
kubuka mataku rasanya kepalaku masih pusing tetapi kuusahakan bangun "naya? kamu sudah bangun?" shasa tiba tiba datang dan membawakanku minum "wendi sudah dibawa oleh polisi atas tuduhan penculikan,huhh seharusnya tadi kau ke perpustakaan bersamaku"
"maafkan aku membuatmu khawatir shasa dan terimakasih sudah membawa ku kerumah sakit"
"aku? bukan aku yang membawamu kerumah sakit,aku kesini karna diberitahu dari pihak rumah sakit" aku mencoba mengingat siapa yang membawaku.
"apa jangan-jangan pria dimobil itu?" gumamku
"siapa?pria dimobil? siapa?"
"ahhh tidak tidak jangan dipikirkan mungkin orang yang membantuku dia hanya kebetulan lewat jalan itu" shasa mengangguk mengerti "kau istirahatlah aku akan menghubungi orang tua mu"
"jangan sa tidak usah aku akan pulang besok"
"hah? kau belum pulih,lusa kau baru boleh pulang kakimu masih bengkak kau juga masih terasa pusingkan? aku akan menghubungi keluargamu karna aku tidak bisa menjaga mu saat pagi hari"
"biar aku saja nanti,kau pulanglah ini sudah larut malam"
"ahh baiklah kau juga istirahat,aku akan kesini lagi besok sore tunggu aku yaa"
"ya baiklah" shasa keluar dari ruangan itu "bagaimana aku membayar biaya rumah sakitnya ya?" gumamku. aku pun keluar dan menanyakan biayanya "sus biaya rumah sakit naya syakira kamar no 207 tolong dicek"
"hmm ini sudah lunas dek"
"huh? siapa yang membayarnya sus?"
"disini tidak ada namanya"
"ahh begitu ya sudah terimakasih sus"
aku berjalan menuju kamar dilantai dua aku terus berfikir siapa dia "apakah itu shasa?"
"aku yang melunasinya" aku kaget dan langsung menoleh kearah seorang pria yang memakai jas dan memakai kaca mata hitam "si-siapa kau?"
"hm tak perlu tahu dan juga jangan salah paham saat sudah keluar dari rumah sakit lunasi lagi utangmu kepadaku kau mengerti?" dia mengeluarkan kartu nama nya lengkap dengan nomornya dan nama perusahaannya "ah ba-baiklah dan terima kasih" jawabku sambil menunduk dan pergi meninggalkannya
pagi hari aku menghubungi ibu dan kakak tiriku "halo bu ini aku, aku-" belum selesai bicara ibuku langsung memarahiku karna tidak pulang
"dimana kau!? bagaimana dengan kami kau seharusnya mengurusi kami tapi kau malah pergi bersenang senang di hari pertama sekolah!?"
"aku akan segera pulang"
"bagus cepat pulang karna banyak pekerjaan yang harus kau lakukan!"
telepon berakhir tapi entah mengapa air mata ku tak berhenti.dari luar ada pria yang sedang melihat nya sambil tersenyum sedih karna melihat gadis itu menangis "apakah jika aku datang kau bisa bahagia?" gumam pria itu dan berlalu pergi.
hari ini aku keluar rumah sakit,aku memaksa keluar karna ibuku pasti marah besar jika aku tidak pulang. aku ingin pulang naik taksi tetapi uangku tidak cukup aku memutuskan untuk jalan sampai rumah tak peduli seberapa jauhnya,saat ditengah perjalanan tin tin tin ada mobil yang berhenti lalu membuka kacanya "pria itu?"gumamku
"naiklah kau masih sakit tapi malah memaksa pulang,cepat naik!"
"tidak,aku sudah sehat! dan juga berhenti mengikutiku!" pria itu malah keluar dan mendekatiku sangat dekat hingga aku bisa merasakan nafasnya
"masuk kedalam mobil sendiri atau aku akan menyeretmu kedalam mobil?" aku yang mendengarnya berbisik seperti itu langsung mendorongnya dan masuk kedalam mobil. didalam mobil aku hanya diam sesekali aku meliriknya tiba tiba dia menatapku dan "apa kau menyukaiku?" dia tertawa
"jangan geer kau tidak menarik sama sekali"
"begitukah? tapi kau menarik" aku hanya terdiam mendengar ucapan pria itu.
"sepertinya kau lebih muda dari ku? apa kau masih sekolah? rumahmu dimana? apakah jauh dari sekolah?"
"kau itu berisik sekali,kau tak perlu tahu. turunkan aku disini rumahku disekitar sini"
"ishh baiklah"
"terima kasih"aku langsung pergi meninggalkan mobil itu tanpa mendengar jawabannya "siapa si dia? seperti sok akrab saja" gumamku kesal karna dia pria yang banyak omong berbeda dari penampilannya yang kukira sikapnya dingin.
next eps selanjutnya! jangan lupa like and vote😊!