Music Box & Dancing Doll (SHINee Taemin - Minho)

Music Box & Dancing Doll (SHINee Taemin - Minho)
Music Box



"Terimakasih, Minho oppa." Jawab IU tanpa sadar membuat Taemin seketika berbalik kearahnya


"Minho Oppa? Kalian berdua? Apa kalian sudah saling mengenal?!" Tanya Taemin curiga.


Baik IU maupun Minho sama-sama terpaku di tempatnya.


Ini benar-benar diluar dugaan mereka


"Bu--bukankah waktu pulang sekolah kau pernah menyebutkan namanya?" Ucap IU ragu membuat Taemin berpikir sesaat.


Ia ingat memang sempat menyebut nama Minho saat pulang sekolah kemarin.


"Tapi kenapa kau memanggilnya oppa?! Seolah kalian begitu akrab." Tanya Taemin lagi.


"Itu karna dia tau aku adalah Hyung-mu, Taemin~ah!" Kali ini giliran Minho yang bicara.


"Lagipula aku juga tidak keberatan jika ia memanggilku seperti itu..walaupun aku baru mengenalnya beberapa hari. Sudahlah, tidak usah membawa serius masalh seperti ini." Tutur Minho seraya menatap IU yang tampak begitu khawatir.


"Dan kau, IU~si, mulai sekarang jangan hanya memanggilku seorang dengan panggilan oppa. Kau tau kan, Taemin itu 2 tahun lebih tua darimu. Jadi sudah seharusnya kau juga memanggilnya dengan sebutan Oppa."


IU menatapnya terkejut, begitupun dengan Taemin.


"Apa?!"


Minho mengangguk mantap.


"Benar! Mulai sekarang panggil saja Taemin dengan sebutan oppa. Lagipula aku yakin dia juga tidak akan marah. Tidak ada salahnya kan jika seseorang gadis memanggil pria yang lebih tua darinya dengan Oppa?" Tutur Minho seraya menatap kearah Taemin.


"Bagaimana, Taemin~ah..?"


Taemin menghembuskan nafasnya pelan. "Terserah kalian saja."Jawabnya singkat lalu memandang kearah lain. Sedangkan Minho dan IU saling bertukar pandang sekilas kemudian sama-sama tersenyum kecil.


"Oh iya! Bukankah waktunya sudah berakhir?!" Pekik IU tiba-tiba saat melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 4 sore. "Kalau sudah selesai..aku duluan. Karna aku harus segera pergi ke suatu tempat."


"Aku juga sudah mau kembali ke kampus..bagaimana kalau kuantar sekalian?" Tawar Minho membuat IU menatapnya


"Nde?! Ah~tidak usah, oppa.."


"Gwencanayo, apa tempatnya jauh dari sini..?" Tanya Minho lagi bepura-pura. Sejujurnya pemuda itu tau kalau IU pasti akan pergi ke mini market tempatnya bekerja.


"Sebenarnya tidak juga." Jawab IU ragu


"Baguslah! Kalau begitu ayo!!" Kata Minho lalu menarik tangan IU pergi dari sana.


Disisi lain Taemin yang menyaksikan itu hanya dapat diam di tempatnya tanpa mengatakan apapun. Jujur saja ia merasa ada yang aneh diantara kedua orang itu. Apalagi melihat Minho yang bersikap tidak seperti biasanya pada seorang gadis.


Sebenarnya ada apa dengan mereka berdua?


♥♥♥


Hari ini adalah sabtu. Hari dimana sepulang sekolah Iu biasanya pergi ke ruang seni untuk latihan bernyanyi. Gadis itu memang sengaja ikut ekstrakurikuler seni. Itu karna ia sudah menyukai bernyanyi sejak masih kecil.


Latihan baru saja selesai, dan gadis itu pun sudah bersiap-siap untuk pulang ke rumah. Sampai langkahnya terhenti saat melewati ruang dance. Bukankah hari ini hanya ada jadwal untuk klub vokal? Tapi kenapa ada orang didalam sana?


Rasa penasaran IU membuatnya memberanikan diri mengintip di balik pintu yang sedikit terbuka itu. Matanya membulat saat menemukan sosok yang dikenalnya berada didalam sana. Orang yang tidak lain adalah Taemin, dan pemuda itu sedang latihan sendirian di depan cermin besar yang hampir memenuhi ruangan tersebut.


IU memandang takjub kearah Taemin. Ternyata pemuda itu masih sama seperti dulu. Ia tau kalau sejak kecil Taemin memang sangat suka menari, bahkan dulu Taemin sempat memperlihatkannya secara langsung. Dan menurutnya, untuk anak yang masih berumur 12 tahun hal itu sudah terlihat hebat.


Mata IU terbelalak kaget saat melihat Taemin yang tiba-tiba saja kehilangan keseimbangan dan akhirnya jatuh terduduk di lantai. Melihat itu IU langsung berlari menghampirinya.


"Oppa! Apa kau baik-baik saja?!" Tanya IU yang tampak begitu khawatir.


Taemin menatapnya terkejut. "Yaa~apa yang kau lakukan ditempat ini? Kenapa kau bisa ada disini?! Akkh~" Pekik Taemin seraya memegangi pergelangan kaki kanannya yang tadi sempat terkilir


"Itu tidak penting sekarang! Apa begitu sakit?!" Tanya IU semakin khawatir


"Gwencana. Hanya terkilir sedikit."


Mendadak IU memegang pergelangan kaki Taemin kemudian mulai mengurutnya perlahan." Yaa~apa yang kau lakukan?!" Tanya Taemin sedikit terkejut


"Diamlah oppa..ini akan membuatmu merasa lebih baik. Percayalah padaku!" Tutur IU membuat Taemin akhirnya mengalah.


Taemin memandangi IU yang sedang sibuk mengurut pergelangannya. Gadis itu sama sekali tidak sadar kalau saat ini Taemin sedang mengamatinya. Saat IU tengah melakukan pekerjaannya, Taemin memandangi IU yang mengurut pergelangannya. Entah kenapa ia sama sekali tidak merasa sakit di kakinya selama diurut oleh gadis itu.


Detik berikutnya mata Taemin mendadak membulat saat menyadari sesuatu. Cara mengurut yang dilakukan oleh IU saat ini seketika mengingatkannya pada seseorang.


"Jieun~ah.."


Ucapan Taemin membuat IU seketika menghentikan kegiatannya. Detakan jantungnya mendadak seolah terhenti beberapa detik dan nafasnya sesak. Berharap apa yang didengarnya barusan adalah salah.


"Ka..kau memanggilku..siapa?" Tanyanya terbata


Taemin tidak menjawab membuat keduanya sama-sama terdiam.


"Mian..bukan apa-apa." Ucap Taemin akhirnya.


Jantung IU serasa mencelos mendengar jawaban Taemin. Padahal ia sempat berpikir kalau Taemin akan mengenalinya, tapi ternyata dugaannya salah.


"Aah~mi..mianhae. Aku harus pergi sekarang. Aku akan memanggilkan beberapa orang di klub agar datang kesini." Ujar IU lalu berjalan keluar ruangan meninggalkan Taemin yang menatapnya datar.


Setelah merasa cukup jauh dari sana, IU menghentikan langkahnya. Gadis itu menyandarkan tubuhnya di dinding. Saat itulah air mata kembali menetes membasahi pipinya.


"Apa yang kau pikirkan, Jieun~ah?! Dia tidak mungkin mengingatmu."


♥+♥=♥


Taemin berjalan-jalan menelusuri pinggiran kota Seoul yang tampak mendung. Pemuda itu berniat membeli beberapa makanan ringan di Mini market terdekat. Namun baru saja ia melangkahkan kakinya masuk kedalam toko, seseorang yang dikenalnya sudah menyapanya lebih dulu.


IU nampak terkejut melihat kedatangan Taemin disana. Ini pertama kalinya ia bertemu dengan pemuda itu di Mini market.


"Se..selamat datang!" Sapa IU seraya tersenyum membuat Taemin terperangah sesaat lalu akhirnya ikut tersenyum kecil kemudian mulai berbelanja.


Setelah mengumpulkan semua barang-barang yang dibutuhkannya, ia pun berjalan menuju kasir dimana IU sudah berdiri menunggunya. Saat sampai disana, gadis itu pun langsung menghitung barang-barang yang dibelinya.


"Kau..kerja disini?" Tanya Taemin


"Seperti yang kau lihat.." Jawab IU singkat seraya menghitung belanjaan pemuda itu


"Setiap hari?" Tanya Taemin lagi. Kali ini dijawab anggukan oleh gadis itu. "Bagaimana dengan sekolah?"


IU menghela nafasnya pelan. "Aku melakukannya setelah pulang sekolah. Kalau soal les, kau tidak usah khawatir. Aku sudah meminta izin agar aku bisa datang sore setelah mengikuti les denganmu." Ujar IU lalu memberikan belanjaan Taemin yang sudah dimasukkan dalam plastik.


♥+♥=♥


Hujan masih juga tidak berhenti, padahal sudah berlangsung hampir satu jam lamanya. Hari ini Taemin lagi-lagi terpaksa naik bus pulang ke rumah, entah kenapa sejak tadi hp Minho tidak aktif. Itulah sebabnya ia lebih memilih pulang sendiri. Hari ini juga adalah hari dimana Taemin akan mengajar les untuk IU.


Sudah seminggu sejak mereka mengadakan kegiatan tersebut. Ia dan gadis itu kini berjalan bersama memasuki perumahan hingga akhirnya berpisah di depan rumah mereka masing-masing.


Taemin baru saja berniat membuka pintu mendadak membulatkan matanya saat menyadari sesuatu. Ia baru ingat tidak membawa kunci rumah, itu karna ia sama sekali tidak menyangka kalau hari ini akan pulang sendirian.


Disisi lain IU yang sudah berada di dalam rumah dan berniat menutup pintu mendadak terhenti saat melihat Taemin yang duduk di teras depan rumahnya sendiri. Ia pun kembali keluar dan memandang kearah Taemin yang juga sebaliknya melihat kearahnya.


"Aku lupa membawa kunci rumah." Seru Taemin seolah tau kalau gadis itu akan segera bertanya.


"Kalau begitu, disini saja!" Sahut IU membuat Taemin menatapnya heran. "Bukankah hari ini ada Les? Bagaimana kalau kali ini dirumahku saja?!"


Taemin terlihat berpikir sejenak, tak lama kemudian ia pun akhirnya bangkit dari tempatnya lalu berjalan menuju rumah gadis itu.


Saat Taemin memasuki rumah itu, suasana sepi langsung terasa. Ia selalu merasa selama ini rumahnya adalah rumah paling sepi di kompleks ini tapi ternyata masih ada rumah yang terasa lebih sunyi darinya.


"Mianhae..aku hanya punya ini. Kau bisa menggunakannya untuk sementara sebagai pengganti seragammu yang basah." Kata IU seraya memberikan sebuah jaket berwarna merah pada Taemin. Jujur saja tadinya ia tidak berniat memberikannya karna itu adalah jaket yang bergitu berharga baginya.


Jaket yang tidak lain adalah milik pemuda yang pernah menolongnya. Tapi melihat seragam Taemin yang basah kuyup membuatnya khawatir jika pemuda itu akan merasa kedinginan kemudian terkena flu.


Taemin menatap jaket itu dengan seksama, kemudian membelalakkan matanya.


"Oh? Ini kan jaket milik Minho hyung yang..."


"Minho oppa?!" Sela IU membuat kalimat Taemin terhenti. "Apa kau yakin?!" Tanya IU lagi, kali ini terlihat begitu antusias. Taemin sendiri mengangguk pelan.


Melihat itu IU tiba-tiba saja tersenyum senang. "Benarkah?! Jadi ternyata yang menolongku malam itu adalah Minho oppa! Aku benar-benar tidak menyangka!"


"Mw..mworago?! Jadi gadis yang diganggu oleh ahjussi itu adalah...kau?" Ucap Taemin seolah tak percaya


IU menatapnya heran. "Darimana kau tau kalau aku diganggu oleh seorang ahjussi?!"


Taemin tampak sedikit terkejut mendengar pertanyaan gadis itu. "Te..tentu saja aku tau! Minho hyung pernah menceritakannya padaku.." Ucapnya sedikit terbata. IU yang mendengar itu kembali tersenyum sendiri seraya memeluk erat jaket ditangannya. "Kelihatannya kau bahagia sekali.."


IU memandangnya seraya tersenyum.


"Tentu saja! Selama ini aku terus merasa penasaran siapa yang menolongku pada malam itu. Aku sudah berhutang budi padanya, karna dia telah menyelamatkan hidupku. Itu sebabnya aku senang sekali saat tau kalau ternyata Minho oppa-lah yang menyelamatkanku malam itu. Aku harus berterima kasih padanya nanti!"


Taemin tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya memandangi IU yang sejak tadi begitu senang memeluk jaket merah ditangannya.


"Oh?! Mianhae..aku lupa kalau tadinya ingin memberikan ini padamu. Ini pakailah.." Ucap IU saat menyadari apa yang dilakukannya. Ia pun menyodorkan jaket itu pada Taemin.


"Tidak usah." Tolak pemuda itu seraya menepis pelan tangan IU. "Bukankah jaket itu sangat berharga bagimu? Kalau begitu simpan saja! Lagipula aku masih punya kaos dibalik seragamku." Tuturnya. "Sekarang, ambil saja buku pelajaranmu. Kita mulai les-nya.."


IU menatap Taemin heran.


Apa mungkin pemuda itu marah karna tau orang yang menolongnya malam itu adalah Minho? Tapi untuk apa dia marah? Lagipula ini tidak ada hubungannya dengan pemuda itu.


Akhirnya IU pun kembali dengan membawa beberapa buku ditangannya. Keduanya pun memulai proses belajar mereka. Seperti biasa Taemin selalu menyuruh gadis itu untuk membaca beberapa teks dalam bahasa inggris, dan saat ini IU sudah menunjukkan sedikit kemajuannya. Setelah itu ia pun menyuruh gadis itu untuk mengerjakan beberapa soal, dan sambil menunggu ia pun mendengarkan musik seperti biasa dari Ipod miliknya. Setelah beberapa lama mendengarkan music namun belum juga ada tanda-tanda selesai dari IU, ia pun merasa ada yang aneh.


Tepat saat pemuda itu berbalik ia mendapati IU yang kini jatuh tertidur diatas meja.


"Aiish! Gadis ini benar-benar.." Taemin yang baru saja berniat membangunkan IU  mendadak mengurungkan niatnya. Gadis itu sepertinya benar-benar sedang tertidur pulas saat ini. Taemin teringat akan pekerjaan yang dilakukan oleh IU setiap hari. Ia sadar, gadis itu pasti kelelahan karna harus bekerja setiap hari setelah pulang sekolah.


Selama beberapa saat Taemin terus mengamati wajah IU yang sedang tertidur. Semakin lama melihatnya membuat pemuda itu semakin yakin kalau gadis itu mirip dengan seseorang yang dikenalnya. Taemin yang baru saja menyadari apa yang dilakukannya, seketika menepis pemikirannya. Itu pasti bukan dia.


Taemin memandangi gadis itu sesaat, detik berikutnya ia akhirnya mengangkat tubuh IU. Pemuda itu berniat membawa IU kedalam kamarnya. Tidak sulit menemukan kamar gadis itu karna di depan pintu terdapat sebuah gantungan bertuliskan 'I and U' membuat Taemin seketika mengambil inisiatif bahwa itu adalah kamarnya.


Dan sepertinya tebakannya benar, saat masuk kedalam nampak sebuah foto IU yang berukuran cukup besar di dinding. Ia pun bergegas membaringkan tubuh IU diatas tempat tidur.


IU tampak menggeliat diatas tempat tidurnya membuat Taemin tersenyum kecil menyaksikan hal itu. Mungkin lebih baik les hari ini dihentikan sampai disini dulu, ia tidak ingin menganggu istirahat gadis itu. Taemin baru saja berniat keluar dari kamar sampai mendadak teringat sesuatu. Akan lebih baik jika ia menulis sebuah pesan untuk gadis itu agar saat ia bangun tidak akan merasa bersalah seperti biasanya.


Taemin pun baru saja berniat mencari kertas namun mendadak terpaku di tempatnya saat melihat benda yang terpajang di atas meja. Sebuah benda yang sudah bertahun-tahun lamanya tidak pernah ia lihat. Benda yang memiliki arti begitu besar baginya.


Benda yang dulunya ia berikan pada seseorang yang begitu berarti baginya. Benda yang tidak lain adalah Kotak musik piano yang dulu ia berikan pada Ahra.


Dengan tangan sedikit gemetar Taemin mengambil kotak musik tersebut.


Ia sama sekali tidak pernah menyangka akan melihat benda itu lagi.


Tapi kenapa? Kenapa benda itu ada disini?


Mata Taemin mendadak terarah pada sebuah buku kecil yang terdapat di dekat tempat ia menemukan kotak musik tersebut. Terdapat beberapa tulisan dalam buku tersebut. Taemin pun mengambilnya kemudian mulai membacanya.


Apa yang harus kulakukan?


Kau menyuruhku untuk memberitahukan segalanya padanya,


Maafkan aku, Ahra eonni...


Aku terpaksa merahasiakan keadaanmu sebenarnya


Aku akan menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya.


Karna aku takut...


Takut jika itu akan melukai hatinya,


Karna aku mencintainya


Aku mencintai, Taemin oppa.


                                                                        -Jieun


Jantung Taemin serasa mencelos keluar membaca isi lembaran tersebut. Ia sama sekali tidak menyangka semua ini.


Semuanya seolah terjadi begitu cepat, sehingga membuatnya sulit memahami dengan baik. Jadi rupanya selama ini ia sudah bertemu dengan salah satu orang yang dicari-carinya.


"Jadi selama ini...?" Ucapnya pelan


"Oppa..." Ucapan seseorang menyadarkan Taemin


Nampak IU yang kini seolah ikut terpaku melihat kearahnya saat ini


Taemin berbalik kearah gadis itu


"Lee--Jieun?"