Meet Again

Meet Again
Dia?!



"Lo!" Sakura menatap horror lelaki dengan seragam yang sama didepannya. Jari telunjuknya menunjuk tepat di depan hidung lelaki itu, Emeraldnya membola dengan mulut yang menganga, Pasalnya sejak kapan lelaki itu kembali? Dan apa-apaan seragam nya itu? Sakura melotot pada seragam KHS yang dikenakan ditubuh tinggi Sasuke. Kenapa? Dia musti kembali siiihhhh!?


"Lo gak kangen ama gue?" tanya lelaki bernama Sasuke itu sambil menaikkan satu alisnya.


Alis Sakura menekuk dan mendengus "Dalam mimpi lo!" semburnya. Gadis gulali itu langsung membalikkan tubuhnya dan berjalan memasuki sekolahnya meninggalkan Sasuke yang terkekeh dibelakangnya.


Sasuke. Sasuke Uchiha. Lelaki yang pernah mengisi hatinya dengan penuh cinta lalu tiba-tiba membuangnya bagai sampah! Hati Sakura sakit sekaligus hangat melihat lelaki itu berdiri tepat dihadapannya beberapa saat lalu.


"Gue kira dia bakal loncat-loncat setelah kedatangan gue, eh tau-tau malah dimarahin. Tambah galak aja itu cewek." kata Sasuke sambil melihat tubuh Sakura yang semakin menjauh. Satu hembusan napas kekuar dari mulut Sasuke


"Ya lah dia marah, lo udah kaya setan bisa ilang dan nongol dimana aja." sahut Naruto. Laki-laki berkepala blonde sambil merangkul bahu Sasuke dan mengajaknya meninggalkan gerbang sekolah yang semakin sepi.


"Urusai Dobe!"


Naruto tertawa, rasanya hari-hari nya akan semakin seru di Konoha High School ini sejak kedatangan sahabat chicken butt nya ini.


Mereka berjalan bersama memasuki lorong tingkat 2. Tingkat kelas mereka, dengan tatapan kesal para lelaki dan tatapan memuja para perempuan. Sasuke mendengus. Sama sekali tak tertarik pada mereka. Baginya hanya satu perempuan yang mampu menarik hatinya.


Gadis bermata emerald.


...


"Sumpeh! Kenapa dia musti kembali si Pig!" teriak Sakura sambil memukul-mukul tas yang dia taruh di atas meja. Matanya memerah. Kesal dan senang bersatu tercampur aduk di hatinya. Pasalnya Sasuke pergi 3 tahun yang lalu tanpa mengabarinya yang saat itu notabennya Sakura adalah kekasih Sasuke. Tanpa kabar tanpa bisa dihubungi lalu sekarang muncul dihadapannya. Dengan menyebutnya mantan?


"MANTAN NO MANTAN!" teriak Sakura kesetanan dia mengguncang kedua bahu Ino. Sedangkan Ino hanya meringis dan menepuk-nepuk kepala Sakura.


"Setidaknya sekarang lo tau ra, dia sehat wal afiat. Bukan kaya praduga lo dulu." sahut Ino berusaha menenangkan hati Sakura yang kalut. Tapi gadis didepannya terus-terusan menghela napas.


"Tapi kita belum putus."


"Yaudah jadian lagi a-"


"PIG!" Jerit Sakura, matanya benar-benar memerah. Dan itu cukup jadi bukti gadis didepan Ino ini benar-benar kesal setengah mati.


Ino mengangkat kedua tangannya lalu menampilkan cengirannya "Oke jidat, oke. Jangan melotot, lo kayak setan tau gak." kata Ino.


Sakura mencebik kesal lalu melepas genggamannya dikedua bahu Ino. Dia termenung dan raut wajahnya tak lepas dari tatapan Ino.


Ino berdehem lalu merapikan baju nya yang kusut dan merangkul bahu Sakura. "Lo senengkan dia sehat?" tanya Ino dan Sakura mengangguk samar.


...


Kakashi menatap semua muridnya yang kelewat ribut sejak kedatangannya. Mungkin mereka pikir Kakashi belum memasuki ruangan kelas mereka. Berdehem pelan. Mampu membuat salah satu muridnya menatap dirinya.


"Ka-Kakashi sensei."


Hinata gelagapan saat mata Kakashi menatap nya dalam. Ya Hinata adalah ketua kelas. Kelas IPA 2. Gadis itu gelagapan dan menoleh pada semua temannya.


"Se-semuanya." ujarnya pelan. Suaranya kalah bising oleh keributan yang dibuat teman-temannya.


Didepan sana Kakashi menghela napas. Dengan satu sentakan Kakashi memukul meja guru dengan penggaris besar yang dia bawa. Sukses membuat semua mata menatapnya.


"Bagus." katanya pelan.


"O-oh Kakashi sensei. Kau sudah datang? Kupikir kau tersesat dijalan kehidupan lagi-" kata Naruto.


Sukses semua siswa sekelas menahan tawanya. Sedangkan Kakashi hanya menatap datar murid-muridnya.


"Terserahmu kuning." sahut Kakashi


Doeng


Semua langsung tertawa mendengar sahutan Kakashi, tapi tidak dengan Ino gadis itu segera berdiri dan menunjuk-nunjuk Kakashi sebal.


"Sensei kenapa selalu membawa-bawa kuning? Ishh! Aku tak suka. Rambutku juga kuning tapi aku tak se bodoh dia!" kata Ino kesal sambil menunjuk jarinya pada Naruto yang melongo padanya. Sakura menepuk jidatnya.


Sedang Kakashi hanya diam lalu menarik kursi nya. Duduk dan melihat mereka.


"Lo kuning bodoh! Gegara lo warna kuning selalu jadi aib!" sungut Ino.


"Heh? Eh Ino. Ngaca ya. Emang lo sepinter apa sih? Bagusan juga nilai gue dibidang olahraga dibanding lo." kata Naruto tidak terima.


"Lo cuman bagus di olahraga aja bangga nya udah kek mau terbang! Mikir." Ino bersedekap dan memandang remeh Naruto. Teman-temannya hanya menahan tawa melihat mereka berdua.


Naruto kesal ditambah iris saphire nya melihat Hinata yang menatapnya. Malu gila!


"Eh cewek galak! Pantes gada yang suka ya sama lo. Sukanya jelek-jelekin orang dasar nenek lampir!"


"Hahahaha" teriak teman-teman sekelas


Bummm


Wajah Ino memerah, Sakura kembali menarik tangan Ino. Mengelusnya lalu mengajaknya duduk. Ino menurut tapi dia melemparkan tatapan mematikan pada Naruto yang tersenyum remeh.


"Pantes ditolak Hinata, lelaki kok sukanya ngajak ribut cewek, gak gentle banget." Kata Ino. Sukses membungkam mulut Naruto. Wajahnya merah. Hal yang dia sembunyikan rapat selama ini. Naruto menoleh pada Hinata yang menunduk.


"Huahahahaaa."


"Oh jadi ditolak."


"Hhhhh..." Kakashi mendesah dan melangkah keluar kelas. Muridnya sungguh bikin pusing.


...


From: Sasuke


Rindu tidak?


Bodoh.


Sedihnya gue gak sekelas ama lo.


Senangnya, tidak bau ayam dikelas ini.


Saki. Mulut lo bikin gue sakit.


Bisa sakit hati? Oh hebat juga


Miss u.


Sakura merona. Gadis itu menundukan kepala nya dengan bertopang pada meja di kelasnya. Kelas kosong saat ini, Ino pergi ke toilet dan beberapa temannya ke kantin. Sakura yang tidak mood hanya bisa berdiam diri dikelas lalu tiba-tiba Sasuke mengiriminya pesan.


Hei? Kok gak balas?


Urusai!


Pasti lagi deg-deg an ya.


Dasar ayam!


Pulang sekolah bareng gue, bye :*


"Aiissh." desis Sakura. Gadis itu kembali memasukan hape nya di tas, tatapannya melayang ke luar jendela. Terdiam dan merenung.


"Kenapa lo dulu pergi?."


...


To be continue.