
So Eun berjalan santai menuju kelasnya yang berada cukup jauh dari lobi sekolah. Tubuh mungilnya dibalut dengan seragam sekolah yang membuatnya kelihatan cantik dan imut.
"Kim So Eun..,"
Langkah gadis itu terhenti saat suara yang cukup ia kenal memanggilnya.
"Ah annyeonghaeseo Mr Kim, seonsaengnim park" sapa So Eun kikuk, dia membungkukkan badannya dan berlalu pergi sebelum Kim Bum bertanya lebih lanjut.
"Kau mengenalnya bum-ah?" Tanya Chanyeol heran. Kim Bum mengangguk pelan menanggapi pertanyaan Chanyeol.
"Jangan-jangan dia..,"
"Hmm, bidadari yang menghinaku" jawab Kim Bum enteng, ia tersenyum terus menerus saat melihat punggung So Eun.
"Pantas dia menghinamu, kau gila bum-ah" ujar Chanyeol spontan karena melihat senyum Kim Bum yang aneh. Selama ia kenal Kim Bum jarang tersenyum apalagi karena seorang gadis kecil.
"Tulis surat pengunduran dirimu Park Chanyeol" ujar Kim Bum jengkel, Chanyeol langsung mengantup bibirnya dan menggelengkan kepala.
"Aku hanya bercanda. Kau masih mau disini? Atau pergi? Aku harus keruangku sekarang" ujar Chanyeol pada Kim Bum, sebenarnya Kim Bum sangat jarang mengunjungi sekolahan tapi sekarang?
"Aku ada rapat di kantor. Bekerja dengan baik jangan ada kesalahan apapun" ujar Kim Bum dan berjalan menuju area parkir meninggalkan Chanyeol sendiri di lobi.
"Cih, dia hanya ingin melihat gadis itu. Dasar kasmaran"
****
So Eun menoleh ke belakang, ia dapat melihat punggung tegap Kim bum yang keluar dari lobi menuju parkiran.
"Apa dia akan pergi?" Gumam So Eun, ia terus menatap punggung Kim Bum hingga menghilang tertelan belokan.
Mata So Eun dan Chanyeol bertubrukan membuat gadis itu tersenyum canggung. Apa ia baru saja tertangkap basah karena melihat ketua yayasan?
So Eun langsung membukukan badannya memberi sapa pada Chanyeol dan berlari begitu saja menuju kelasnya.
"Pesona Kim Bum memang tidak ada bandingannya. Gadis itu terlihat menyukai Kim Bum" gumam Chanyeol, ia tersenyum kecil saat menyadari ada benih cinta antara sahabat dan juga muridnya.
"Dasar Kim Sang Bum mesum. Ia bahkan bisa mendapatkan wanita seksi kenapa ia jatuh cinta pada bocah kecil yang tidak tahu apapun" gumam Chanyeol lagi.
"Aish. Kau selalu membuat malu dirimu sendiri Kim So Eun" gerutu So Eun, ia dan Kim Bum memang seminggu ini saling sapa tidak sebenarnya Kim Bum yang selalu memanggilnya.
"Ada apa denganmu? Kenapa pagi-pagi sudah tertekuk seperti itu?" Tanya Go Ara dan mendudukkan dirinya di samping So Eun.
"Tidak ada! Bagaimana pendaftarannya sudah sesuai persyaratan yang diberikan universitas kan?" Tanya So Eun pada Ara. Ya hari ini mereka ingin mendaftar disalah satu universitas unggulan di Korea.
"Sudah hari ini kita mengirim lewat email dan besok pagi kita harus ke univ" jawab Ara yang mendapat anggukan mengerti dari So Eun.
"Dimana Hye Sun?" Tanya So Eun
"Ah anak itu tidak berangkat. Tapi ia sudah memiliki semua berkas yang harus diajukan. Tenang saja. Besok kita bertiga berangkat bersama bagaimana?" Jawab Ara, ambil membolak-balik berkas yang ia dapat dari guru pembimbingnya.
"Setuju"
Menjelang sore pukul 3 So Eun keluar dari area sekolah, seperti biasa ia melangkah kakinya menuju halte bis. Walaupun ia tidak naik bis untuk pulang, So Eun selalu menunggu jemputan dihalte.
Bip.. bip..
So Eun menoleh ke samping kanan saat mobil sport berwarna hitam menghampirinya, betapa kagetnya So Eun saat melihat siapa orang yang ada didalam mobil tersebut.
"Mr. Kim!"
"Hai, cepat naik..," ujar pria itu yang tak lain adalah Kim Sang Bum siketua yayasan yang sekarang senang bolak-balik kantor sekolah.
"Aku sudah ada yang menjemput" jawab so eun, ia memalingkan wajahnya untuk menghadap ke depan.
"Kata Seonsaengnim Park ada siswi yang mencari ku. Dia bilang namanya Kim So Eun, jadi aku tidak terima penolakan. Cepat naik" ujar Kim Bum lugas tanpa keraguan sedikitpun padahal Chanyeol hanya mengatakan So Eun terus melihat Kim Bum hingga pergi bukan mencarinya.
"Tapi aku tidak..."
"Cepat naik, bocah kecil" perintah Kim Bum sekali lagi.
So Eun mendengus kesal, tapi ia tetap menuruti ketua yayasan itu, tak lupa ia langsung menghubungi supir pribadinya agar tidak menjemput.
"Mr. Kim sebenarnya darimana? Kenapa Mr. Kim kemari?" Tanya So Eun pada Kim Bum.
"Dari kantor. Pekerjaanku tidak hanya ketua yayasan tapi CEO. Aku kemari karena ada siswi yang mencari ku" jawab Kim Bum.
"Sombongnya" gumam So Eun tentu didengar oleh Kim Bum, tapi pria itu tidak mempermasalahkannya terserah gadisnya saja, "ah,Siapa yang mencari Mr. Kim? Aku tidak berasa mencarimu" jawab So Eun, ia sudah mulai berani bermain kata dengan Kim bum, ini diluar sekolah jadi dia bisa menolak Kim Bum jika tidak suka.
"Apa kau ingin mengatakan jika gurumu berbohong?" Tanya Kim Bum melirik So Eun yang masih menatapnya.
"Itu.., Molla. Tapi aku tidak mencarimu Mr. Kim. Sekarang antarkan aku pulang"
"Kau memerintah ku bocah?" Tanya Kim Bum yang sudah menepikan mobilnya.
"A..niya, aish. Kalau begitu tidak usah menyuruhku pergi bersama" ujar So Eun dengan nada Takut sekaligus kesal.
"Aku antar. Tapi kita mampir ke suatu tempat dulu" jawab Kim bum saat melihat So Eun ingin keluar dari mobil.
"Kemana?"
"Diam saja" jawab Kim Bum, pria itu sudah melajukan mobilnya menuju pantai. Ia memang berniat mengajak So Eun ketempat itu.
Kim Bum mengentikan mobilnya di pinggir jalan dekat pantai. "ayo turun"
"Kenapa ke pantai, sore hari seperti ini" ujar So Eun, ia mengikuti perintah Kim Bum untuk keluar dari mobil.
"Mr. Kim, sebenarnya kenapa Anda mengajakku ke pantai?" Tanya So Eun, ia sudah berdiri di samping Kim Bum yang menikmati keindahan pantai.
"Ini tempat kesukaan ibuku" jawab Kim Bum, So Eun mengerutkan keningnya tak mengerti.
Kim Bum memutar tubuhnya untuk menghadap ke arah So Eun, "ehm..,"
So Eun langsung menoleh kearah Kim Bum dan tersenyum canggung. Aish ketua yayasan itu ingin membuat jantungnya cepat lelah apa? Ini bahkan berdebar kencang karena senyum pria itu.
"Nde?"
"Kau sangat mirip dengan ibuku. Kau ceria, kau baik, kau selalu mengekpresikan apapun yang kau rasakan" ujar Kim Bum mengigat kejadian selama seminggu ia mengenal So Eun.
"Kau gadis pertama yang bisa membuatku terpikat dan..,"
Drt..drt.
"Sebentar Mr. Kim" ujar So Eun memotong pembicaraan kim Bum dan mengangkat teleponnya.
"Oh ibu ada apa?"
"..."
"Nde, aku akan pulang sekarang"
".." So Eun mematikan telfonnya dan menatap Kim Bum.
"Mr. Kim, maaf ibuku baru saja..,"
"Aku mengerti. ayo kuantar pulang" ujar Kim Bum dan berlalu meninggalkan si gadis.
Kim Bum melanjutkan mobilnya setalah So Eun masuk dan duduk tenang disampingnya Kim Bum menghentikan mobilnya tepat didepan rumah So Eun.
"Kamsahamnida Mr. Kim" ujar So Eun, ia Langsung keluar dari mobil Kim Bum sedangkan Kim Bum kembali melajukan mobilnya. Keinginannya batal padahal ia ingin menjadikan So Eun kekasihnya.
Lain tempat.
"Ada apa denganya..," monolog go Ara. Ia baru saja menelfon So Eun untuk datang ke rumahnya.
"Kenapa?" Heran Hye Sun, gadis itu mendudukkan dirinya di single sofa yang ada disudut kamar Go Ara.
"Temanmu itu, dia bilang 'ada apa Bu?' Terus saat aku bicara dia langsung menyela ' nde aku akan pulang sekarang '. Dasar aneh" kesal Go Ara sedangkan Hye Sun mengendikan bahunya tak mengerti.
****
Malam hari, So Eun sudah berpakaian rapi seperti perintah orang tuanya. Ia langsung keluar dari kamar menuju ruang keluarga dimana kedua orang tuanya berada.
"Sudah selesai sso. Kajja" ajak Tuan Kim pada si Putri.
"Tumben kita makan malam diluar, ada apa?" Tanya So Eun, ia mengikuti langkah kedua orang tuanya.
"Hanya ingin. Sudah tidak usah banyak tanya sso" ujar Ny Kim.
"Aih.," Kesal So Eun, ia mengikuti kedua orang tuanya masuk mobil dengan dirinya yang duduk di belakang.
Setelah keluarga Kim siap, Tn. Kim menancap gas untuk melajukan mobilnya ke restoran yang ingin mereka tuju.
Dilain sisi sudah ada sepasang ayah dan anak, "hanya berkenalan ayah. Aku sudah memiliki kekasih..," ujar Kim Bum pada ayahnya yang duduk disampingnya.
"Arra.arra kau sudah mengingatkan ayah sendari tadi" kesal Tuan Kim pada putranya.
"Karena ayah akan mengatakan semau ayah nanti..," jawab Kim Bum tak kalah kesal.
"Kali ini tidak! Lalu kekasihmu dimana sekarang? Masih sekolah atau bekerja?"
"Dia masih SHS..,"
"Apa!" Kaget Tuan Kim. Ia bahkan tak bisa membayangkan seorang Kim Sang bum mau direpotkan oleh gadis kecil.
"Apa salahnya. Kita hanya beda 7 tahun" jawab Kim Bum kesal.
"Kau bilang anak So Ra terlalu kekanak-kanakan bagimu karena masih SHS lalu kekasihmu sendiri?" Tanya tn. Kim heran
Kim Bum mendengus kesal,"beda! Kekasihku beda ayah"
"Kau tidak mengancamnya untuk menjadi kekasihmu kan?"
"Proses. Jika dia tidak mau aku bisa mengancamnya. Itu perkara mudah" jawab Kim Bum enteng.
"Jadi.., dia belum menjadi kekasihmu? Yak jangan mengklaim anak orang sebagai kekasihmu" kesal Tn. Kim, ia tak habis pikir dengan kelakuan putra semata wayangnya itu.
"Dia sebentar lagi akan...,"
"Ehm..," deheman itu membuat pertengkaran sepasang ayah dan anak itu menghentikan perdebatan yang tidak bermutu sedikit pun.
Tuan Kim Sang Jun dan Kim Bum langsung berdiri dan menyalami kedua orang yang berada didepan mereka.
"So ra-aa. Selamat datang Nae Ra" ujar sang Jun pada istri sahabatnya itu.
"Silakan duduk. Kenapa hanya berdua? putrimu dimana?" Tanya Sang Jun pada sahabatnya. Sedangkan pria muda itu mengucap syukur karena Putri samchon tidak datang.
"Dia sedang bertemu temannya didepan. Nanti dia akan kemari" ujar So Ra, Kim Bum diam-diam menghela nafas pasrah, jika pertemuan ini berakhir dengan perjodohan. Kim Bum bersumpah akan menolak mentah-mentah perjodohan itu. Ingat ia sudah punya seorang gadis kecil.
Mereka semua berbincang-bincang tentang kehidupan sehari-hari mereka,"nak Kim Bum, sekarang kau bekerja dimana?" Tanya Nae Ra yang sudah penasaran dengan pria muda itu.
"Saya bekerja di perusahan ayah, imo" jawab Kim Bum apa adanya.
"Dia juga menggantikanku sebagai ketua yayasan" sela sang Jun.
"Ah benarkah? Kau menjadi ketua yayasan kimgrup?" Tanya Nae Ra dan diangguki oleh Kim Bum.
"Kau pasti kesulitan membagi waktu. Ngomong-ngomong putri kami sekolah disana" ujar Nae Ra yang mengundang antusias dari Sang Jun. Jangan heran kenapa sang Jun seatusias itu tentang Putri sahabatnya karena ia sendari dulu ingin memiliki seorang putri tapi keinginanya tidak dikabulkan oleh Tuhan karena sang istri meninggal karena kecelakaan lalu lintas.
"Kenapa putrimu sangat lama?" Tanya sang Jun yang membuat Kim Bum ingin mengupati ayahnya itu.
"Iya.., aku akan menghubunginya" ujar So Ra, ia mengeluarkan handphonenya sebulum sorot matanya menangkap sosok gadis mungil yang berjalan Kearahnya, "ah, itu dia..," ujar So Ra yang membuat Kim Bum dan sang Jun menoleh ke arah belakang
"Mr. Kim!" Kaget gadis itu.
Tbc