
Tidak terasa besok adalah lamaran nick dan juga jesicha ,acaranya di adakan di rumah jesicha sesuai dengan keinginan jesicha
rumah jesicha hari ini sudah terlihat berbeda lantaran hiasan-hiasan bunga dan pernak prenik lainya sudah menghiasi rumah nya yang akan di jadikan untuk acara lamarannya tempat nya berada di lantai satu .
jesicha menatap nanar bunga-bunga yang ada di sana yang terlihat indah nan wangi ,jesicha mengingat pada waktu itu ia mendambakan untuk di lamar oleh laki-laki yang ia cintai dengan dekor yang sangat cantik seperti ini .
semuanya memang hanya mimpi laki-laki yang ia cintai meninggalkan nya begitu saja ,kadang hidup memang tidak melulu dengan keinginan kita ,mungkin ini sudah jalananya ia harus menikah dengan orang yang tidak ia cintai .
Jess kamu oke? Tanya elvina kaka iparnya
Jesicha pun tersenyum pada elvina jesicha bilang pada kaka iparnya itu kalau ia baik-baik saja .
Elvina tau adik ipar nya tidak mencintai calon suaminya ,elvina sering sekali melihat jesicha termenung padahal jesicha orang yang sangat ceria,namun sekarang jesicha jadi lebih tertutup padanya dan juga orang sekitarnya.
elvina pun berpamitan untuk pergi melihat-lihat lagi dekor yang belum sempurna itu namun sudah terlihat sangat menawan baginya.
Jesicha melanjutkan lamunan nya itu ia masih belum percaya eiden si mantan kekasih nya setega itu meninggal kan nya, padahal dulu saat jesicha di duakan oleh mantan pacar nya yang pertama ,eiden lah orang yang membuatnya percaya lagi kalau masih ada laki-laki yang baik di dunia ini saat dirinya benar-benar sangat terpukul dengan kejadian pada waktu itu lantaran cinta pertamanya menghianatinya padahal jesicha dan mantan pertamanya sudah menjalin hubungan saat jesicha masih di bangku sekolah menengah atas dua dan sampai ia berkuliah, menurut jesicha mengapa tuhan menghadirkan laki-laki di hidup nya tidak ada yang beres.
Dan sekarang ia malah akan manikah dengan orang yang menyebalkan seperti nick rasanya ia ingin sekali menghilang dari muka bumi ini jesicha tidak bisa membayangkan hari-hari nya saat hidup bersama nick dan juga berbagi tempat tidur dengan nya ,tiba-tiba jesicha mengeridik sendiri membayangkan semua itu .
jesssss!!!!!!
shindy seperti biasa ia adalah orang yang sangat rame shindy langsung melontarkan banyak pertanyaan kepada jesicha dengan gaya cerewet nya ,shindy sekarang benar" percaya kalau jesicha akan menikah lantaran ia sudah melihat langsung bunga-bunga yang sudah terpasang di rumah jesicha sebelum nya ia masih belum percaya lantaran menurut nya mereka rasanya barulah lulus sekolah menengah atas kemaren kenapa malah jesicha sudah mau menikah saja .
Bella dan colory pun di buat geleng-gelng kepala oleh tingkah shindy yang sangat berisik itu menurut bella, shindy dulu dan sekarang memang gak ada bedanya sama" masih berisik dan rame itu lah yang membuat mereka kompak karena mereka mempunyai karakter masing-masing yang bisa saling melengkapi
Jesicha pun lanjut mengobrol dengan ketiga sahabat nya itu ,menurut jesicha ia sangat lah beruntung lantaran memiliki sahabat seperti mereka.
bella mengatakan pada shindy dan colory kalau mereka tidak usah penasaran lagi dengan calon suami jesicha karena mereka sudah pernah melihat nya .
Shindy dan colory pun kaget karena mereka merasa belum pernah di kenal kan oleh jesicha
Bella pun menjelaskan lagi kalau yang pada waktu itu di caffe shop ,cowok dengan baju hitam yang di idolakan shindy adalah calon suami jesicha .
Shindy merasa malu dan mengapa pada waktu itu jesicha diam saja .
shindy pun mengupat pada jesicha mengapa ia tidak bilang pada waktu itu,shindy juga mengatakan pada jesicha kalau dirinya di jodoh kan dengan orang setampan itu mana mungkin ia menolak ,malah mengapa jesicha sangat terlihat sangat terpaksa .
Jesicha pun menjawab pertanyaan shindy kalau nick cuma tampan dan kaya saja kalau yang lainya nick sangat lah payah.
Mereka pun melanjutkan obrolannya.