My husband is the Demon King

My husband is the Demon King
2. mimpi



Lily berada di pelabuhan setelah perjalanan yang cukup lama karena hanya mengendarai ojek. ia merasa badannya akan patah semua jika tak hati-hati saat berjalan, ngilu di semua tulang yang sangat menyakitkan karena terlalu lama beranda kendara.


"ini mas uangnya" memberi beberapa lembar uang ke mas ojeknya.


melihat dan menghitung "maaf mbak ini, uangnya kelebihan" memberikan lagi ke Lily.


"untuk mas saja, gak papa koc" senyum.


"wah makasih mbak, kalau gitu saya permisi dulu".


"iya mas".


Lily pun berjalan pergi dari tempat ia itu menuju pelabuhan mengurus semua keperluan untuk menaiki kapal dan lain sebagainya.


setelah selesai ia pergi ke dalam kapal yang sudah ada, dan akan menuju tempat yang akan ia datangi.


mencari kamar yang sudah di tunjukan pegawai di sini. masuk ke dalam dan langsung meletakan kardus dan tasnya begitu saja. menutup pintu dan menguncinya lalu ia berbaring di atas kasur.


bahkan ini bisa di bilang bukan kasur, mungkin bisa di katakan jika ini hanyalah selimut dan bantal saja. karena yang Lily rasakan kasurnya cukup keras bahkan kasur yang ada di kotsanya dia dulu saja kalah dengan yang ini.


tapi ah masa bodo daripada tak ada lagi,asing bersyukur sekali mendapatkan kamar untuk sendiri kan.


ia berbaring memejamkan mata menunggu keberangkatan kapal yang di perkirakan dua jam lagi. ah sangat lama sekali bukan, sebenarnya Naik pesawat bisa langsung pada Kota yang ia tuju nantinya.


tapi Lily sadar ia bahkan tak memiliki banyak uang jika harus menaiki pesawat. biaya yang majalah yang mengharuskan Lily menaiki kapal dan menaikinya tiga kali beda kapal di setiap pelayaran.


Lily hanya diam di atas tempat tidur itu dengan santai memikirkan banyak hal yang akan ia lalui kedepnya nanti seperti apa dan bagaimana.


yang ia miliki saat ini hanyalah handphone genggam jadul miliknya yang sekarang bahkan tak ada pulsanya untuk menghubungi Bibik dan paman jika ia akan ke sana.


"Sayang.." panggil seseorang.


"eughh..." lenguh Lily lalu membuka kedua mata indahnya.


"sayang bangunlah Mama ingin berbicara denganmu"


seketika itu Lily langsung bangun dan memeluk mama yang ia rindukan.


"mama.. hiks mama jangan tinggalkan Lily sendiri ma.. hiks.. mama Lily tak mau jika harus jauh dari mama hiks hiks.."


"sayang dengarkan mama, Kamu harus tegar dan kuat untuk menjalani kehidupan ini Lily yakin kamu pasti bisa melewati dua rintagan kehidupan ini. dan mama sangat yakin sekali jika hidupmu akan lebih baik lagi nantinya jika kamu memiliki kesabaran dan kejujuran yang sangat kamu pegang. ingatlah mama dan papa akan selalu ada di sini, di sisi Lily akan menjaga Lily dan akan selalu menyayagi Lily sampai kapan pun. kau mengerti sayang"


"tapi ma hiks.. ja.. jangan tinggalkan Lily ma hiks.. ma.. ma...hiks mama.. mamaaaaa!!"


"mama..!!" Lily berteriak dan bangun dari tidurnya.


nafasnya terengah-engah dadanya naik turun karena pasokan oksigen yang masuk kedalam paru-parunya sangat terbatas.


"ma..hiks.. mama dan papa kenapa ninggalin Lily secepat itu. hiks.."


yaa itu hanyalah mimpi yang di alami Lily saat ia tak sengaja ketiduran karena kecapean perjalanan antara dari kostanya samai di pelabuhan ini.


"itu hanya mimpi hiks.. tapi mengapa sangat nyata sekali, mama memelukku dengan kasih sayangnya"


Lily menghapus air mata yang tadi bercucuran, ia mengambil tisu dan mengelap pipi cabynya yang basah karena air mata.


#Vote and comen miyau๐Ÿ˜™ kritik dan saran juga yaa biar aku tambah semangat๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜