
Di dalam mobil So Eun terus menekuk wajahnya. Aish ia benar-benar ingin menonjok wajah tampan Kim Bum tapi ia terlalu kasihan pada wajah Kim Bum bagaimana jika menjadi jelek. Ia tidak mau memiliki suami jelek!!
So Eun langsung memukul kepalanya pelan, "apa aku baru saja menginginkannya?" Gumam So Eun tak percaya.
"Kau menginginkan apa?" Tanya Kim Bum yang ternyata mendengar ucapan So Eun.
"Nde? Aniyo. Jangan hiraukan aku" ujar So Eun, ia memukul mulutnya pelan dan memalingkan wajahnya ke samping untuk menatap jalanan Seoul yang ramai di padati warga yang ingin beraktifitas.
"Arrayeo. Sudah sampai" ujar Kim Bum yang menatap bangunan yang berada didepannya dengan sedikit menundukkan kepalanya.
"Apa ini cara agar aku segera menyukai Mr Kim?" Tanya So Eun, ia sedikit memiringkan tubuhnya agar menghadap kearah Kim Bum yang duduk di pengemudi.
Kim Bum menoleh kearah So Eun, "iya. Jadi jawabanmu apa?" Tanya Kim Bum yang menatap So Eun yang menunjukkan wajah terkejut.
"Eh? Itu..., aku.,"
Kim Bum tersenyum kecil, "tidak usah dijawab. Aku sudah tahu jawabannya dengan melihat matamu. Hmm, sepertinya kedua sahabat mu tidak sabar menunggumu turun dari mobil ini" ujar Kim Bum yang melihat beberapa meter dari mobilnya terparkir terdapat 2 gadis yang menatap mobilnya intens.
"Eh?" So Eun langsung menoleh kebelakang dan benar saja kedua sahabatnya itu menatap mobil Kim Bum, "aish mereka itu" gumam So Eun.
"Sudah, sana keluar. Oh iya aku sibuk jadi tidak bisa menjemputmu karena itu..,"
"Ara, terimakasih tumpangannya" sela So Eun, ia langsung keluar dari mobil dengan wajah yang ditekuk.
"Dasar. bahkan aku belum selesai bicara dia sudah marah. Aku kan akan menggantinya dengan jalan-jalan nanti malam, gadis kecil itu benar-benar" Kim Bum menggelengkan kepalanya pelan, ia langsung melajukan mobilnya meninggalkan universitas tersebut.
"Kenapa wajahmu jelek?" Ejek Ara saat So Eun menghampiri mereka dengan wajah yang tertekuk dan bibir yang ia kerucutkan.
"Yak! Kau mengataiku!" Kesal So Eun.
"Tenang Sso, dia hanya bertanya. Kau diatar siapa? Itu mobil barumu? Tapi sepertinya aku pernah melihat mobil itu dimana ya?" Oceh Hye sun sambil mengingat dimana ia melihat mobil yang mengantar So Eun.
"Iya mobil baru dan sopir baruku. Sudahlah, ayo ke dalam" ajak So Eun kepada kedua sahabatnya.
So Eun membaringkan tubuhnya di ranjang. Rasa lelah dan punggung yang ingin patah lebih mendominasi dan membuat gadis itu ingin segera terlelap sebelum teriakan membuyarkan semua ekspektasinya.
"SO EUN ADA KIM BUM!!!!"
So Eun langsung mendudukkan dirinya, milirik kearah pintu kamar yang masih tertutup rapat, "mau apa dia kemari. Aish Molla, aku akan pura\-pura tidur" So Eun kembali membaringkan tubuhnya memejamkan matanya tapi keinginanya kembali gagal karena..,
Cklek
"Sayang, ada Kim bum diluar. Cepat temui" ujar Ny. Kim menghampiri So Eun yang pura\-pura tidur dengan memejamkan matanya.
"Ibu tahu kau pura\-pura tidur sayang" ujar Ny Kim mengguncang\-guncangkan tubuh si Putri.
"Aku lelah Bu" ujar So Eun, ia membalikan tubuhnya memunggungi sang ibu.
"Apa kau tidak kasihan pada kekasihmu yang kedinginan diluar?" Tanya Ny. Kim dengan suara yang dibuat sesedih mungkin.
"Aish.," So Eun mendudukkan Tubuhnya menatap si ibu, "dia bukan kekasihku Bu. Ingat itu. Dan.., aish kenapa dia kemari" So Eun langsung beranjak dari tempat tidur dan keluar dari kamar meninggalkan Ny. Kim.
Cklek
"Mr. Kim..," panggil So Eun pada pria yang masih menggosok\-gosok tangannya untuk mengurangi rasa dingin.
"Oh hai. Maaf mengganggu mu" ujar Kim Bum yang sudah membalikan badannya menghadap So Eun.
"Mr Kim, bilang sibuk"
"Apa aku salah ingin melihat kekasihku sendiri?" Tanya Kim Bum yang menatap So Eun dengan intens.
"Aku belum menjawab iya Mr. Kim" kesal So Eun pada kepd\-an Kim Bum.
"Tidak perlu menjawab aku sudah bisa lihat dari matamu arra. Ah untuk permintaan maaf ku karena tidak menjemputmu tadi, aku ingin mengajakmu pergi. Apa kau bisa?"
Bolehkah So Eun menerjang tubuh kim Bum untuk ia peluk? Ia benar\-benar bahagia, pria didepannya itu sangat gantelman, "Taman dekat sini" jawabnya singkat.
Kim Bum langsung menyanggupi permintaan pertama si gadis, "bagaimana proses pendaftarannya tadi?" Tanya Kim Bum pada So Eun yang berjalan disampingnya.
"Lancar, aku juga mendaftar di Harvard university " jawab So Eun tanpa menatap Kim Bum.
"Kau ada rencana kuliah diluar?"
"Hmm. Kita duduk disana Mr. Kim" ajak So Eun pada Kim Bum untuk duduk di bangku taman.
So Eun langsung duduk di bangku taman sedangkan Kim Bum masih berdiri, "itu pasti. Apa Mr. kim tidak ingin duduk?" Tanya So Eun heran karena Kim Bum masih saja berdiri didepannya.
"Apa kau tidak kedinginan?" Tanya Kim Bum balik, So Eun menatap manik hitam Kim Bum. Udara memang cukup dingin malam ini, kenapa ia dari tadi tidak sadar jika hanya mengenakan piyama lengan panjang.
"Ah, aku lupa" jawab So Eun malu.
Kim Bum menggelengkan kepalanya pelan, gadisnya itu benar\-benar aneh. Kim Bum langsung melepas jaketnya dan melampirkan kepundak So Eun.
"Mr. Kim, nanti kedinginan" ujar So Eun ingin melepas jaket Kim Bum tapi langsung ditahan.
Kim Bum langsung bersimpuh di depan So Eun, "apa aku tega melihat kekasihku kedinginan sedangkan aku tidak?"
Pipi so eun langsung memanas apalagi kedua tangan Kim Bum sudah menggenggam tangannya, "apa aku boleh meminta pertolongan?"
"Apa Mr. Kim?" Tanya So Eun heran, ia terus menatap wajah Kim Bum yang menunjukkan kegelisahan.
Kim Bum menghirup udara segar malam ini dan menghembuskannya secara perlahan, "jadi jawabanmu iya atau tidak?"
So Eun mengerutkan keningnya, "jawaban? Mr. Kim bilang sudah tahu jawabannya, kenapa sekarang bertanya?" ujar So Eun, ia merasa aneh dengan Kim Bum. Apa ia juga pantas bersanding dengan Kim Bum? Ia hanya remaja labil yang akan merepotkan Kim Bum nantinya.
"Aku ingin jawaban iya keluar dari mulut kecilmu So Eun" ujar Kim Bum pelan.
"Apa aku pantas bersama Mr. Kim? Aku hanya remaja labil yang akan merepotkanmu setiap harinya. Belum apa\-apa aku sudah membuatmu repot dengan menjemputku dan membuatmu kedinginan seperti malam ini, itu sangat tidak pantas Mr. Kim" ujar So Eun panjang lebar, inilah yang mengganggunya.
"Apa kau senang saat bersamaku?" Tanya Kim Bum, pada So Eun yang menundukan kepalanya.
"So Eun, jawab aku. Apa karena perbedaan usia kita?" Tanya Kim Bum, ia masih setia mendengar Jawab So Eun.
"So Eun..,"
"Aku senang. Ini bukan masalah perbedaan usia Mr. Hanya..,"
"Hanya?" Respon Kim Bum, ia menatap ubun\-ubun gadis itu.
"Aku pasti akan selalu merepotkanmu" jawab So Eun pasti, ia mendudukkan kepalanya untuk menatap Kim Bum yang tersenyum manis.
"Kau tahu. Kebahagiaan seorang pria adalah ketika wanitanya mau merepotkan si pria" jawab Kim Bum yakin tanpa keraguan disana.
"Aneh" respon So Eun yang membuat Kim Bum semakin tersenyum lebar.
"Itu tidak aneh So Eun. Bagaimana?" Tanya Kim Bum harap\-harap cemas, ia terus menggenggam tangan So Eun yang dingin apa gadisnya masih kedinginan?
"Ayo pulang. Disini udaranya dingin" putus Kim Bum karena So Eun terlalu lama menjawab pertanyaannya sedangkan ia sudah khawatir dengan keadaan So Eun karena tangannya sangat dingin padahal ia sudah menggenggam tangan mungil itu.
"I..ya"
"Apa?" Tanya Kim Bum dengan kerutan yang jelas di dahinya.
"Iya pulang" So Eun melepas genggaman Kim Bum dan meninggalkan si pria yang masih bersimpuh.
Kim Bum menundukkan kepalanya, ia langsung menoleh menatap punggung So Eun yang semakin menjauh dengan senyum yang tidak pudar dari wajahnya.
"Gadis itu selalu membuatku gila" gumam Kim Bum, ia langsung beranjak mengejar So Eun dan menggenggam tangan si gadis.
"Tidak sedingin tadi" ujar Kim Bum saat tangannya sudah menggenggam tangan kecil So Eun.
TBC