
perjalanan dari halte di dekat pelabuhan sampai ke komplek rumah Revan dan bibi Lily memakan waktu satu jam lamanya karena kota ini cukup ramai juga.
saat bus sudah berhenti di halte orang-orang yang di luar mengantri untuk masuk ke dalam dan dari dalam Bu juga mengantri untuk keluar dari dalam bus.
Revan membangunkan Lily dengan menguncang-guncangkan tubuh Lily, namun tak ada respon.
kemudian Revan mencubit-cubit pipi Lily yang Caby.
"Lily heyy ayo bangun... kita udah sampai"
"euhhh..." merasa tidurnya terganggu Lily membuka matanya.
"ayo turun kita sudah sampai di kompleks rumah bibi dan pamanmu"
"emm yaaa.." wajah bangun tidur masih malas.
akhirnya Revan dan Lily pun turun dari bus, mengambil barang-barang Lily yang ada di bagasi bus dan duduk sejenak di bangku halte. bukan Revan yang duduk melainkan Lily.
"hey kenapa malah duduk Lily"
"uhh Van biarkan aku mengumpulkan nyawanya terlebih dahulu".
akhirnya Revan mengalah dan ikut duduk di bangku itu menunggu kesadaran Lily benar benar pulih. setelah sekitar sepuluh menitan mereka duduk akhirnya nyawa Lily udah terkumpul kembali.
"bagaimana udah kembali nyawa kamu".
"hehehe udah"
"ya sudah kita lanjut, biar kamu juga istirahat di sana nantinya"
"emm" penuh dengan semangat.
mereka berdua pun berjalan kaki dengan santai tanpa terburu-buru. Revan yang melihat tingkah dari Lily merasa sangat gemas, karena ia melihat Lily saat ini cukup ceria di bandingkan sebelumnya saat ia pertama bertemu Lily di dalam bus.
"apakah masih jauh?"
"tidak itu di depan rumahnya"
"wahhh..." takjub melihat kompleks ini yang semua rumahnya sangat besar dan mewah. (bukan lantai dua yaa tapi rumah yang biasanya ada di kompleks horang kaya gt dah pokoknya).
setelah berjalan cukup lama dan melewati beberapa rumah akhirnya mereka berdua sampai pada rumah yg di tuju.
mereka saat ini sudah ada di halaman depan rumah bibi dan paman Lily. Lily tak kuasa menahan air matanya yang menetes.
"ketikkan"
tok..tok..tok...
Lily tau itu suara bibi yang ia rindukan selama ini.
saat membuka pintu bibi Margaret sangat terkejut dan langsung memeluk Lily.
"sayang...emuah emuah muah" menciumi kening Lily melepas rasa rindu. "akhirnya kau ke sini juga sayang, bibi sangat merindukanmu". bibi belum menyadari ada Revan di sana.
"Lily juga merindukan paman dan bibi, Lily sangat merindukan kalian. maaf selama ini lily tak pernah memberikan kabar kepada paman dan bibi". sesal Lily.
"tak apa sayang yang terpenting sekarang kau ada di sini, dan di mana mama dan papa mu?" tanya bidan Margareta lagi dan mendongakkan kepalanya untuk melihat sekitar.
dan ia melihat Revan berada di belakang Lily dengan tersenyum dan membawa kardus.
"pang...." ucapan bibi Margareta terpotong saat melihat Revan yang menunjukan jari telunjuknya ke bibir.
menyuruh bibi untuk diam dan tidak menyebutkan kata itu.
"maaf bi mama dan papa.." air mata Lily kembali deras dengan itu.
"baiklah mari kita masuk terlebih dahulu, sebaiknya kau istirahat saja. mandi dan istirahatlah di kamar nanti setelah kau tenang barulah kita berbicara".
"baiklah bik hiks..".
mereka pun masuk ke rumah dan bibi mempersilahkan Revan untuk duduk di ruang tamu. setelah itu bibi menemani Lily untuk menuju kamar yang memang sudah ada.
bibi meletakan barang-barang Lily yang di bawa oleh Revan tadi.
"Mandilah sayang dan istirahatlah bibi akan tinggal sebentar". mengecup kening Lily dengan lembut.
"baiklah bi" Lily menghapus jejak air matanya.
bibi keluar dari kamar Lily menutup pintu dan ia menuju ke dapur. membuatkan minuman untuk Revan.
"Pangeran bagaimana Lily bisa bersama dengan pangeran". meletakan minuman itu ke meja depan Revan.
"bi jangan formal seperti itu panggil saja aku dengan nama seperti biasa saat aku main ke sini"
"baiklah Van, jadi bagaimana bisa Lily ada bersamamu"
akhirnya Revan menceritakan kejadian ia bertemu dengan Lily dan menceritakan sedikit kesedihan lily yang saat ia rasakan.
cerita itu cukup panjang dan bibi mengerti apa yang harus ia lakukan saat ini untuk kebaikan Lily. ia harus menyayagi Lily dan melindungi Lily dari ancaman bahaya.
Vote jika kalian suka😍 comen jika ada kritikan atau saran😙.