
"Stopp!! Jangan bertengkar disini! Apa kalian tidak malu, orang-orang sudah melihat kita?" Ujar Kiara menghentikan mereka
"Oppa, tolong pergilah sebentar.. Aku bisa menyelesaikan ini.." ujar Kiara memohon pada kookie
"Ta.. Tapi Kiara?" ujar kookie khwatir
"Tolong percayalah padaku.. Apa Oppa ingin membuat suasana Pesta menjadi kacau?" ujar Kiara menyakinkan kookie
"Baiklah..aku akan pergi.. Kalau kamu udah selesai berbicara padanya.. Tolong temui aku di panggung pesta.. Aku akan menantikanmu.. Jaga dirimu baik-baik" ujar kookie kesah
"Terimakasih"
~~
"Apa betul kamu berpacaran dengan dirinya?!" ujar Hans bertanya
"Iya, dia adalah pacarku!" ujar Kiara menjawab
"Apa dia seorang Idol.. Aku pernah melihatnya ditv sebelumnya" Ujar Hans
"Iya dia adalah Idol, dan dia adalah idolaku" Ujar Kiara tersenyum
"Jadi ini alasan kamu, kenapa kamu minggat dari rumahmu?
Apa kau tidak melihat diriku, aku juga tidak ada kurang dengannya, aku kaya dan tampan juga.. Tolong kembali lah denganku!" Ujar Hans memohon
"Huftt.. Aku sudah bilang.. Bahwa aku tidak bisa kembali.. Aku sudah bahagia dengan kehidupan ku!" Ujar Kiara kesah dan marah
Tringg(Suara HP Hans pun berbunyi)
"Halo tante?" Ujar Hans mengangkat telfon dr kantongnya
Apakah itu mama?
"Apa? Saya akan segera kesana?" Ujar Hans panik
"Hans ada apa?" Ujar Kiara khwatir
"Penyakit Ayahmu kambuh lagi!!" Ujar Hans menjelaskan
"Pe.. Penyakit.. A.. Ayah?" Ujar Kiara kaget
"Iya, Ayahmu terserang penyakit jantung saat kau pergi meninggalkan dia dan sekarang kurasa kambuh lagi" Ujar Hans panik
"Apa aku boleh ikut bersama mu? Aku ingin menemui Ayahku!" Ujar Kiara khwatir dan panik
"Baiklah.. Ayo!"
~~
Aku memang anak durhaka.. Aku malah mementingkan kebahagian ku sendiri, sampai aku lupa gimana kabar ayah dan ibu.. Semoga mereka baik-baik saja..
"Ayo sudah sampai!"
"Kiara kamu kembali?" Ujar Ibu Kiara memeluk Kiara
"Ibu aku sangat rindu padamu" Ujar Kiara menangis
"Ibu juga nak" Ujar Ibu Kiara menepuk punggungnya
"Ibu.. Keadaan Ayah gimana?!" Ujar Kiara bertanya
"Ibu juga tidak tau.. Dokter masih memeriksanya"Ujar Ibu Kiara kesah
"Tenanglah Kiara, semua nya akan baik-baik saja!" Ujar Hans menenangkan Kiara
"Bagaimana bisa aku tenang? Ayahku koma diruangan itu, dan aku hanya duduk berdiam disini, aku memang anak tak tau diri, aku tidak bisa melakukan apapun, ma.. malahh aku yg membuat A.. ayah seperti ini" Ujar Kiara panik dan menangis
"Ini bukan salahmu, sudahlah jangan pikirkan itu, sekarang cara satu-satu nya yg bisa kita lakukan adalah berdoa dan serahkan kepada Tuhan" Ujar Hans memegang tangan Kiara dan menenangkan Kiara
30 menit kemudian
"Dokter?! Bagaimana kabar suami saya!" Ujar Ibu Kiara bertanya
"Pasien baik-baik saja.. Detak jantungnya sudah normal kembali! Dia hanya perlu beristirahat tapi,pasien tidak boleh merasa stres dan sedih.. Sepertinya dia merindukan seseorang tetapi orang itu tak berkunjung kembali dan dia merasa setres atas kesalahannya kepada orang tersebut!" Ujar Dokter menjelaskan
"Apakah saya bisa menemui ayah saya?" Ujar Kiara khwatir
"Bisa, tetapi hanya bisa satu orang dan memakai baju operasi yg sudah disiapkan oleh suster.. Jika ada apa-apa beritahu saya.. Saya permisi dulu!" Ujar Dokter menjelaskan
"Terimakasih dok"
~~
"A.. Ayah.. Kenapa ayah jadi begini.. Hikss maafkan Kiara ayah! Kiara berjanji akan pulang!" Ujar Kiara menangis
Ketika Kiara menagis.. Air mata Kiara jatuh ditangan Ayahnya dan Ayah Kiara pun terbangun
"A..apakah kamu Kiara?" Ujar Ayah Kiara terbangun dari koma
"Ha?Ayah sudah bangun! syukurlah..i..iya ayah ini anak mu!" Ujar Kiara senang
"Akhirnya kamu kembali Kiara.. Ayah sangat senang" Ujar Ayah Kiara tersenyum
"Eh ayah belum bisa bergerak.. Ayah istirahatlah" Ujar Kiara khwatir saat ayahnya bangun dari ranjang
"Apa kamu bisa menemani Ayah sebentar saja?" Ujar Ayah Kiara bertanya
"Nak, maafkan Ayah.. Sudah memaksa mu untuk melakukan sesuatu yg mestinya itu tidak harus ku lakukan.." Ujar Ayah Kiara minta maaf
"Ayah, tidak salah apa-apa.. Akulah yg salah.. Pergi meninggalkan kalian karena keegoisanku.." Ujar Kiara merasa bersalah
"Kiara.. Apa ayah bisa meminta satu permintaan saja darimu?" Ujar Ayah Kiara bertanya
"Tentu saja.. Apa yg ayah inginkan?" Ujar Kiara bertanya penasaran
"Apa kamu mau kembali bersama kami nak.. Ayah minta tolong kepadamu kembali lah nak.." Ujar Ayah kiara memohon
Kalau aku kembali? Bagaimana dengan kookie dan pekerjaanku
"Sepertinya aku tidak bisa Ayah.. Bagaimana jika aku mengunjungi kalian seminggu 2x?" Ujar Kiara bertanya
"Kenapa? Apa kamu benci dengan ayah dan ibu mu nak? Kenapa kamu tidak mau nak?" Ujar Ayah Kiara sedih
"Bu..Bukan begitu Ayah, aku tidak benci pada ayah dan ibu, hanya saja aku sudah bekerja ditempat lain dan ada seseorang yg sangat aku cintai!" Ujar Kiara menjelaskan
"Apakah pria itu Hans?" Ujar Ayah Kiara bertanya
"Tidak Ayah, aku mengenalkan dia padamu besok" Ujar Kiara senang
"Baiklah apapun mau mu nak!" Ujar Ayah Kiara tersenyum
~~
Ketika Kiara berjalan menuju perusahaan X
Tiba-tiba ada anak remaja menghalangi jalan Kiara
Kenapa anak remaja-remaja Ini menghalang jalanku dari tadi! Aku kekanan dia jalan kekanan, aku kekiri dia juga jalan kekiri! Maunya apa si!
"Ah, maaf saya mau lewat?" Ujar Kiara memohon dengan sopan
"Lewat? Lo mau menggoda kookie lagi kan! Lu pikir kami disini percaya kalau lu tu adk sepupunya,itu pasti lu ngancam kookie dan dia ga katakan yg sebenarnya!" Ujar remaja itu membentak
"Apa kamu ga punya kaca di rumah? Kamu tu ga pantas buat kookie!" Ujar remaja itu mengajak Kiara
"Dasar kecentilan" Ujar remaja itu menunduh
"Haha...Mendingan lemparin dia telur busuk biar sadar!" Ujar remaja itu tertawa jahat
"Iya cewe jalang seperti kau tu emg pantas dilempar telur busuk seperti dirimu" Ujar remaja itu melempar telur busuk
Saat telur busuk itu mengenai Kiara tiba-tiba Hans datang memeluk Kiara sehingga Kiara tidak kena
Kyaa!
Loh kenapa aku tidak kena?
"Hanss?" Ujar Kiara melihat ke atas
"Sepertinya kalian berurusan dengan orang yg salah!" Ujar Hans marah
Kalian ngapain disitu cepat tangkap dia dan bawa ke kantor polisi!
"Siap pak!" Ujar Suruhan Hans menjawab
"Loh? Kok jadi kami, cewe jalang itu yg salah!" Ujar remaja itu marah
"Sstt bodoh, kamu ngapain ngatain dia lagi.. Nnti kita masuk lobang neraka yg lebih parah lagi!" Ujar remaja itu mengajak remaja yg satu lagi karena merasa takut
"Maafkan kami, kasi kami kesempatan!" Ujar remaja itu memohon
"Tolong jangan bawa kekantor polisi. Nanti saya dimarahi orangtua saya!" Ujar remaja itu ketakutan
"Tidak usah banyak bicara, bicarakan saja nanti dikantor polisi! Cepat jalan!" Ujar boygruand Hans marah
"Apa kamu terluka?" Ujar Hans khwatir
"Ah tidak!...Kemeja mu yg mahal jadi kena telur busuk itu gara-gara aku!Maafkan aku sudah merepotkan mu!" Ujar Kiara merasa tidak enak
"Ah..tidak apa-apa, ini hanya kemeja, tidak ada benda yg lebih penting selain dirimu sekrang!" Ujar Hans khwatir
"Meskipun itu kemeja.. Pasti harganya sangat mahal" Ujar Kiara panik
"Haha tidak apa-apa.. Sebaiknya kamu masuk dan bekerjalah dengan baik!" Ujar Hans mengelus kepada Kiara
"Baikklah terimakasih sekali lagi... Maaf sudah merepotkanmu!" Ujar Kiara berbungkuk
"Hm.. Kiara! Apa sebaiknya aku antar kamu besok? Aku khawatir kalau kejadian ini terus berulang!" Ujar Hans menjelaskan khwatir
"Ah.. Tidak usah..itu bakal sangat merepotkan mu!" Ujar Kiara merasa tidak enak
"Tidak sama sekali, tolong terimalah anggap saja sebagai pembalasan terimakasih darimu!" Ujar Hans memohon
"Baikklah.. Yasudah aku masuk dulu terimakasih!" Ujar Kiara tersenyum
"Aku memang cowok ga berguna.. Aku tidak bisa melindungi orang yg ku sayang malah aku yg membuatnya dalam keadaan bahaya!" Ujar Kookie yg mengintip Kiara dan Hans lewat tembok dan melihat kejadian Hans yg menolong Kiara
Sampai jumpa minggu depan
maaf telat update✨💞