My Beautiful Wife

My Beautiful Wife
gaun pengantin



pagi hari di kediaman Suhardjo semua orang sibuk menikmati sarapannya tanpa bersuara hanya ada suara benturan sendok dan piring saja.


setelah menyelesaikan sarapan paginya Aisyah kembali ke kamarnya untuk membersihan diri. setelah selesai aisyah turun ke bawah menuju taman dan di sana sudah ada orang tuanya yang sedang bersantai sambil menghirup udar segar pagi hari. jadi hari ini tu hari Minggu jd aisyah maupun papa Rudi libur.


"ma pa" panggil Aisyah sambil berjalan menuju orang tuanya


"Sini nak ada yang mau kita omongin" sahut papa Aisyah


"ada apa pa?" tanya aisyah setelah mendudukkan bokongnya di kursi


"hari ini kalian ke butik buat milih gaun untuk acara pernikahan kalin" ucap papa Rudi


"kalian? maksud papa aku sama cowo nyebelin itu?" tanya Aisyah dengan mata melotot


"apa apaan kamu ini dia itu calon suamimu" ucap papa Rudi tegas


"Sudahlah nak turuti saja kata papamu" ucap mama Rani sambil tersenyum melihat ekspresi anak perempuannya


"udah sekarang kamu siap siap sebentar lagi Alvaro jemput kamu" ucap papa Rudi


"tapi pa...." ucap Aisyah terpotong oleh papanya


"tidak ada tapi tapian cepat siap siap sekarang atau kau akan telat" ucap papa Rudi tegas


aisyah langsung berdiri Jan berjalan menuju kamarnya dengan bibirnya yang mengerucut dan menghentak hentakkan kakinya.


sedangkan orangtuanya yg melihat pun hanya geleng gelang kepala melihat kelakuan putrinya..


***


di kediaman Aditama terlihat pemuda tampan yang sedang berolahraga kringat bercucuran memenuhi tubuhnya yang terlihat semakin menggoda.


"Alvaro Al Alvaro" triak bunda sambil berjalan mencari putra semata wayangnya


"ada apa ma alvaro di ruang olahraga" sahut Alvaro ketika mendengar triakan mamanya


"Al buruan bersiap hari ini kmu akan mengantar calon mantu bunda pilih gaun pengantin" ucap bunda Sulis ketika memasuki ruang olahraga


"kenapa harus aku sih bun?" ucap Alvaro sambil mengambil handuk guna mengelap kringet yang bercucuran di tubuhnya


"terus siapa lagi Al klo bukan kamu" ucap bunda sambil menatap tajam putranya


" iyaaa iyaa Al siap siap dulu" ucap Alvaro lalu kluar menuju kamarnya


beberapa jam kemudian Alvaro telah sampai ke kediaman Suhardjo ia langsng memarkirkan mobilnya lalu mengetuk pintu


tok.. tok.. tok


"iya den ada yang bisa bibi bantu?" ucap pembatu yang membukakan pintu


"saya ingin bertemu dengan Aisyah" ucap Alvaro


"mari den duduk dulu bibi panggilin non Aisyah " ucap bibi sambil membimbing Alvaro untuk duduk di ruang tamu


Alvaro hanya mengangguk dan duduk di sofa yang di arahkan bibi pembatu Aisyah.


"loh nak varo udh Dateng to udh lama datengnya?" ucap mama Rani ketika melihat Alvaro duduk di sofa ruang tamu


"eh iya Tan blm lama kok" ucap Alvaro lalu berdiri dan mencium tangan mama Rani


"eh iya duduk dulu nak mungkin Aisyah nya lagi siap siap" ucap mama Rani


aisyah menuruni tangga dengan malas melihat mamanya dan Alvaro mengobrol akrab, ia pun mendengus kesal


lihatlah di depan mama dia begitu manis. batin Aisyah


"eh itu Aisyah" ucap mama Rani ketika melihat putrinya sudah turun


Aisya langsng menuju sang mama yang lg duduk bersama Alvaro


"ma Aisyah pamit dulu ya" pamit Aisyah tanpa puduli dengan Alvaro lalu mencium tangan mamanya lalu pergi kluar rumah


"iya Tan Alvaro juga pamit dulu" ucap Alvaro lalu mencium tangan mama Rani menyusul Aisyah yang sudah kluar duluan


mama Rani yang melihat pun hanya geleng geleng kepala sambil tersenyum


semoga kalian memeang di takdirkan bersama. batin mama Rani lalu beranjak menuju kamar.


***


ketika sudah sampai ke butik keduanya langsung turun dan masuk ke butik.


"selamat pagi tuan" ucap pegawai butik menyambut mereka berdua


"hmm.. tunjukan semua gaun pengantin terbagus di sini" ucap Alvaro dingin


"baik tuan mari saya antar" ucap pegawai


Alvaro dan Aisyah berjalan di belakang pegawai butik, mereka sampai di ruangan yang isinya banyak gaun gaun pengantin mewah dengan harga selangit.


"silahkan tuan di pilih pilih dulu" ucap pegawai butik


Alvaro dan Aisyah masuk ke ruangan lalu memilih dan mencobanya


Aisyah kluar dengan gaun yang di cobanya


"bagaimana?". tanya Aisyah kepada lavaro


Alvaro menengok sebentar lalu fokus dengan ponsel yang di tangannya


"jelek" jawab Alvaro cuek


lalu aisyah mengganti gaunnya yang ke dua


"ini?" ucap Aisyah


"terlalu simpel" ucap Alvaro


Aisyah sudah bolak balik mencoba gaun namun Alvaro tidak menyetujuinya ia sllau berkata jelek, terlalu simpel, dan lain lain tinggal satu gaun lagi yang blm di coba semoga Alvaro menyetujuinya.


huuh awas aja sampai dia bilang ini jelek. grutu Aisyah dalam hati


Aisyah kluar dan meminta persetujuan dari Alvaro. Alvaro melihat Aisyah dari atas sampai bawah.


"tidak buruk" ucap Alvaro cuek


"lalu?" tanya Aisyah bingung


"lalu apa nya? cepat ganti pakaianmu aku lapar" ucap Alvaro. dengan muka dingin nya


"mbak ini saya ambil ini yang itu saja" ucap Alvaro sambil menunjuk baju yang di pakai aisyah


lalu aisyah mengganti pakainya, sebenarnya ia juga merasa lapar karna ini memang sudah masuk makan siang.


setelah dari butik keduanya pun menuju lestoran, mobil pun kembali hening tidak ada suara hingga samapailah ke tujuan.


"silahkan mau pesen apa?" ucap pelayan restoran


setelah memilih makanan, tak menunggu lama makanan pun datang, keduanya kembali tak bersuara meja terasa hening hanya ada suara benturan sendok di piring.


"kenapa Lo mau Nerima perjodohan ini?" ucap Aisyah membuka suara memecah keheningan


"karna menolak pun percuma" jawab Alvaro


"ohya jangan harap setelah menikah nanti Lo bisa nyentuh gue seenaknya" ucap Aisyah menatap Alvaro tajam


Alvaro hanya mengangguk mengiyakan Aisyah. Aisyah yang merasa kesal dengan jawaban alvaro pun lngsng mengerucutkan bibirnya.


"ayo pulang" ucap Alvaro langsng berdiri dri kursinya


Aisya hanya diam dan mengikuti Alvaro di blakanya. sambil menghentakkan kakinya karna kesal.


Alvaro meljukan mobil nya dengan santai sambil vokus ke jalanan. setelah sampai ke rumah Aisyah Alvaro langsung memarkirnya mobilnya


"aku tak bisa mampir salam ke om dan Tante" ucap Alvaro


"hmm" jawab aisyah lalu kluar dri mobil


Aisyah berjalan dengan malas menuju kamarnya, ketika melewati ruang tv mama Rani langsung angkat suara


"baru pulang nak?"ucap mama Rani ketika melihat Aisyah memasuki rumah


"iya ma" jawab aisyah


setelah masuk kamar Aisyah lalu membaringkan tubuhnya di kasur dan ia tertidur karna kelelahan memilih gaun.