
Bel pulang telah berbunyi. Semua siswa dan siswi saling berhamburan keluar tak ketinggalan juga dengan kelas IPA 2. Sakura hanya mendengus malas melihat Ino dan Naruto yang saling melempar cibiran sedari tadi. Melangkah perlahan gadis musim semi itu menggamit lengan Hinata dan menariknya keluar kelas "Kita pulang bareng aja yuk Nat." ajak Sakura.
"Boleh Sakura-chan." jawab Hinata sambil tersenyum. Gadis itu melirik sedikit kearah Naruto. Laki-laki matahari itu, Hinata menunduk dan tersenyum kecil.
Mungkin, cinta telah bersemayam dihatinya.
"Eh jidatt! Tungguin gue! Lo tega amat sih." teriak Ino saat Sakura dan Hinata melangkahkan kaki meninggalkan kelas mereka. Kedua gadis itu terkekeh. Lalu Sakura menjulurkan lidahnya pada Ino.
"Ati-ati. Lo jangan berantem terus ama Naruto. Kalo jodoh tau rasa lo." cibir Sakura.
Hinata segera mendongak lalu menatap Sakura cemas, Sakura yang sadar arti tatapan Hinata langsung salah tingkah dan mengelus rambut lavender Hinata dengan sayang.
"Bu-bukan maksud gue begitu Nat." duh, Sakura kelepasan ngomong.
"Ie, gapapa kok Sakura-chan. Nee hari ini jadi beli es serut?" tanya Hinata antusias. Sakura mengangguk dan tersenyum. Begitu juga Ino. Mereka lalu meninggalkan kelas diikuti Naruto dibelakang.
"Gue ikut ya." kata Naruto. Sakura dan Ino hanya mendelik.
...
From : Sasuke
Lo dimana
Sakura terdiam menatap layar ponsel nya. Mulutnya asik menyeruput es serut yang tadi mereka beli.
Di belakang sekolah. Makan es serut
Otw.
Ih ngapain sih lo
Kesal. Sakura kesal pesannya hanya di baca oleh Sasuke. Sakura lalu menghentakkan kakinya dengan keras, Naruto meliriknya dan menyeringai.
"Jangan kesel-kesel. Nanti CLBK loh."
Iisssh! Duagh!
"Ittai." Naruto mengeluh dan mengusap pelan
"Ngeselin amat sih lo Naruto! Urusin aja hidup lo sendiri." sungut Sakura, Naruto hanya terkekeh.
"Jadi cewek jangan galak-galak Sakura-chan. Nanti teme berpaling ke cewek lain." kata Naruto. Sakura menoleh padanya dan menggeram kesal.
"Bukan urusan gueee!" teriaknya. Cukup membuat Naruto Ino dan Hinata menutup kuping mereka.
"Apa nya yang bukan urusan gue?"
Mereka berempat kompak menoleh, dibelakang Sakura sudah ada Sasuke yang menenteng tasnya dibahu, menaikkan satu alisnya dan menatap penasaran mereka. Ino mendengus lalu berpaling kembali pada es serutnya. Hinata menunduk dan Naruto tersenyum seraya menggeser tempat duduknya. Memberikan kesempatan pada Sasuke agar bisa duduk disebelah Sakura.
"Hinata-chan, aku duduk disampingmu ya?" kata Naruto lalu mendudukan dirinya disamping Hinata.
"Iya Naruto-kun."
Ino mendelik pada 2 pasangan dihadapannya. Kesal gadis itu beranjak dan pergi.
"Lo kemana no?" tanya Sakura
"Beli batagor." jawab Ino sekenanya.
Sakura menghela napas lalu kembali memalingkan wajahnya seketika tatapannya membeku. Sasuke menatap nya intens, iris onyx nya mampu menyedot Sakura begitu dalam. Mendalami tatapan yang dulu begitu dia kagumi.
"Apa liat-liat?" bentak Sakura saat tersadar dari lamunannya. Emeraldnya bergulir gelisah.
"Lo makin cantik aja." goda Sasuke pipi Sakura bersemu dan Sasuke terkekeh karena nya.
"Iyalah cantik, orang gue cewek. Kalo cowok baru ganteng!"
"Berarti gue ganteng dong?"
Sakura mendelik ke arah Sasuke yang menyeringai. Lalu matanya bergulir pada Naruto dan Hinata yang menatapnya intens.
"Kalian balikan aja sih." celetuk Naruto.
"Inginnya sih gitu dobe."
"Terus?"
"Dia nya masih jual mahal."
"Barang kali teme, mahal."
"Hihihii..." Hinata cekikikan dan membuat Sakura semakin memerah dan mendelik kearahnya "Hinataaa lo jangan ikut-ikutan mereka dong!"
"Habis, wajah malu Sakura-chan lucu." jawab Hinata sambil menahan senyum nya. Naruto yang melihat Hinata tersenyum ikut tersenyum dan menyeringai jahil ke arah Sasuke dan Sakura.
"Sas."
"Hm?"
"Udah pacarin aja, keburu direbut orang."
Jomblo
Jomblo
Jomblo
"Aakkhh! Dasar bego!" maki Sakura kesal dan beranjak meninggalkan meja itu, sambil menghentakan kedua kakinya. Tentu saja hal itu tak luput dari tatapan Sasuke yang semakin gemas pada wanitanya.
...
"Saki, tadi kakak sudah belikan ice cream ya. Dikulkas. Jangan lupa dimakan." teriak Sasori dari luar kamar Sakura yang tertutup.
"Iya! Makasih kak." sahut Sakura.
Sakura kembali merebahkan tubuhnya di ranjang queen size nya. Jemarinya bergerak lincah diatas ponsel pintar nya. Lalu tiba-tiba ada sebuah pesan dari Sasuke yang masuk diponselnya.
From: Sasuke
Saki, lagi apa?
Sakura menatap malas ponselnya. Dia menghela napas dan mematikan layar ponsel, hendak menaruhnya tapi lagi-lagi ponselnya berdering.
Hei?
Saki?
Sakura?
Haruno?
Sakura Haruno?
Sakura menggeram kesal melihat Sasuke yang terus menyepam ponselnya.
Berisik! Urusan lo apa!
Mencintaimu.
Berisik.
Hei, bisa kita bicara serius?
Ngomong aja langsung.
Disini?
Dimimpi lo!
Serius Saki.
Iya serius.
Gak mau ketemu gitu? Kangen gue ama lo.
Sakura mematung, jantungnya berdetak dua kali lipat. Dia tersenyum tipis. Tapi ego dan kemarahannya belum bisa mereda.
Sorry, gue dulu pergi gak bilang-bilang.
Bukan urusan gue.
Serius Sakura.
Sakura menimang-nimang ponselnya. Berfikir berkali-kali. Haruskah? Ia kembali membuka hati untuk Sasuke?
Lo kemana selama ini Sas?
Jerman.
Serius.
Iya, gue serius. Gw ikut ama kakek Madara selama 3 tahun ini. Untuk pelajarin soal bisnis ama beliau. Gue kudu ngelakuin itu. Kalo gak Itachi yang disuruh ke sana. Sedang lo tau sendiri Itachi punya trauma tentang Jerman.
Tapi kenapa lo gak ngabarin gue?
Gue takut, gue takut berat ngelepas lo apalagi kalo lo udah nangis depan gue, maafin gue ya ra.
Gadis itu menghela napas, ya dipikir-pikir ucapan Sasuke ada benarnya. Tapi menghilang tanpa jejak bukannya lebih menyakitkan?
Selamat malam.
Malam juga sayang.
Sakura menaruh ponselnya di meja samping ranjangnya. Menengadah dan menatap langit-langit kamar nya. Lambat laun matanya mulai sayup dan Sakura terbuai dialam mimpinya
...
To be continue