More Than Friends

More Than Friends
chapter 2



dikantin aku dan shasa duduk di kursi yang kosong kami duduk berhadapan.


shasa pergi membeli makanan dan aku menunggu sambil bermain handphone.


namun tiba tiba seseorang datang menghampiriku dan mengambil handphone ku "a-apa yang kau lakukan


itu handphone ku" "yaa aku tau,aku hanya ingin kau save nomorku jarang sekali aku begini kepada seseorang iya kan"perempuan itu tersenyum smirk dan tertawa.aku hanya diam menunduk tak berani menatapnya,ya dia adalah wendi anak terkaya disekolah anak anak di sekolah pun sudah hapal sifat wendi yang sombong dan merajai sekolah, seolah olah sekolah itu miliknya.


beberapa menit kemudian shasa yang melihat ku dikerubuni geng wendi langsung menarik tanganku dia tak peduli dengan ocehan dan teriakan wendi.shasa menarikku ke perpustakaan tempat teraman dari geng wendi "maaf merepotkan mu saa"


"untung kau sekelas denganku bagaimana jika tidak bertemu?dikantin pasti kau sudah habis dijahili oleh wendi" aku hanya menunduk ya memang seharusnya aku melawan wendi bukannya malah diam saja. beberapa menit kemudian bel berbunyi yang menandakan kami harus kembali ke kelas "tetap bersamaku jangan pergi sendirian kemana mana!"shasa benar benar khawatir kepada ku menurutnya aku hanyalah gadis polos dan lama berpikir tetapi naya lebih pintar dalam belajar. saat didepan pintu kelas shasa melihat kedalam melalui jendela melihat apakah wendi ada dikelas "ahh dia ada dikelas,kita tunggu guru saja kita masuk bersama guru aku tidak ingin ada keributan lagi" "baiklah kita tunggu saja" ucapku sambil tersenyum melihat temanku yang sangat khawatir aku disakiti.


"kalian masih diluar?" kami sontak kaget mendengar suara itu dan menoleh ke arah suara "ehh bu guru udh dateng saya nunggu ibu,sini saya bawain bukunya bu" shasa berusaha membujuk gurunya agar tidak memarahinya "sudah sudah cepat masuk" kami pun masuk bersama guru dan wendi menatap tajam kearah kami dia masih marah karna hal yang terjadi di kantin tadi rencananya gagal karna ulah shasa.


"kau ini kenapa haa!? fokuslah pada pelajaran sejak tadi kau menatap naya apa kau menyukai naya?"


"tidak bu aku hanya-" belum selesai berbicara bel pun berbunyi semua siswa langsung membereskan barang barang mereka dan keluar kelas satu persatu.kini aku dan shasa keluar kelas saat itu wendi sudah keluar duluan dan shasa berpikir mereka sudah bebas "naya aku ada pekerjaan yang belum selesai diperpustakaan kau bisa pulang sendiri kan?"


"aku akan pulang sendiri kau pergilah ke perpustakaan"


"baiklah kalau begitu,hati hati hubungi aku saat sudah sampai rumah"


"kau ini seperti kekasihku saja"mereka tertawa sebentar lalu berpisah dan sejak tadi naya merasa ada yang memerhatikannya dia pun berjalan cepat keluar dari sekolah "huhh akhirnya keluar" aku menarik nafas dalam dan kembali berjalan menuju halte bus namun seketika tanganku ditarik oleh seseorang yang wajahnya belum terlihat.