
sinar matahari sudah terlihat sangat jarang menunjukan kalau hari sudah mulai sore ,jesicha merasa sangat lelah karena ia harus menyelesaikan baju custamer nya hari ini juga ,lantaran besok harus nya sudah di ambil oleh sang pemilik , setelah selesai ia pun kembali ke ruang kerjanya untuk menikmati kopi yang barusan saja ia pesan , ia pun teringat kembali dengan apa yang papa nya ucapkan tadi pagi .
hufffff akhir-akhir ini yang di pikirin cuma masalah pernikahan aja ,gumam jesicha
ia pun menjadi sedih lagi ,tapi buatnya mungkin ini sudah takdir semesta untuk kehidupan nya .ia pun berusaha untuk tidak mengeluh lagi ,ia akan berusaha menjadi istri yang baik untuk suaminya nanti meskipun ia belum mencintainya .
ia tidak percaya sebentar lagi akan menikah ,jesicha pun kepikiran untuk membuat gaun pernikahan sendiri saja,jesicha memutuskan untuk mengirim pesan pada calon suaminya itu kalau ia akan membuat gaun pengantin nya sendiri .
nick pun membalas pesan calon istrinya itu dan nick pun menyetujuinya ,nick juga meminta kalau hari rabu nanti ia akan mengajak jesicha untuk melihat -lihat hotel yang akan menjadi tempat pesta pernikahanya ,jesicha pun mengiyakan nya .
Jesicha pun berpamitan pada kariawanya untuk pulang terlebih dulu ,jesicha pun kembali kerumah nya.
Sesampainya di rumah ia melihat papa dan mama nya sedang berada di ruang tamu .
Loh papa tumben udah pulang?tanya jesicha pada papa nya itu
Iya papa tadi ketemu sama om gio ,jawab papa redy pada anaknya
Jesicha pun mendarat kan tubuh nya di sofa di mana ,mama dan papa nya duduk
Jesicha pun hanya terdiam ,ia tidak tau lagi harus berbuat apa selain mengikuti apa yang papa nya bilang ,
Papa redy pun bilang lagi pada anaknya bahwa lamaranya akan di selaenggarakan 2 minggu lagi ,jesicha pun menyetujuinya ,untuk urusan baju lamaran,nanti akan di urus oleh mama irene jesicha tingal fiting saja ,tadinya calon mertuanya ingin jesicha yang mendisain baju lamaran anaknya dan juga calon mantunya itu ,namun waktunya tidak akan cukup .
Mama marissa terlihat belum yakin dengan jawaban anaknya itu ,ia pun bertanya pada anaknya apakah ia bener-bener tidak terpaksa menikah dengan nick ,jesicha pun menjawab pertanyaaan mama nya itu kalau ia tidak terpaksa, ia meyakinkan mamanya lagi kalau jesicha sudah mulai mencintai nick ,jesicha pun bilang pada mamanya kalau mama nya tidak perlu khawatir tentang pernikahan nya menurut nya ia sudah cukup dewasa.
Jesicha pun berpamitan pada mama dan juga papa nya kalau ia akan ke kamarnya ,papanya pun mengiyakan nya .
Jesicha sampailah di kamarnya ia akhir-akhir ini pun sering sekali terlihat murung ,kaka ipar nya yang tidak sengaja melihat adik iparnya melamun ,ia pun mengetuk pintu kamar adik iparnya itu yang masih terbuka .
Jesicha pun mempersilahkan kaka ipar nya itu untuk masuk .ia pun menanyakan adik iparnya itu .kenapa adiknya terlihat sedih ,jesicha pun bercerita pada kaka iparnya itu menurut jesicha kaka ipar nya sudah seperti kaka kandungnya sendiri kalau ada masalah ia selalu bercerita pada kaka ipar nya itu ,jesicha sebetulnya masih ragu dengan pernikahan nya namun ia juga tidak ingin membuat papanya kecewa,dan juga calon mertuanya yang sangat baik pada keluarganya ,menurut jesicha tidak ada cara lain untuk balas budi kepada calon mertuanya itu, selain menikah dengan anaknya,kalau mau balas dengan uang pun mereka juga lebih kaya dari keluarganya .
Kaka iparnya nya juga menjadi tidak tau harus bicara apa ,ia pun nenangkan jesicha ,ia juga bilang pada jesicha kalapaun sekarang kalian belum saling mencintai tapi ia yakin sewatu saat nanti kalian akan slaing mencintai dan bisa hidup bahagi karena bersama .
Elvina pun menyuruh jesicha untuk bersih" dahulu agar ia terlihat tidak lesu dan segera makan agar ia menjadi semangat lagi ,jesicha pun mengiyakan nya ,elvina pun berpamitan untuk keluar dari kamar adik iparnya itu .