
Di sebuah ruangan yang cukup luas dengan banyaknya dokumen dokumen, kertas-kertas dan gulungan gulungan yang terjejer dengan rapi dan tampak sekali bersih.
terlihat seorang laki-laki yang sedang duduk membaca salah satu kertas di sana. dengan rambutnya berwarna silver panjang, wajah yang tegas tanpa adanya senyuman, warna mata merah memberikan tatapan kepada siapa pun akan takut melihatnya.
di tambah lagi dengan aura yang di keluarkan sebagai seorang pemimpin yang kejam dan Brutal. dingin, tegas, tanpa berekspresi dan benar benar susah untuk di sentuh.
"Tuan saya menghadap" suara seseorang dari luar.
"masuklah" tetap fokus pada kertas yang di baca.
"Salam kaisar hamba memberikan kabar untuk anda" menunduk dengan hormat dan tidak berani menatap sang Kaisar yang sedang duduk itu.
"katakanlah"
"Di dunia manusia sedikit mengalami kerusakan pada bisnis anda Tuan, sebagian hasil dari apa yang tuan kumpulkan telah menghilang. dan perusahaan lain yang bersaing dengan taun telah memberi peringatan pada perusahaan tuan, jika saja tuang tak tunduk pada mereka maka mereka akan menghancurkan semua usaha yang tuan bangun" jelas orang itu panjang lebar.
#kresek! (suara kertas yang di remas dengan kuat😁)
"Apa sebenarnya mereka ingin mati dengan cepat" Nada suara yang begitu pelan namun penuh penekanan. "kita akan kembali ke sana, urus yang lainya dan akan ku urus perusahaan yang mencari masalah dengan ku"
"Baik Tuan siap di laksanakan"
setelah itu Laki-laki berambut silver tadi beranjak dari duduknya dan bersiap siap akan pergi ke Dunia manusia untuk menyelesaikan masalah yang ada.
Di sisi lain terlihat Lily yang sudah turun dari kapal besar bewarna putih d Ngan sedikit penumpang saja.
ini adalah kapal ke dua yang ia tumpangi untuk mencapai kota bibi dan pamannya.
ia berjalan dengan membawa tas dan kardus barang bawaannya itu ke luar dari pelambuhan.
mencari kendaraan umum untuk menuju ke rumah paman dan bibinya. untunglah Lily masih ingat dengan jalan dan arah rumah bibinya jadi ia tidak akan kesusahan.
menunggu di halte bersama beberapa orang lainya yang sepertinya juga akan menaiki kendaraan umum.
ia menunggu cukup lama di sana namun pada akhirnya juga Bus yang di tunggu pun sampai. semuanya masuk ke dalam mencari bangku yang nyaman dan duduk di masing masing.
Lily duduk di bangku urutan ke tiga dekat dengan jendela, barang-barang yang ia bawa tadi di letakan ke bagasi Bus bersama barang barang orang lain.
ia duduk dengan santai menikmati perjalanan yang memperlihatkan ramainya kota saat ini.
"huh..." Lily menghela nafas.
"permisi boleh saya duduk di sini" tanya seorang pemuda dengan ramah.
"eh.." menoleh. "ah iya silahkan.." mempersilahkan pemuda itu duduk di bangku sampaingnya.
"terimakasih" dengan senyum.
Lily membalas dengan senyuman juga setelah itu ia fokus lagi ke jalanan dan melihat sekeliling.
"hai boleh kenalan namaku Revan" menjabat tangan.
"boleh, namaku Lily salam kenal" menerima jabatan tangan Revan.
"wah nama yang indah, kamu bukan orang kota ini yaa"
"owhh.. lalu kamu ke kota ini mau kemana? sekolah atau mencari kerja?"
"aku sudah lulus" dengan senyum. "aku ke sini mau ke rumah bibi dan paman, Rindu panda mereka".
"owhh begitu yaa.. kalau boleh tau di mana rumah paman dan bibi mu itu?"
"Di *****," jawab Lily.
"loh tempat itu bukanya sudah di tutup, dan bahkan sekarang sudah menjadi lahan kosong belum di apa-apakan. karena dulu terjadi kebakaran yang sangat hebat dan dahsyat beberapa orang pun bahkan tak selamat karena itu terjadi begitu saja" jelas Revan.
mata Lily sudah berkaca-kaca mendengar cerita Revan karena kalian tau, Lily sudah tak mempunyai siapa-siapa lagi sekarang ini selain paman dan bibinya namun apa, harapannya sekarang sirnah.
"hiks.. yang bener kamu.. hiks"
"eh sudah sudah jangan nangis, kenapa malah nangis aduhhh gimana ini" menenangkan Lily yang bercucuran air mata. "aku tau karena dulu aku juga tinggal di dekat daerah itu dan bahkan aku melihat semuanya secara langsung"
isakan Lily semakin tak bisa di hentikan, hancur sudah harapan Lily akan bertemu pan dan bibinya hanya mereka lah yang saat ini Lily punya hanya merekalah harapan satu-satunya.
"Lily sudah jangan menangis..." menenangkan Lily dengan mengusap-usap kepalanya.
"ak...aku harus bagaimana..hiks.. si..siapa yang akan menyayangiku nantinya hiks hiks.. hanya merekalah hiks..orang yang aku hiks.. harapkan untuk menyayagi hiks hiks.. ku"
"emm aku bisa koc, eh nama bibiku siapa? siap tau aku kenal dan tidak ikut dalam kebakaran itu"
"Bibi Margareta dan paman Steve hiks..."
"ah bibi Margaret mereka masih hidup dan selamat, sekarang mereka tinggal di dekat perusahaan ******** kompleks sama dengan ku"
"benarkah?" sekarang Lily menatap Revan dengan antusias.
"iya.. mereka hidup bahagia di sana dan paman Steve juga bekerja di sekitar sana. mereka selalu menceritakan keponakanya yang imut dan juga cantik yang mereka selalu harapkan ia akan ke sana mengunjugi mereka setiap tahunya".
Lily berlinang air mata lagi.
"eh sudah jangan menangis, nanti akan ku antarkan kau ke sana sekalian aku juga akan mampir karena lama sudah tidak pernah ke sana. sudah yaa jangan nangis lagi keponakan bibi dan paman yang imut" Revan menghapus air mata di pipi caby Lily dan mencubitnya dengan gemas.
Lily hanya mengangguk dan menunduk.
"istirahatlah nanti setelah sampai akan ku bangunkan"
Lily kembali mengangguk, ia menyandarkan kepalanya di kursi dan memejamkan matanya secara perlahan lalu menuju alam mimpi.
"bibi ini keponakan kalian dia memang cantik, namun kalian harus benar-benar menjaganya dari orang di sekitar. dan Lily aroma darahmu sangat manis sekali ini akan mengundang makhluk-makhluk lain yang akan mencicipi darahmu" batin Revan.
Revan yang melihat posisi tidur Lily yang sepertinya tak nyaman, ia berinisiatif membawa kepala Lily untuk mersandar pada bahunya walaupun saat ini Revan menahan hasrat untuk mencicipi darah Lily.
"Lily kau benar-benar cantik, akan ku jaga kamu dari orang-orang yang akan menyakitimu" batin Revan lagi.
lalu Revan pun ikut ke dalam mimpi walau sebernaya ia tak benar-benar tidur ia hanya menutup mata dan beristirahat.
jangan lupa vote😊 comen jika ada saran dari kalian juga😙
see you🙏