Meet Again

Meet Again
Hari Baru



Hari ini Sakura sudah rapi bersiap-siap. Jam masih menunjukan pukul 6:35. Cukup membuat Mebuki dan Sasori melongo dimeja makan saat Sakura melangkah turun sambil tersenyum. Rambut merah mudanya tergerai, terlihat sebuah jepit rambut terselip disana. Sakura menyapa ibu dan kakaknya.


"Pagi mah, kak."


"Kesambet apa lo ra?" tanya Sasori


Sakura hanya terkekeh dan menarik bangku disebelah kakaknya "Gue kesiangan salah. Gue kepagian salah. Lo mau nya apa sih bang?" tanya Sakura.


Sasori hanya menaikkan satu alisnya, saat Sakura sudah memanggilnya bang berarti adiknya ini sudah tidak asik untuk digodain.


"Kirain lagi jatuh cinta gitu." katanya sambil meraih roti yang baru saja di oleskan selai oleh Sakura, Sasori buru-buru mengigitnya. Niatnya ingin godain adiknya tapi Sakura hanya memutar bola matanya dan mengambil roti baru. Mebuki tersenyum


"Coba tiap hari kau seperti ini Saki." kata ibu nya kalem. Sakura melirik Sasori yang terkekeh.


"Nanti aku tidak ada kerjaan dong mah?" protes Sasori.


"Hari ini aja kau jangan usil kak, bisa?" sengit Sakura. Emeraldnya mendelik kesal. Sakura segera mengunyah roti kesukaannya. Sasori hanya mengangkat bahu cuek dan Mebuki menggeleng-gelengkan kepalanya.


Ting tong


Mereka serempak menoleh karena bel rumah berbunyi. Sasori segera bangkit menghentikan Ibunya "Biar aku aja bu."


Dengan langkah santai lelaki berwajah bayi itu melangkah sambil bersenandung ria. Memutar kenop pintu pelan dan melebarkan matanya melihat siapa yang tersenyum mengejek disana.


"Halo kakak ipar."


"Cih." Sasori berdecih dan dengan santainya ingin menutup kembali pintu rumah mereka, namun dengan sigap Sasuke menahan ujung pintu bawah dengan kakinya dan mendorong kenop pintu agar terbuka.


"Hei, sambutan yang kurang mengenakan." eluh Sasuke. Dia mendorong dengan kuat pintu rumah itu agar terbuka, begitupun dengan Sasori. Terjadi aksi saling dorong mendorong. Sasori geram dan mendelik pada Sasuke.


"Hei pergi! Mau apa lo kemari hah!" sembur Sasori


Sedang Sasuke hanya menahan napas sembari mengerahkan kekuatannya untuk membuka pintu itu, dia tersenyum mengejek pada Sasori yang sedang kesal "Menjemput pacar lah. Kakak ipar."


"Pacar gundulmu!"


"Ya Tuhan gue tidak gundul kak Saso!" teriak Sasuke.


"Bodo amat!" balas Sasori


"Sakura! Mamah Mebuki!" teriak Sasuke kencang dengan reflek kekuatan Sasori melemah dan dengan sekali hentakan Sasuke mampu membuat pintu rumah itu terbuka lebar.


Dari dalam terlihat Mebuki dan Sakura lari tergopoh-gopoh untuk melihat apa yang terjadi. Mebuki tersenyum senang sedang Sakura mendelik tidak suka. Sasori hanya menghela napas


"Oh ya ampun, anakku Sasuke. Masuklah." ajak Mebuki sambil mengelus bahu Sasuke dengan sayang, dan itu sukses membuat Sasori menggeram apalagi saat Sasuke mengejek kearahnya.


"Tadi kakak ipar tidak membolehkanku masuk mah, dia bahkan mengusirku." adu Sasuke.


Sasori dan Sakura memutar bola matanya bosan. Mebuki segera memberikan tatapan mematikan pada putra sulungnya itu.


"Tidak boleh begitu Sasori-kun."


"Yaaaaa." jawab Sasori kesal lalu melangkah kembali ke meja makan diikuti Mebuki Sakura dan juga Sasuke yang tersenyum menang.


...


"Kenapa lo gak ngabarin dulu kalo mau kerumah?" tanya Sakura


"Mesti?"


"Iya lah, gue gak suka lo dateng pagi-pagi bikin ribut kaya tadi."


Sasuke hanya diam. Dia fokus menyetir motornya tanpa mendengarkan ocehan Sakura. Sasuke hanya ingin menjemput Sakura sekolah seperti saat dulu. Saat mereka masih bersama.


"Sas."


"Hn."


Sakura menunduk menumpukan kepala nya di punggung Sasuke yang terbuka lebar untuknya. Gadis itu menghela napas dan menutup matanya.


"Gue kangen sama lo." lirih Sakura.


Ckiiittt!


"Eh bego! Kalo jatoh gimana!?" teriak Sakura kaget saat motor Sasuke ngerem mendadak. Mukanya udah merah dan panik. Tapi Sasuke cuman diam sambil menggenggam erat stang motornya. Dia menoleh perlahan kearah Sakura dibelakang nya.


"Lo bilang apa?"


"Lo bego!"


"Bukan itu."


Sakura terdiam memikirkan apa maksud Sasuke. Setelah sadar gadis itu merona hebat dia memukul bahu Sasuke pelan dan bersungut "Buruan nanti telat."


Sedang Sasuke hanya tersenyum kecil lalu mengacak rambut merah muda Sakura dengan gemas, mereka melanjutkan perjalanan ke sekolah dengan hati yang saling begitu berdebar.


...


"Psst! Itu loh anak baru dari kelas IPA 3."


"Ya Tuhan ganteng banget."


"Namanya Sasuke. Sasuke uchiha."


"Uchiha? Hei, adiknya Itachi?"


"Iya. Siapa lagi?"


"Kabarnya mereka mantanan."


"Oh dia alasan Sakura belom bisa move on? Pantes sih."


Sakura menggeram kesal mendengar bisik-bisik tentang Sasuke yang berakhir membicarakannya juga. Disampingnya Sasuke melirik pelan, dia juga mendengarnya tapi tidak peduli. Sasuke meraih tangan Sakura pelan lalu menggenggamnya.


"Gue anterin lo ke kelas."


"Iyalah, orang kelas lo samping kelas gue, itu namanya sekalian jalan." sungut Sakura sedang Sasuke hanya terkekeh.


Ketika sampai di koridor kelas, mereka berdua melihat kegaduhan disana. Sasuke dan Sakura tampak khawatir. Mereka berlari mendekat untuk melihat apa yang terjadi. Didepan kelasnya sudah banyak siswa berkumpul dan heboh. Saat mereka sampai didepan kelas Sakura melihat Ino yang memijit kepalanya, Sakura langsung mendekat dan mencolek bahu Ino.


"Ada apa ini no?" tanya Sakura ngos-ngosan. Ino menoleh dan mendapati Sakura panik juga Sasuke yang menatapnya datar dari belakang Sakura.


"Temen lo gila." sahut Ino.


"Maksud lo?"


Ino mengedikkan dagunya kearah dalam kelas, beberapa siswa sudah menyingkir sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Segera saja Sakura mendekat dan dia melongo.


Didalam sana Naruto sedang joget heboh sambil mengangkat slogan bertuliskan


Hinata menerima cinta gue


Sweetdrop


Bahu Sakura merosot lemah dan tertawa pelan, sungguh cinta bikin orang gila batin gadis itu, sementara Sasuke dibelakangnya hanya mengangkat alisnya heran


"Kenapa gue musti punya temen kayak dia?"


...


"Jadi lo dah balikan ama Sasuke?" tanya Ino


"Belom, gue belom siap. Untuk saat ini kita temenan aja." kata Sakura


"Yaudah gimana baiknya aja, inget jatuh cinta itu sakit."


"Kek lo ya. Hihii..." Sakura terkekeh. Ino menimpuk buku diatas kepala merah muda itu "Diem lo."


"Gimana? Ada kabar dari Sai?"


Ino diam. Tapi iris aquamarinenya sedikit bergetar, gadis itu menatap kuku-kuku yang dia percantik sebaik mungkin, Ino menghela napas dan tersenyum kecil. "Maybe, udah ada yang lain." kata Ino.


Sakura meliriknya sedikit, gadis itu lalu mengelus punggung tangan Ino dengan sayang lalu menarik Ino kedalam pelukannya "Udah. Ada gue disini."


"Tapi lo sekarang udah ada Sasuke, pasti gue diabaikan lagi."


"Ngomong apa sih lo no. Kagaklah. Gue ama Hinata akan selalu ada buat lo." Hibur Sakura.


"Apaan. Buktinya Hinata sekarang gada disini. Pasti lagi mojok diperpus ama si baka Naruto!" decak Ino. Sakura terkekeh


"Jangan cemburu." ledek Sakura


"Amit-amit!" Ino cemberut tangannya mencubit pinggang Sakura pelan "Yang bener aja si Ra."


"Hahahaaa sory sory, gue gak habis pikir aja Hinata beneran suka juga ama si Naruto."


"Namanya juga cinta." sahut Ino kalem


Mereka cekikikan bersama. Selang beberapa menit bel pulang sekolah berbunyi Sakura dan Ino saling tatap dan tertawa lagi. Mereka masing-masing membereskan buku-buku yang berserakan diatas meja. Dan meninggalkan kelas. Lupakan Hinata pasti dia sedang asik dengan pacar barunya.


Tiba di depan gerbang Ino menghentikan langkahnya, dan itu sukses membuat Sakura bengong. "Kenapa no?"


"Itu Sasuke?" tanya Ino


Sakura menoleh dan mendapati Sasuke yang berdiri menyandar di tembok, memasukan sebelah tangannya kedalam saku dan yang satunya asik memainkan ponselnya. Emeraldnya juga mendapati beberapa gadis yang mencuri pandang dan ber fangirl ria disekitaran Sasuke. Tapi Sakura tau satu hal. Sasuke tidak perduli.


Ino melambai pada Sasuke sambil berteriak "Sas! Gue bawa cewek lo nih!"


Mendengar teriakan Ino, Sakura melotot dan buru-buru menarik lengan Ino dan memelototinya "Apaan sih lo!"


Tak peduli Ino hanya nyengir dan berjalan mendekati Sasuke, meninggalkan Sakura. Baru akan menyusul Sakura merasa getaran di ponselnya.


From: Sasuke


Sore sayang, pulang bareng?


Mencebik, Sakura kembali memasukan ponselnya ke dalam saku, ia memang mengatakan merindukan lelaki bermata gelap itu tadi pagi. Tapi tak semudah itu ia memberi kembali hatinya meski Sasuke sudah mengatakan alasan kepergiannya.


Sakura berjalan melewati Sasuke dan Ino yang entah sedang membicarakan apa. Melihat itu Sasuke terkekeh "Kek nya dia cemburu No, liat lo ngobrol ama gue." kata Sasuke


'Whatt?!' batin Sakura


Ino melirikkan mata biru nya mengejek Sakura. Lalu melambaikan tangannya pada Sasuke dan berjalan menyusul temannya.


Sasuke menatap punggung Sakura yang menjauh. Memperhatikan rambut merah muda nya yang melambai pelan mengikuti gerakan Sakura melangkah. Ia menghela napas pelan "Mau tarik ulur ternyata." bisik Sasuke pelan


.


.


To be continue