My Boyfriend's Shadow

My Boyfriend's Shadow
Chapter 3. Murid Pindahan 1



Lanjutan Chapter 2


" APA YANG KALIAN LAKUKAN!!!! "


" BERHENTI SEKARANG JUGA!!!!! "


" Tunggu, kau bukan guru! Siapa kau, dan apa hak mu menyuruh nyuruh kami!!? " Tanya salah seorang siswa laki laki.


Mendengar pertanyaan dari siswa tersebut, kepala sekolah yang berdiri tepat di belakang Tuan Park langsung memberikan kode untuk diam kemudian menjelaskan.


" Apa kamu tidak tahu siapa dia? Tuan Park adalah pemilik sekolah ini. Beraninya kamu bicara tidak sopan!! "


Mendengar ucapan kepala sekolah membuat satu kelas tercengang habis habisan.


Tak lama setelah itu, wali kelas 2-2 datang dan terkejut melihat Tuan Park ada di depan kelasnya.


" Tu-tuan Park!?


Ha-halo pak, apa yang anda lakukan di sini? Anda jarang bukan datang kemari "


" Saya datang ke sini untuk mengantar anak saya Park Yeo Chan. Karena saya belum pernah mendengarnya "


Wali kelas yang mendengarnya tercengang mendengar pernyataan dari Tuan Park, begitu juga yang terjadi kepada para siswa. Pikiran mereka masih mencerna semua perkataan Tuan Park.


" A-anak?? Yeo Chan anak anda?? "


" Benar. Saya yakin anda mendidik anak saya dengan sangat baik, benar? "


" Ohh tentu saja, pak "


" Kalau begitu, Yeo Chan. Ayah akan pergi, belajar yang rajin. Nanti kamu akan dijemput bodyguard "


" Baik, ayah " Jawab Yeo Chan dengan lemas.


Ayah Yeo Chan akhirnya pergi dari sekolah, dan bel pelajaran berbunyi sangat nyaring.


" Jika kamu mau masuk dahulu silahkan, Yeo Chan. Kamu bisa duluan " Kata wali kelas.


Dengan tubuh lemas Yeo Chan memasuki kelas. Semua mata siswa satu kelas itu hanya memandang ke arah Yeo Chan yang merupakan anak pemilik sekolah itu.


Tentu saja jawabanku karena mereka masih tidak bisa percaya tentang hal yang mereka dengar tadi.


Setelah Yeo Chan duduk di kursinya, guru memulai pembicaraan sebelum ujian dilaksanakan.


" Selamat pagi semua "


" Pagi, pak! " Jawab semua siswa serentak.


" Bapak yakin kalian telah siap mengikuti ujian mendadak ini. Tapi sebelum ujian, bapak akan memberi tahu kalian kabar bahagia hari ini "


Seketika kelas menjadi ramai, semua orang pada berbisik bisik karena penasaran dengan kabar yang dimaksud guru mereka.


" Semua harap tenang! Jadi kabar bahagia itu adalah, hari ini kalian mendapatkan teman baru!! Anak baru silahkan masuk dan perkenalkan dirimu "


Lalu seorang gadis berambut pendek memasuki kelas. Dengan gaya rambutnya yang pendek membuat penampilannya terlihat modis.


" Halo, namaku Oh Da Yeong. Senang bertemu dengan kalian "


" Hei Oh Da Yeong! Kenapa rambutmu itu pendek!? Wajahmu memang bagus, tapi sayangnya rambutmu itu pendek, kau terlihat cupu, benar bukan teman teman " Kata salah satu siswa pria.


" Hei sudah sudah, Oh Da Yeong itu teman kalian mulai sekarang! Oh Da Yeong, kamu bisa duduk di kursi kosong di sebelah Yeo Chan " Usul Guru.


Oh Da Yeong berjalan menuju kursi kosong di sebelah kursi Yeo Chan.


Sebelum duduk, Da Yeong sempat izin kepada Yeo Chan karena takut jika dirinya akan membuat Yeo Chan tidak nyaman, jadi Da Yeong meminta izin dulu sebelum duduk.


" Halo, aku Da Yeong. Boleh aku duduk di kursi ini, Yeo Chan? "


Mendengar pertanyaan Da Yeong seketika Yeo Chan sadar dari lamunannya sejak tadi.


" Tentu, itu kursi umum. Kamu bisa duduk disana, kenapa harus bertanya? " Yeo Chan memang suka cuek terhadap orang yang baru saja dirinya kenal.


" Terimakasih! "


Ujian pun dimulai, semua siswa mengerjakan soal ujian di sebuah lembar.


Seketika kelas menjadi senyap, semua orang hanya fokus pada kertas ujian mereka masih masing.


Tentu bagi robot ujian itu mudah, karena mereka bisa menyimpan data dalam waktu yang lama. Tapi sepertinya bagi Da Yeong tidak, selain tidak belajar dirinya juga tidak pandai pada dasarnya.


Singkat cerita waktu ujian selesai...


Bel istirahat juga telah berbunyi, semua siswa berhamburan keluar kelas mereka masing masing.


Ada yang pergi ke kantin, ada yang ketaman, ada yang ke perpustakaan, dan ada yang berdiam diri dikelas.


Karna bosan dikelas, Yeo Chan memutuskan ingin pergi ke perpustakaan. Tapi saat ingin beranjak dari kursinya, malah banyak teman temannya yang menghampirinya.


" Yeo Chan sungguh kamu anak Tuan Park? Sungguh? " Tanya mereka.


" Aku tidak ingin membicarakannya "


" Ayolah Yeo Chan. Kami tahu bahwa kamu bukan orang yang terbuka, tapi kumohon kali ini saja "


" Tidak! "


" Ayolah, kumohon!! "


" Tidak! "


" Kumohon, sekali ini saja "


" Tidak akan! "


Mendengar keributan itu membuat Dan Yeong tidak nyaman dan ingin menegur mereka.


" Kalian bisa tidak berisik!? Jika dia tidak mau membahasnya jangan memaksanya. Itu membuatnya tidak nyaman! " Tegur Da Yeong.


" Ada apa dengannya? Dia berlagak seolah menyukaimu Yeo Chan. Ahh~tapi tidak mungkin, dia kan anak baru " Kata salah satu teman Yeo Chan, kita panggil dia Lee Thae Hee.


" Siapa yang bilang anak baru tidak bisa menyukai Yeo Chan? Yeo Chan memiliki wajah yang sempurna, orang asing saja bisa tergila gila padanya " Kata Min Gi, teman Yeo Chan juga.


" Kau tidak bisa merayuku hanya dengan memuji " Kata Yeo Chan.


...****************...


Singkat cerita, bel pulang pun berbunyi dengan sangat nyaring.


Semua orang pergi meninggalkan kelas masing masing dan saling berpamitan kepada teman mereka.


Tapi hari ini, Yeo Chan akan pulang terlambat sepertinya, karena dirinya harus piket terlebih dahulu.


Hari itu tidak banyak yang piket karena banyak yang tidak masuk. Dan kalau dihitung hanya ada dua orang saja yang piket. Yaitu Yeo Chan dan Go Han Chae teman sekelas Yeo Chan.


Sebenarnya dari dahulu Go Han Chae sudah menyukai Yeo Chan, namun belum pernah mengungkapkan perasaannya kepada Yeo Chan.


Go Han Chae berniat untuk mencari perhatian karena dari tadi Yeo Chan sama sekali tidak mengajaknya mengobrol.


" Aauuu!! Kakiku sakitttt!! "


" Sakit, aduh sakitttt!! "


Karena gak digagas sama Yeo Chan, akhirnya Go Han Chae agak ngegas ngomongnya.


" Heii Park Yeo Chan!! Bisa bantu aku berdiri? Tadi aku kesandung "


" Punya kaki kan? Berdiri sendiri "


" Ta-tapi kaki aku sakit karena kesandung, makannya aku minta tolong kamu "


Walau terpaksa, akhirnya Yeo Chan membantu Han Chae berdiri agar bisa duduk di kursi, lalu Yeo Chan melanjutkan piketnya.


" Ehh Yeo Chan! Tolong ambilkan aku P3K, kurasa kakiku lecet "


Tak bisa menolak, Yeo Chan akhirnya mengambilkan P3K dan memberikannya kepada Han Chae.


" Terimakasih Yeo Chan. Oh ya kamu bisa kan oleskan salepnya? "


" Kenapa harus aku? Gunakanlah tanganmu selagi berfungsi "


Sudah merasa kesal akhirnya Yeo Chan meninggalkan Han Chae dan mengambil tasnya kemudian keluar kelas.


" Yeo Chan!! Kamu mau ninggalin aku?? Yeo Chan tunggu!! "


Yeo Chan tidak mendengarkan apa yang Han Chae katakan. Dirinya segera meninggalkan Han Chae di kelas dan menuju keluar sekolah.


Saat sampai di lapangan sekolah, hujan tiba tiba turun dengan lebat. Segeralah Yeo Chan berteduh lebih dahulu.


Tidak sengaja dirinya bertemu Da Yeong saat sedang berteduh di dalam sekolah.


" Kamu belum pulang sejak tadi? "


" Belum. Namamu Park Yeo Chan, bukan? "


" Benar. "


" Aku harap kamu tidak salah faham "


" Tentang hal apa? " Tanya Yeo Chan.


" Aku tadi membantumu bukan karena aku suka padamu, a-aku hanya merasa terganggu mereka mengganggumu dengan suara mereka yang lantang itu. Itu membuat telingaku mau pecah "


" Kau berfikir begitu? "


" Apa? "


" Aku tidak menganggap kau membantuku karena kau suka padaku "


" Aaaa..begitu. Bagus kalau begitu "


" Kenapa kau pindah sekolah? Kau dipindahkan atau memang memilih untuk pindah? " Tanya Yeo Chan.


" Aku tidak bisa mengatakan bahwa aku memang ingin pindah walau sebenarnya aku memang ingin begitu. Huftt, tapi aku bukan dipindahkan melainkan dikeluarkan "


" Kenapa? Karena kau membuat masalah disekolah lamamu? "


" Ka-kau! Bagaimana kau tahu?? "


" Terlihat dari wajahmu bahwa kamu memang orang yang begitu "


" Lalu!!? Memangnya kau tidak pernah melakukan kesalahan!! "


" Aku tidak bilang begitu, walau memang aku tidak pernah membuat kesalahan "


" Menyebalkan! Tapi kumohon jangan beri tahu siapa pun. Kau bisa berjanji? "


" Kenapa aku harus berjanji? Kau takut jika aku membongkar kebenaran itu "


" Tidak! Aku tidak takut! Tapi aku hanya sedikit malu, jadi kumohon jangan beritahu siapa pun. A-aku akan menuruti apa yang kau inginkan, apa pun tanpa pengecuali "


" Apa ini penyuapan? Kau menyuap diriku? "


" Ayolah jangan anggap begitu, anggap saja kau menolongku dan aku memberikan upah kepadamu "


" Baiklah, aku tidak akan memberitahu siapa pun. Tapi dengan satu syarat "


" Baiklah, akan kudengarkan "


" Turuti seluruh keinginanku tanpa pengecualian "


" Okeyy! Aku terima syaratmu "


Bersambung...