My Boyfriend's Shadow

My Boyfriend's Shadow
Chapter 5. Perkara Jajangmyeon



Lanjutan Chapter 4


Tak terasa waktu menunjukan jam pulang. Da Yeong sudah merasa kalau dirinya pulang akan langsung digebukin oleh ibunya, jadi sebelum pulang Da Yeong memutuskan untuk ke tempat favoritnya sambil meminum satu botol Soju.


Da Yeong sangat menikmati Soju nya itu sambil melihat pemandangan sungai di bawah jembatan.


Benar benar suasana yang dirindukan❤️


...****************...


Karena terbawa suasana yang damai membuat Da Yeong lupa waktu. Hari itu ia pulang cukup larut, sekitar pukul 09 malam.


Da Yeong berjalan dengan terhuyung huyung, serta pandangannya buram. Itu pasti penyebab dirinya minum terlalu banyak Soju.


Saat diperjalanan menuju kembali ke rumahnya, Da Yeong melihat toko toserba.


" Aaaa~ Benar! Makan Jajangmyeon pedas dapat membantuku meredakan kecemasan. Toko toserba di waktu yang tepat! "


Da Yeong memasuki toko toserba tersebut dan memesan Jajangmyeon pedas dan makan ditempat.


" Baiklah, ada pesanan lain? "


" Tambah soda satu "


" Baik. Totalnya 20k "


Saat ingin membayar, Da Yeong baru saja teringat bahwa uangnya telah habis gara gara membeli sebotol Soju.


" Ma-maaf, tapi bisakah saya bayar besok? Saya berjanji akan kembali lagi dan membayarnya "


" Maaf tapi tidak bisa "


" Ayolah kumohon! Saya akan bayar besok! Sekarang ini saya sangat perlu Jajangmyeon, kumohon! "


" Maafkan saya, tapi tidak boleh "


Tidak putus asa, Da Yeong tetap kekeuh untuk bisa membeli Jajangmyeon. Dan karena hal itu, menyebabkan Da Yeong diusir paksa keluar dari toserba. Kasihan sekali kau Da Yeong 😢


" Jangan kembali lagi kemari!! "


" Heii! Memangnya siapa kau!! Bisa bisanya kau menyuruhku tidak kembali lagi. Kau tahu, ini hanya satu satunya toserba yang dekat dengan rumahku!! "


" Sebelum kemari, lebih baik periksa dahulu dompetmu! "


Akhirnya terjadilah Cehh Cohhh antara penjual toserba dan Da Yeong.


Dan kebetulan sekali, tak lama kemudian Yeo Chan lewat depan toserba tersebut.


Melihat perkelahian antar penjual toserba dan Da Yeong tentu tidak bisa membuat Yeo Chan diam saja.


" A-apa yang terjadi?? Ada apa ini?? "


" Cobalah tenang dulu. Dan selesaikan secara baik baik "


Mendengar leraian Yeo Chan membuat mereka berdua yang berkelahi terdiam.


" Jadi, coba ceritakan. Ada apa Da Yeong! "


" Tadi, aku ingin membeli Jajangmyeon pedas. Tapi uangku hilang, aku memohon kepadanya untuk membuatkan ku Jajangmyeon dan aku akan bayar besok. Tapi dia tidak mau dan malah mengusirku, bagaimana aku tidak marah!!!? " Jelas Da Yeong panjang lebar.


" Kau berbohong!! Aku tadi melihat isi dompetmu yang kosong dan mendengar kau mengeluh bahwa uangmu habis!! " Tak terima dengan penjelasan Da Yeong membuat penjual toserba protes.


" Sudah cukup!!


Terimakasih atas penjelasannya, dan maafkan teman saya. Mungkin teman saya memang begitu orangnya, tapi sebenarnya dia baik " Kata Yeo Chan kepada penjual toserba.


" Baiklah kalau begitu, saya maafkan karena kau pria tampan yang memintanya.Tapi dia tidak boleh datang lagi jika tidak membawa uang "


" Baiklah. Terimakasih " Ucap Yeo Chan.


Setelah pertikaian selesai, Yeo Chan berniat pergi meninggalkan Da Yeong. Namun tiba tiba Da Yeong memegang tangan Yeo Chan dengan erat.


" Yeo Chan, aku sangat lapar. Bisa kau belikan aku Jajangmyeon?? " Tanya Da Yeong.


" Kenapa aku harus peduli jika kau lapar? "


" Kumohon, kali ini saja "


Karena Da Yeong merengek minta dibelikan akhirnya mau tidak mau Yeo Chan tidak bisa menolak.


Akhirnya ia membelikan Jajangmyeon cup super pedas untuk Da Yeong.


Karena hal itu, membuat wajah Da Yeong berbinar binar.


" Makanlah sebelum dingin "


" Wahh, ini pasti enak! Tidak sekalian soda kaleng?? "


" Apa kau cari gara gara!? "


" Ayolah aku hanya bercanda, kenapa sangat serius?? Memangnya ini kencan buta?? "


" Kenapa!? Kau fikir aku mau kencan buta denganmu? Jangan harap "


Tanpa menunggu sedikit dingin, Da Yeong segera menyantap Jajangmyeon miliknya itu.


" Wahhh~


Jajangmyeon pedas tidak pernah salah!!


Selalu dapat menghilangkan rasa


cemasku "


" Apa hubungan antara Jajangmyeon dan rasa cemasmu?? "


" Tentu ada hubungannya! Rasa pedas Jajangmyeon membuatku dapat berfikir, jika aku berfikir maka rasa cemasku akan hilang seketika! Apalagi jika gratis "


" Baiklah. Makan sebanyak mungkin. Kapan lagi kau akan berfikir, bukan? "


" Kau menggertak ku, mengumpat ku, atau apa haa!!? "


" Diam dan makanlah "


Memang malam itu tingkah Da Yeong membuat Yeo Chan kesal. Namun kekesalan itu hanya sebentar, dekat dengan Da Yeong membuat kekesalan itu hilang seketika.


Yeo Chan senang melihat Da Yeong yang makan dengan lahap.


Bersambung...