
"Apaaa!!?"
~~
Saat direstoran makan bersama
"Lo betulan jadi asisten nya kookie?!" Ujar Riri kaget
"Iya.. Dan gw akan mulai bekerja besok disana" Ujar Kiara sedih
"Wah itu kesempatan bagus untuk mu Kiara!" Ujar Jeje semangat
"Loh? Kesempatan bagus apanya?! Yg ada gw jadi menderita disana!" Ujar Kiara kesah
"Eh? Ga nya lo suka bgt sama kookie?!" Ujar Jeje binggung
"Udah ga lagi!" Ujar Kiara berteriak
"Semua kenangan nya dikamar, HP dan segala macem udh gw cabut dan hapus!" Ujar Kiara marah
"Lah? Kok gt? Lo suka ama XTS kan juga karna dia dan juga lo berusaha capek-capek belajar mekaup sampe beranikan diri ke Agensi X juga karna dia kan?!" Ujar Riri binggung
"Ia itu semua gw lakukan karna kookie tapi saat pertama kali dia marah sama gw, matanya itu udah di penuhi rasa kebencian sama gw dan mulai dari situ gw malah takut sama dia dan mutusin ga akan fans dia lagi!" Ujar Kiara marah dan kesal
"Noh, apa gw blg.. Jangan lansung nyosor aja, nah..jadinya nyesel saat lo masuk kesanakan! Tapi lo gamau dengerin kata kami berdua dan lo ambil keputusan lo sendiri!" Ujar Riri memperingatkan
"Sekarang lo nyesel kan, nyesel kan..masuk kesana.. Apa gw bilang ga percaya jadi terjebak kesana.." Ujar Jeje bernyanyi dengan versi lagu young lex
"Iya iya.. Gw akui gw salah, tapi gw udah terlanjur terjebak disana.. Mau gamau gw harus kerja sampe kontrak nya habis" Ujar Kiara kesah
"Terus? Kontraknya habis sampai kapan?" Ujar Riri penasaran
"5 tahun" Ujar Kiara dengan suara penuh rasa menyerah
"What? Sabar aja ya Ki.. Lo pasti bisa ngelewatin.. Kalau si Kookie apa-apain lu lansung nelfon kami ya! Dan kalau lu punya masalah lansung juga kabarin kami" Ujar Jeje dan Riri menepuk pundak Kiara
"Makasij ya guys! Ehmm sebenarnya..." Ujar Kiara ingin mengatakan sesuatu
"Kenapa ki?" Ujar Riri binggung
"Sebenarnya gw punya alasan kenapa gw kabur dari rumah bukan cuma gw gamau nerusin perusahaan Ayah gw, tapi karena gw mau dijodohin sama orang yg gw ga kenal sama sekali" Ujar Kiara menjelaskan
"Apa?!" Ujar Riri kaget
"Loh kok lu ga kaget Je?"Ujar Riri heran
"Haha..Gw emg udah ngerasa ga beres klw lu cuma keluar gara-gara ga ngerti urusan bisnis, jadi gw cari tau apa penyebab lainnya dan gw udah tau sebenarnya saat lu mau masuk audisi" Ujar Jeje tertawa
"Loh? Kok lu diem? Ga bilang sama gw!" Ujar Riri kesal
"Gw takut Kiara marah kalau gw bilang ama lu, soalnya dia suka banget pendam sendiri masalahnya.. Dan gw tunggu aja pada saat yg tepat.. Tapi baguslah Kiara udah ungkapin yg sebenarnya" Ujar Jeje dengan suara lega
"Lu pernah ketemu sama cowok yg dijodohin sama lu" Ujar Riri bertanya
"Belum si.. Tapi yg pasti dia dari keluarga yg kaya.. Gw dijodohin sama dia juga karna bisnis Ayah gw naik dan kalau gw nikah sama dia, perusahaan Ayah gw yg dipengang oleh dia dan gw gamau nikah sama orang yang ga gw cintai! Jadi gw lebih milih kabur dari rumah!" Ujar Kiara gelisah
"Kami jadi khwatir sama lo deh Ki, apa lo gapapa terus kek gini?" Ujar Jeje merasa khwatir
"Gapapa gausah khawatirin gw, Gw udah dewasa dah bisa ngurus gw sendiri kok.. Kalian tenang aja gw gapapa.. Hari ini gw traktir aja kalian soalnya dapat tambahan gaji dikit untuk hari pertama!" Ujar Kiara tersenyum
"Tapi Ki, inget! Kalau lo butuh apa-apa bilang sama kami ya.. Jangan buat diri lo susah sendiri" Ujar Riri mengingat kan dan menunjukkan jarinya ke Kiara
"Haha tenang aja! Sebenarnya gw merasa bersalah sama kalian,karna gw sering ngerepotin kalian terus..Jadi makasih ya guys! Kalian terus ada buat gw! Waktu gw sedih dan senang kalian terus ada disisi gw.. Gw bakal gatau harus apa kalua gadak kalian!" Ujar Kiara sedih
"Aduh.. Kenapa suasana nya jadi sedih gini.. Kiara kami udah anggap lo kayak saudara kami.. Jadi suka dan duka kita yah harus ditanggung sama sama dong! Jadi kalau lo perlu bantuan minta kami aja!" Ujar Jeje menyemangati Kiara
"Iyap!! No problem Kiara!" Ujar Riri senang
~~
Esok paginya
Pipp pipp(suara alarm)
Tik(mematikan)
"Huamm jam berapa nie! Astaga gw bakal terlambat 5 menit lagi! Aduhh udah kebiasaan dari rumah terus bangun lama" Ujar Kiara panik
(Ketika Kiara sudah siap)
"Aduhh taksi gadak lagi!" Ujar Kiara gelisah
Tin tin(suara klakson mobil)
Apaan sih mobil ini, ribut banget!
Tinn tinn
"Tok tok.. Hei nona, om, siapapun itu.. Bisa ga, kalau suara klaksonnya ga usah dibunyi in juga didepan saya" Ujar Kiara marah dan mengetuk mobil itu
"Oh jadi gamau diantar nie?" Ujar Kookie sambil membuka kaca jendela mobilnya
"Ah, Oppa eh maksud saya Anda!" Ujar Kiara kaget
"Masuklah.. Aku akan mengantar mu" Ujar Kookie dingin
"Ah.. Tidak apa-apa, saya bisa naik taksi!" Ujar Kiara menolak dengan lembut
"Kau kira ini udah jam berapa? Mau dipotong gaji mu sama Bos ya?" Ujar Kookie marah
"Cepat naik! Sebelum aku berubah pikiran!" Ujar Kookie dingin
(Tiba tiba Kiara lansung ada disamping kookie)
"Dasar Cewek ini!" Ujar Kookie bergumam senyum
"Apa anda mengatakan sesuatu?" Ujar Kiara mendengar suara
"Ah tidak apa-apa.. Ayo kita pergi" Ujar Kookie malu
~~
"Tunggu! Kau jadi kan bekerja dirumah ku? Ingat janji mu lo" Ujar Kookie mengancam
"Iya saya ingat, sepulang kerja nanti saya akan ikut dengan anda" Ujar Kiara senyum paksa
"Ok baik! Sekarang kau boleh masuk"
Ujar Kookie dingin
Uh(menarik napas dalam dalam) Astaga rasanya susah sekali bernafas didalam mobil oppa! Dan rasanya tidak menyangka aku bisa berbicara dan berdua dengannya.. Uh senang nya.. Eh ngapain aku senang dengan orang seperti dia.. Dia pernah menyakiti ku tapi kenapa sifatnya berubah sekali seperti waktu itu..
"Kiara kamu sedang Membenggong kan siapa.. Kamu tidak liat Lipstik nya jadi menor" Ujar J-Hope marah
"Waduh.. Maaf maaf.." Ujar Kiara gelisah
(Setelah selesai kerja)
Saat di tempat parkir
Tok tok(Kiara mengetuk pintu mobil Kookie
"Kamu lama sekali, aku sudah menunggu mu dari tadi" Ujar kookie marah
"Maaf, tadi ada rapat staf make-up jadi agak lama" Ujar Kiara merasa bersalah
"Yasudahlah masuk!" Ujar Kookie dingin
Ketika sudah sampai dirumah Kookie
"Kenapa ga turun?" Ujar Kookie heran
"Aku rasanya masih tidak percaya.. Apa ini benar benar nyata aku bisa ke rumah oppa?" Ujar Kiara bergumam tidak menyadari
Hehe.. ternyata dia masih ngefans ama ku toh!
"Kenapa? Kamu masih ga percaya ya? kalau kamu bisa bawa kerumahku.. Kamu lo orang yg pertama kali, entah dari mana asalnya aku bawa kerumahku!" Ujar Kookie dingin
"Ah.. Tidak kok.. Aku hanya kaget saja rumah mu sangat besar, itu saja.." Ujar Kiara menyela
"Terserah! Sekarang kamu harus bersihin rumahku" Ujar Kookie dingin dan masuk ke kamarnya
"Oh my god.. Aku masih tidak menyangka bisa menginjakkan kaki ku dirumahnya.. Astaga ini mimpi atau tidak sih! " Ujar Kiara bergumam senang
"Kiara kamu sekrang pakai baju ini!" Ujar Kookie memanggil
"..." (tidak ada respon)
"Kiara?!" Ujar Kookie memanggil sekali lagi
"..."(tidak ada respon)
"Kamu ingin bekerja atau tidak!!!" Ujar Kookie membentak
"Ah maafkan saya" Ujar Kiara sadar
"Jika kamu membuat kesalahan sekali lagi aku tidk mau menerima maaf mu" Ujar Kookie dingin
"Dasar brengsek!" Ujar Kiara bergumam
"Kamu bilang apa?" Ujar Kookie mendegar sesuatu
"Ah tidak kok.. Tadi kamu bilang apa? Maaf aku kurang mendengar?" Ujar Kiara tersenyum paksa
"Sepertinya aku harus memberitahu nya kepada semua orang bahwa kamu fangirl" Ujar Kookie marah
"Tidak! Maaf aku tadi kurang konsetrasi.. Sekarang aku akan fokus!!" Ujar Kiara memohon
"Baiklah.. Sekarang pakai baju ini" Ujar Kookie memberikan baju pembantu
"Apa? Kenapa baju pembantu nya kenapa begini, tidak ada yg lain?" Ujar Kiara merasa kurang nyaman
"Kau menolak?" Ujar Kookie dingin
"Ba..Baiklah akan ku pakai" Ujar Kiara takut
5 menit kemudian
"Hmm.. Sudah selesai" Ujar Kiara malu
Ternyata pakaiannya cocok sekali untuknya dan dia terlihat cantik memakainya.. Astaga apa yg aku pikirkan dengan wanita ini, dia hanya wanita sinting!
"Sekarang kamu bisa membersihkan rumahku dan buat aku makanan sore ini! Aku harus pergi.. Aku masih banyak urusan!" Ujar Kookie mengingatkan
"Ba.. Baiklah!" Ujar Kiara tersenyum
Yes yess... Akhirnya kamu pergi
"Oh iya dan satu lagi! Kamu tidak boleh masuk ke kamarku, kekamar lantai dua yg diatas dan semuanya harus bersih! Dan juga masakkan mu harus enak! Kalau kamu tidak menaati peraturan yg aku katakan? Kamu tau kan akibatnya...?" Ujar Kookie dingin
"Ba.. Baiklah aku akan melakukan yg terbaik" Ujar Kiara tersenyum paksa
"Apa dia ingin membunuh ku? Rumahnya sangat besar! Dan aku harus membersihkannya? Dasar laki-laki gila!!" Ujar Kiara marah dan teriak
"Hmm kenapa rumah nya sebesar ini tetapi yg huni gadak? Pembantunya juga gadak? Kokinya juga gadak? Apa dia tidak takut sendiri dirumah sebesar ini? Orangtua nya dimana ya?" Ujar Kiara penasaran
"Meoww"
"Ah.. Itu kan suara kucing" Ujar Kiara mencari suara kucing itu
"Meoww"
"Astaga kamu sangat lucu, Apa kamu peliharaan oppa ya? Astagaa, lucu sekali, oh tidak aku lupa harus melakukan apa.. Bisa bisa dia membunuh ku kalau aku tidak membersihkannya.." Ujar Kiara ingat bahwa akan membersihkan rumahnya
5 menit kemudian
"Astaga ini menyebalkan??!!!"