More Than Friends

More Than Friends
Chapter 5



saat didepan rumah aku melihat satu koper dan dua tas jinjing diluar aku melihat isinya ternyata itu adalah pakaianku. aku langsung mengetok pintu dan memanggil ibu tetapi tak ada jawaban "kemana mereka? lalu kenapa bajuku diluar?" aku mulai khawatir dan berusaha menghubungi ibu.


"mengapa kau terus menghubungiku haa?"


"ibu dan kakak ada dimana? mengapa koperku diluar?"


"ahh itu kami pindah rumah,kami tidak mengajak mu karna kukira kau sudah punya rumah sendiri karna kemarin kau tidak pulang"


"aku tidak punya rumah,jadi aku akan ikut bukan?"


"hah!?,maaf saja aku sudah memilih rumah yang hanya ada dua kamar jadii tidak bisa menampung seseorang lagi"


"tap-"


"sudahlah nayaa kau hanya membuang waktuku!"


tut tut tut


panggilan berakhir,aku tak bisa menahan air mataku akhirnya kubiarkan mengalir.lalu aku memutuskan pergi saat berjalan dijembatan aku berhenti sejenak sambil menatap laut yang begitu luas dan menatap lampu lampu dijembatan "semoga saja ada seseorang yang baik ingin membantuku aku akan menunggu"ucap naya sambil tersenyum dan melihat kearah langit


"aku akan membantumu naya" gumam seorang pria yang sedang melihat naya,jarak mereka tidak terlalu jauh sehingga pria itu dapat mendengar semua ucapan naya.


sudah hampir larut malam tetapi naya masih menatap langit langit itu dan akhirnya pria itu memutuskan untuk menghampiri naya "indah ya sampai tidak pergi dari sini" naya kaget dan menoleh kearah pria tersebut


"kamu? kamu ngikutin aku ya!? kan aku udh bilang ja-"belum selesai bicara mulut naya sudah dibungkam dengan tangan pria itu.


"jangan banyak bicara nikmati saja suasana malam ini"


"kau merusak nya,aku akan pergi!"


"kau akan pergi kemana?" aku langsung berhenti ketika mendengar itu aku teringat bahwa aku tidak punya tempat tinggal


"hiks hiks a-aku tidak tahu hiks"


"heii mengapa kau menangis?" pria itu langsung menarik naya kepelukannya dan saat itu juga naya tidak sadar kalau dia juga membalas pelukan pria asing itu.


"menangislah sepuasmu" pria itu menepuk nepuk punggung naya dengan lembut


"kau itu hiks siapa? dan hiks hiks"


"sudah menangisnya? atau belum?"


"aku tidak menangis hanya saj-"


"sudahlahh ayo ke apartemen ku,nanti akan ku beri kau apartemen besok dan sekarang tinggallah di apartemenku"


"tidak mau mana mungkin aku tinggal berdua denganmu!"


"aku tidak tinggal disana aku hanya mengantarmu hari ini aku lembur jadi kau bisa tinggal sementara disana dan satu hal lagi jangan suka salah paham!"


"aku tidak begitu hanya saja aku tidak mengenalmu"


"ahh aku lupa,perkenalkan namaku raka pratama panggil saja raka" ucapnya sambil mengulurkan tangannya


"naya syakira dan terima kasih telah membantuku walau tak tahu aku ini siapa" naya hanya menunduk karena merasa bersalah telah menganggap nya orang yang tidak benar.


*dilain tempat shasa sedang mondar mandir karna naya menghilang dari rumah sakit "kemana dia? ahhh aku tidak bisa memantaunya kalau begini!"


"sa lo kenapa si mondar mandir terus dari tadi?"


"naya itu lo! dia ga ada dirumah sakit wen! seharusnya gua udh bunuh aja tuh bocah dirumah lo,seharusnya gua dateng dan tunjukin siapa gua sebenernya!"shasa benar benar kesal hari ini karna naya pergi tanpa sepengetahuannya.


flash back*


"sha gua mau ngomong sesuatu,tadi kayanya ada anak baru dia anak beasiswa" ucap salah satu siswa disana.


"bagus informasinya,udh sana pergi"setelah siswa itu pergi shasa menelpon wendi dan teman temannya untuk mengerjai anak baru itu(naya)


"jadi gimana nih rencana lo sa?"


"hm kayanya gua pura pura baik aja deh terus nusuk dari belakang? kayanya bakalan seru tuh"


"oke gua setuju sama lo sha,kita kerjain abis abisan tu anak" mereka tertawa dan beberapa menit kemudian mulailah rencana mereka untuk mengerjai naya.


flash back off*


next eps 6!