
**jangan lupa vote and comen ๐ itu akan membantu aku banget ๐
Terlihat** seorang gadis yang sedang mengemasi barang-barangnya, ia meletakan semua barang itu ke dalam tas dan kardus ukuran sedang membawanya keluar dari ruangan itu.
"udah mau pulang dek" tanya ibu kost.
"iya Bu" jawabnya yang masih mengemasi barang.
"kenapa dek pulang sejauh itu? kenapa Adek gak lanjut aja atau Adek langsung cari kerja di sini"
"ah engk Bu, biarlah nantinya di sana saya cari kerja. lagipula di sini saya sudah tak mempunyai siapaยฒ lagi untuk di kunjungi tak ada lagi tempat yang bisa saya singgahi setelah pulang bekerja nantinya"
"tapi dek, di sini kan masih ada ibu atuh Adek kan bisa ke rumah ibu"
"saya mau ke rumah bibik saja Bu yang ada di kota kecil, lama saya tak pernah ke sana. Rindu juga pada merekA Bu"
"jika seperti itu .. emm jangan lupa dek kalau kesini kapan-kapan mampir yaa ke rumah ibu, ibu itu sebenarnya gak rela jika kamu pergi karena kamu juga sudah ibu anggap seperti anak ibu sendiri"
"terimakasih Bu , selama ini ibu menjadi orang yang ada di samping saya jika saya sedih ataupun senang. iya Bu saya janji jika nanti ke sini lagi saya akan mampir, saya juga tak akan melupakan ibu karena ibu banyak membantu saya. terimakasih Bu" memeluk ibu kost dengan cukup erat penuh kehangatan.
ibu kost membalas pelukan itu dengan erat pula seperti ia tak rela jika harus melepaskan gadis ini yang akan pulang jauh.
"baiklah Bu saya akan berangkat sekarang, ku rasa ojeknya sudah sampai"
"baiklah kalau begitu hati-hati di jalan nantinya dek, salam buat bibik dan paman mu di sana"
"tentu Bu saya akan sampaikan itu"
Gadis itu pergi setelah berpamitan kepada ibu kost. membawa barang-barangnya dan pergi menemui mas ojek.
"mbak Lily" tanya mas ojek.
"mau berangkat sekarang mbak" tanyanya mas ojek lagi.
"iya atuh mas sekarang, masa Minggu depan gak mungkin lah mas nungguin saya selama itu"
"iya Mbah hehehe" menyalahkan mesin motor.
Lily nama gadis itu melambaikan tanganya ke arah ibu kost yang berada di depan gerbang rumahnya.
motor pun melaju dengan kecepatan standar, berhubung sekarang jalanan yang lumayan sepi jadi bisa agak cepat sampai ke Pelabuhan.
saat di tengah perjalanan Lily terlihat mengantuk dan lemas sekali, mas ojek yang melihat itu dari kaca spion pun bertanya.
"mbak.. mbaknya mau istirahat dulu? sepertinya mbak capek sekali kalau mau kita bisa istirahat sebentar mbak" tawar mas ojek.
"ah gak usah mas gak papa koc, lanjut aja perjalananya. lagian jika nanti kita istirahat pasti akan sampai sana lebih lama lagi dan mas gak akan dapet penumpang lainya kan" Tolak Lily halus karena ia menghargai mas ojek dia pasti membutuhkan penumpang lainya kan.
"baiklah kalau begitu, sebelumya maaf mbak tapi jika mbaknya pengen bersandar mbak sandar aja di bahu saya. agar mbaknya gak terjatuh" tawar mas ojek lagi.
"iya makasih mas"
sepanjang perjalanan Mas ojek tak henti-hentinya bercerita. ia bercerita banyak hal agar Lily tidak tidur saat di bonceng.
ia menceritakan masa kecil bahagianya bersama orang tuanya dan sampai saat ini menjadi tukang ojek. menceritakan kisah asmaranya bersama pacarnya yang sekarang sudah menjadi istrinya dan mempunyai dua anak laki-laki yang sangat tampan.
sepanjang perjalanan juga Lily yang mendengarkan kadang di buat serius, kadang pulang binggung namun bisa saja itu juga sangat lucu dan ia tertawa bersama mas ojeknya.
"Hem kenapa di panggil mas yaa?? kan orangnya bilang udah punya istri dan udah punya anak dua" batin Lily binggung tapi ah biarlah. itu kesenangan orang lain.