
Memang malam itu tingkah Da Yeong membuat Yeo Chan kesal. Namun kekesalan itu hanya sebentar, dekat dengan Da Yeong membuat kekesalan itu hilang seketika.
Yeo Chan senang melihat Da Yeong yang makan dengan lahap.
...****************...
Usai selesai makan, Da Yeong kembali ke rumahnya. Wajahnya terlihat sangat senang setelah memakan jajangmyeon pedas yang dibelikan Yeo Chan.
Dengan tenang seakan lupa apa yang membuatnya ingin makan jajangmyeon, Da Yeong membuka pintu rumah.
Dan..
Bwaaaa!!!
Tampak sosok emak emak berdiri depan pintu rumah dan bersiap dengan senjata andalannya.
Sapu lidi kak?
Bukan guys, bukan. Yang bener panci legendaris milik emak Da Yeong, tuu yang bener.
Dengan nada ngegas dan kayak harimau mau gelut, emak Da Yeong berkata
" Bagus ya anak perempuan niat sekolah pulang jam 12 malam!! Malam ini gak ada kau tidur di dalam!! Tidur diluar!! " Bantingan pintu pun terdengar.
Lah terus buat apa siap siap bawa panci legendarismu segalaan? Ujung ujungnya gk kepakek pun, malah cuman tuk nakut nakuti.
" Lahh, ibu! Terus aku tidur pakai apa, lho!? "
Bay the way and busway, kata " emak " kan biasa digunakan di Indo kan guys. Tapi karna ini ceritanya di Korea, jadi pakek ibu yaa. Setuju gk nih? Kalau gk setuju kita bisa pakai kata emak khusus emaknya Da Yeong.
...****************...
Akhirnya karena tidak diberi alas atau bantal dan selimut untuk tidur, akhirnya Da Yeong tidur di gudang depan rumah.
Kebetulan disitu emang ada kasur kecil, bantal, juga selimut untuk tidur. Dikala ada salah satu dari anggota keluarga yang disuruh tidur diluar sama emak Da Yeong.
...****************...
Singkat cerita, pagi pun datang. Dan pagi pagi sekali Da Yeong diam diam masuk untuk bersiap siap sebelum berangkat sekolah.
Setelah semua keperluan selesai, Da Yeong segera pergi berangkat ke sekolah, bahkan tanpa sarapan.
Sebenarnya Da Yeong takut tidak kuat hari itu, dikarenakan jadwal sekolah yang penuh sampai sore. Apalagi dirinya yang belum sarapan dan tidak diberi uang oleh ibunya. Tapi, sebisa mungkin di bisa bisain lah batin Da Yeong.
Pelajaran pertama dimulai.
Pagi itu terik matahari sangat panas, semua siswa bersemangat untuk tanding basket di pelajaran olahraga setelah pelajaran sains.
Awalnya perut Da Yeong sudah merasakan lapar, namun Da Yeong masih bisa menahannya saat pelajaran sains berlangsung.
Dan tibalah saat yang sangat dinanti nanti, yaitu pelajaran olahraga. Semua siswa mengganti pakaian mereka menjadi baju olahraga.
Hari ini siswa perempuan akan tanding basket dengan kakak kelas 3-1, dan siswa laki laki tanding basket dengan kakak kelas 3-2.
Jadi perempuan dengan perempuan, laki laki dengan laki laki. Faham kan Guyss
Akhirnya semua siswa di posisi masing masing sembari menunggu guru olahraga memberi aba aba tanda mulai.
Begitu aba aba diperdengarkan, semua siswa memulai pertandingan. Benar benar seru, semua kelas lain yang jamkos melihat pertandingan mereka dan menyemangati tanpa henti.
Bagi grup laki laki kelas 2-2
( Kelasnya Yeo Chan ) amatlah sangat mudah, mereka sudah mendapatkan poin tinggi daripada kakak kelas 3-2. Selain pada tinggi tinggi, teman teman Yeo Chan amat terbantu karena ada dirinya. Sebab ada Yeo Chan yang sungguh cepat dan pintar merebut bola maupun memasukkan bola ke tiang basket, membuat kelas 2-2 mendapatkan poin tinggi.
Begitu juga yang terjadi kepada grup perempuan kelas 2-2, mereka juga mendapatkan poin lebih tinggi daripada kakak kelas. Itu semua berkat salah seorang siswa perempuan bernama Ye Han Na yang juga cepat dan pintar seperti Yeo Chan.
Grup laki laki seri, begitu pula grup perempuan.
Di babak final ini, kelas 2-2 berhasil merebut bola dan akan segera bersiap untuk melakukan shooting.
Jika mereka berhasil, maka kelas 2-2 akan menjadi pemenang. Namun tiba tiba, Da Yeong merasakan pusing dikepalanya.
Pandangannya menjadi buram, kepalanya sangat sakit, ditambah lagi suasana ribut di sekitar lapangan sekolah akibat siswa siswa lain yang memberi semangat.
Dan tanpa Da Yeong sadari, dirinya tiba tiba berteriak sangat kencang sehingga memecah kebisingan. Dan karena itu teman temannya menjadi gagal fokus.
Suasana yang awalnya ramai menjadi hening. Lalu sebuah pengumuman memecah keheningan.
" Pemenangnya adalah kelas 3-1 dan kelas 3-2!! Beri tepuk tangan yang meriah!! "
Pengumuman itu membuat teman teman Da Yeong tersadar bahwa bola mereka direbut oleh kakak kelas disaat mereka sedang gagal fokus.
Yang seharusnya kelas 2-2 menang menjadi kalah. Bahkan siswa laki laki pun kalah karena gagal fokus itu, apalagi perempuan.
Semua siswa menjadi sangat kecewa karena grup perempuan maupun grup laki laki tidak ada satupun yang menang.
Bahkan mereka mencoba protes kepada kakak kelas, namun sudah kalah mau bagaimana lagi.
Disaat semua orang protes ke kakak kelas, Yeo Chan melihat Da Yeong yang berdiri kaku sembari menutupi telinganya.
Karena tidak tega, Yeo Chan menghampiri tempat Da Yeong berdiri dan menanyainya.
" Kau tidak apa apa? "
Disaat pertanyaan itu dilontarkan, Da Yeong jatuh pingsan tak sadarkan diri.
Dengan segera, Yeo Chan menggendong tubuh Da Yeong dan segera berlari menuju ke UKS sekolah.
Sesampainya Yeo Chan di UKS, ia segera menidurkan tubuh Da Yeong diatas kasur UKS. Dan dokter UKS memeriksa kondisi Da Yeong.
Singkat cerita, akhirnya Da Yeong sadarkan diri setelah sekitar tiga jam tidak bangun juga.
Saat terbangun, Da Yeong melihat Yeo Chan yang duduk dan menunggunya.
" A-apa yang sedang terjadi? " Tanya Da Yeong
" Tidur saja, tadi kau sempat pingsan dan tidak bangun sampai tiga jam " Jawab Yeo Chan.
" Apa kau yang membawaku ke sini? "
" Tentu saja. Siapa lagi jika bukan aku. Tidak ada yang mau mengantarmu ke UKS, karena kau membuat semua teman kita kecewa "
" Aku tahu bahwa aku salah. Maafkan aku, itu juga bukan kehendakku " Pinta Da Yeong.
" Tidak apa apa. Ini, ambilah dan makanlah. Tadi aku membelinya di kantin " Yeo Chan memberikan makanan kepada Da Yeong dan Da Yeong menerimanya.
" Terimakasih. Sebenarnya tadi pagi aku tidak sempat sarapan "
" Aku tahu. Makanlah "
" Terimakasih, Yeo Chan. Dari kemarin kau sangat baik padaku. Ku fikir kau yang paling baik disini. Aku akan membalasmu kapan kapan "
" Tidak perlu dibalas. Sudah makan saja "
Da Yeong memakan makanan yang diberi Yeo Chan dengan lahap, sambil terus terusan tersenyum ke arah Yeo Chan.
Bersambung...