum sepenuhnya bisa untuk lancar menggunakannya


“Hah.. hah... Mengendalikan tangan ini sangat sulit, aku tidak mengira akan sesulit ini” Ucap Renz yang terengah-engah lalu menjatuhkan badannya ke tanah untuk berbaring sesaat akibat kelelahan


“Payah... cepatlah bangun kita tidak ada waktu untuk istirahat” Ucap Ellie yang berjalan meninggalkan Renz


Renz dan Ellie pun pergi dari tempat tersebut dan berjalan menuju tempat bekas ledakan tank milik organisasi VOEZ.


“Mulai saat ini kita harus semakin berhati hati, karena kemungkinan tidak hanya kita yang ada disini”


“Baiklah”


Setelah berjalan cukup jauh mereka pun akhirnya sampai di tempat tersebut dan melihat sebuah lubang yang cukup besar tetapi tidak dalam, di lubang tersebut banyak sekali puing puing bekas ledakan tank tersebut.


“hah? Sembunyi” Ucap Eliie yang menarik tangan Renz dan bersembunyi di salah satu pohon yang ada di sana.


Ellie melihat lima orang dengan pakaian seperti tentara modern VOEZ sedang berada di sekitar puing tersebut dan mengambil beberapa bagian penting yang ada disana. Sepertinya orang orang tersebut berasal dari organisasi VOEZ


“Sial mereka mengambil material penting tersebut, aku sudah menduganya. Baiklah tidak ada jalan lain aku akan melawan mereka semua” Ellie pun berdiri dan mengeluarkan pedang berwarna emas dari tempatnya yang ia bawa di punggungnya.


“Tunggu! Tetapi itu terlalu berbahaya” Renz memegang jaket belakang milik Ellie sehingga menahannya untuk berjalan


“Diam!! Apa yang kau lakukan? aku sudah enam tahun melakukan hal ini jadi kau diam dan lihat saja dasar pengecut!!” Ellie pun menarik jaketnya dari tangan Renz dan berjalan menuju lima orang tersebut untuk mengambil barang yang diperlukan profesor Dwayne


“Apa yang kau lakukan disini?” Ucap salah satu tentara tersebut sambil menodongkan senjatanya


"Tunggu tahan tembakan kalian!!. Hei perempuan cantik ada tujuan apa kau kemari?" Tanya salah satu tentara tersebut dengan raut wajah yang buruk


"Ya benar perempuan cantik sepertimu itu tidak boleh berkeliaran di dalam hutan sendirian" Ucap salah satu tentara yang lain.


Namun Ellie tidak berbicara satu kata pun dan seketika meloncat dengan sangat tinggi dan menikam salah satu tentara VOEZ tersebut


“Perempuan itu meloncat sangat tinggi dan langsung membunuh teman kita yang berada di belakang, cepat tembak dia!!!” Teriak salah satu tentara yang berada di tempat tersebut


Ellie pun ditembaki oleh senapan modern yang pelurunya sangat cepat seperti sebuah laser, namun entah bagaimana kaki dan tangan Ellie memiliki pergerakan yang sangat cepat sehingga dapat menangkis dan menghindari peluru tersebut dengan mudah


“Apa Apaan perempuan ini, dia bukan manusia normal. Cepat kalahkan di- argh....!!!” Tentara yang sedang berbicara tersebut pun tertembak oleh sebuah pistol yang dipegang oleh Ellie


“Pistol model lama? Perempuan ini tidak hanya menggunakan pedang" Ucap salah satu tentara tersebut